Kamu Sudah Tahu, maka Berkomitmenlah !  

Posted by: Nurul Amanati in


Wahai diriku….., mