Bercermin untuk memulai Tahun Baru  

Posted by: Nurul Amanati in

Anda pasti tahu cermin dan kerap menggunakannnya sehari-hari. Dengan bercermin, kita menjadi tahu bagian mana yang kurang atau sudah pas dalam penampilan. Warna atau motif yang digunakan, apakah sudah cocok dengan postur tubuh dan warna kulit, sang cerminlah yang akan mengatakan cocok atau tidaknya bagi si pemakai.

Namun pernahkah Anda bercermin dari suatu peristiwa yang terjadi ? , baik bercermin dari pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Bercermin atas kejadian luar biasa dan kemudian mengambil hikmah dan pelajaran berharga untuk untuk memperbaiki penampilan kita ?

Tidak semua dari kita mampu melakukan itu. Suatu kejadian yang Allloh SWT hadirkan dalam kehidupan kita semuanya memiliki makna. Beruntunglah orang-orang yang mampu melihat hikmah atas peristiwa apapun, sebagaimana firman Alloh SWT dalam Al-Quran:
“Alloh menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. ( Al Baqoroh : 269)


1 Muharram, hari yang mengawali hitungan tahun 1431 Hijriyah. Pasti ada peristiwa-peristiwa di belakang masa yang berarti buat kita. Dan tak ada sesuatu yang paling berkesan selain mengambil pelajaran (hikmah) untuk kemanfaatan di depan masa yang sedang menanti. Rasululloh berpesan dengan sabdanya bahwa Hikmah adalah barang seorang muslim yang hilang dan siapapun yang menemukan, maka menjadi miliknya.

Bisa dipastikan, seseorang yang rajin bercermin akan lebih arif dalam melihat diri dan sekitarnya. Seperti sabda rasul, bahwa pelajaran itu berserakan di jalan, siapapun yang bisa mendapatkan maka menjadi miliknya. Di sinilah diperlukan keahlian khusus dalam melihat setiap peristiwa.

Bisa jadi, kalau kita tertusuk duri bisa ditafsirkan sebagai kesialan ketimbang hikmah. Namun bagi sang pengambil hikmah seperti halnya Lukmanul Hakim yang namanya terukir dalam Al Quran, peristiwa itu dipahami sebagai bentuk penyelamatan Allloh terhadap dirinya dari kebakaran yang akan membinasakannya.

Jadi, keahlian khusus seyogyanya dipelajari mulai saat ini adalah penanaman husnuzhon ( Baik sangka ) kita terhadap peristiwa yang Alloh berikan. Melihatnya bukan hanya dari kacamata kebaikan kita tetapi melalui kacamata kebaikan Alloh untuk kita.

Sehingga, bisa jadi perbaikan diri kita akan lebih mudah manakala kita mampu berkata jujur ketika hikmah datang dari peristiwa di hadapan kita. Dan sesungguhnya, tak ada yang lebih nikmat selain memperbaiki diri setiap hari sebagaimana pesan Khalifah Umar ra, “ Hisablah (amal) dirimu sebelum engkau dihisab-Nya di hari kiamat”. Lalu, adakah sesuatu yang lebih indah dari kesadaran ini ?
Wallohu’alam bishshowab.

Read More..

Barisan Mahsyar  

Posted by: Nurul Amanati in


Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasululloh saw dan bertanya : ‘Wahai Rasululloh, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Alloh SWT: ‘Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.’ (QS An Naba’:18)’

Mendengar pertanyaan itu baginda menangis. Lalu menjawab:’Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.’

Barisan pertama, digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:’Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya...’


Barisan kedua, digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: ‘Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat ...’

Barisan ketiga, mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat..’

Barisan keempat, digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti pancuran keluar dari mulut mereka. ‘Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli ...’

Barisan kelima, digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. Mereka itu orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka. Takut diketahui oleh manusia tidak merasa takut kepada Allah SWT...’

Barisan Keenam, digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. ‘Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu ...’

Barisan Ketujuh, digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka ...’

Barisan Kedelapan, digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.’Mereka adalah orang berbuat zina, maka inilah balasannnya dan tempat kembali mereka adalah neraka ....’

Barisan Kesembilan, digiring dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ‘Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannnya dan tempat kembali mereka adalah neraka ...’

Barisan kesepuluh, digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. ‘Mereka adalah orang durhaka kepada orang tuanya, ...’

Barisan kesebelas, digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta, mata ,kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. ‘Mereka adalah orang yang minum arak ..’

Barisan keduabelas, mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. ‘Mereka melalui titian sirat seperti kilat ...’


Read More..

TIPS MUDAH BERHAJI  

Posted by: Nurul Amanati in


Naik haji itu sangat erat berkaitan dengan kekuatan niat, kerinduan dan tekad. Banyak kisah tentang orang yang tidak mampu secara financial, tapi Alloh mengundangnya ke Baitullah. Banyak juga diantara kita yang mampu secara financial, tapi tidak jua melakukannya. Adalah rahasia Alloh menentukan apakah kita layak diundang olehNya atau tidak. Nah, tugas kita adalah menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Alloh berkenan mengundang kita. Berikut tips-tips mudah berhaji Insyaalloh :
1. Perbanyak Doa kepada Alloh SWT
Doa adalah cermin dari keinginan yang kuat. Kita meminta kepada Alloh SWT karena Dialah yang berwenang mengundang seseorang ke Baitullah. Seberapa banyak keinginan kita pergi haji bisa dilihat dari doa kita, apakah kita pernah atau sering berdoa meminta kepada Alloh untuk (pergi haji) ini atau tidak. Diantara doanya: “Allohumma yassir lanaa ziaarotul haromain” (Yaa Alloh, mudahkanlah kami berziarah (haji) ke dua tanah haram ( Makkah dan Madinah )
2. Kuasai Manasik Haji
Jika kita sudah maksimal berdoa, mari didorong juga dengan kesiapan ilmu tentang haji. Ini tentu saja akan membuktikan kesungguhan doa kita dihadapan Alloh agar ketika kita sekali pergi haji, langsung mendapat haji mabrur ? Nah itu dimulai dari penguasaan ilmu ibadah haji.


3. Buka Tabungan Haji
Buat yang jauh dari Arab Saudi, pasti biaya haji jadi besar. Wajar jika Anda yang punya penghasilan pas-pasan, tidak bisa langsung punya uang full untuk naik haji. Oleh karena itu, kita perlu mencicil dengan membuka tabungan haji. Ini juga sebagai bukti kesungguhan doa dan tekad kita ( dihadapan Alloh). Jika sudah punya tabungan haji, rutinlah mengisi sedikit demi sedikit. Sehingga pada saatnya nanti Alloh mengundang kia, Dia akan menggenapkan tabungan kita dari arah yang ( sering) tidak disangka-sangka
4. Perbanyak Silaturahmi
Perbanyak silaturahmi terutama kepada orang yang mau berangkat haji dan pulang dari haji, dalam rangka: membuktikan keinginan dan tekad kita ( dihadapan Alloh ); dua: meminta doa dan mendoakan orang yang pergi haji agar diberi kelancaran dalam menunaikan ibadah hajinya; tiga: mendengarkan kisah-kisah perjalanan haji Insyaalloh menguatkan tekad kita; empat: mendapat tips-tips ibadah haji yang nyaman dan mengenal medan haji yang sangat menguji fisik
5. Perbanyak mendengar pengalaman ibadah haji
Ini sangat penting untuk menguatkan tekad kita. Bukankah ada hadist Nabi yang mengatakan : “ Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberi minyak wangi, kamu akan mencium keharumannnya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya.” ( HR.Bukhari )
6. Lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan ibadah
Jika kita dekat dengan Alloh, tentu Alloh juga dekat dengan kita, dan Insyaallloh doa kita dikabulkan

Demikian tips-tips untuk menguatkan niat untuk beribadah haji. Semoga bermanfaat . Wallohua’lam.

Read More..

Kerinduan Berhaji  

Posted by: Nurul Amanati in


Ketika ada sahabat, saudara ataupun tetangga yang akan berangkat haji, selalu dada ini terasa sesak dan tak dapat menahan mata yang berkaca-kaca, tak terasa air matapun jatuh. Membaca berita-berita kegiatan haji di Koran, di tv tak terasa kembali dada ini tersa sesak.

Terbayang sujud-sujud panjang di Multazam, doa-doa pengharapan di depan Ka’bah, iringan gema kalimah Talbiyah, cucuran air mata di Hijr Ismail, wangi batu hajar aswad, thawaf yang 7 kali, sai sambil membayangkan perjuangan Siti Hajar yang sedang kehausan mencari air untuk Ismail tercinta, dan tentu saja wukuf yang merupakan gladi resik Padang Mahsyar nanti.

Di Arafah jamaah berdoa, berdzikir, dan menangis, membayangkan nanti di Padang Mahsyar, kampong tempat kita semua akhirnya akan pulang ke sana, kita tegang, cemas, dan takut ribuan tahun lamanya menunggu selesainya antrian mahapanjang pengadilan.

Jadi urusan apa di dunia yang lebih penting dari mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk memenangkan pengadilan akhirat kelak ?


Minggu-minggu ini setiap hari terasa begitu menyesakkan dada. Entah seberapa besar keinginan hati ini untuk bisa ke sana. Melupakan semua persoalan dunia, dengan sisa kepasrahan dan penghambaan saja.

Pergi haji memang bukan semata-mata berbekal materi semata ataupun ketangguhan fisik. Pergi haji memenuhi panggilan nabi Ibrohim. Memenuhi undangan Allloh SWT. Disana kita menapak tilasi kehidupan keluarga Nabi Ibrahim. Perjuangan Siti Hajar, pengorbanan terbesar Nabi Ibrahim melepas putra tercintanya, Ismail. Melempari setan atas segala bujuk rayunya .
Dan membayangkan Padang Mahsyar nanti. Kerinduan kepada baginda Rasul ketika kita sujud di Raudah, membayangkan manusia paling mulia berkhotbah di mimbarnya.
Ya Alloh seberapa besar rindu ini akan itu semua .......

Allohumma yassirlanaa ziyaarotal haromain
• Ya Alloh mudahkanlah bagi kami untuk pergi (haji) ke dua tanah suciMu (Makkah dan Madinah)
• Kami ( siap ) penuhi pangilan-Mu, ya Alloh, tiada sekutu bagi Engkau ...

Selamat jalan wahai saudara-saudaraku. Berbahagialah atas panggilan Alloh ini. Kalian menjadi tanu Alloh. Doa kami meyertai kalian. Semoga menjadi haji mabrur. Doa kalianpun kami nantikan, agar kamipun bisa seperti kalian. Untuk mengobati kerinduan yang mendalam Berhaji ke Baitullah.


Read More..

Hikmah Puasa Syawal  

Posted by: Nurul Amanati in

Sungguh sangat beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini sungguh keutamaan yang luar biasa, saudaraku. Marilah melaksanakan puasa tersebut demi mengharapkan rahmat dan ampunan Alloh. Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah diantaranya :
1.Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh
2.Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang akan menyempurnakannya.
3.Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Alloh Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “ Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebakan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ia adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
4.Karena Alloh telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta janji mengampuni dosa kita yang telah lalu, maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf terdahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Alloh atas taufik yang diberikan. ( Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah )
5.Penjelasan penting yang harus diperhatikan : Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ ( tangggungan ) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadist di atas, Nabi SAW mengatakan : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan .....” Jadi apabila puasa ramadhannnya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.Apabila seseorang menunaikan puasa syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah mutlaq ( puasa sunnah biasa ) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi SAW, “ Barangsiapa berpuasa ramadhan ... .”Wallohu’alam

Read More..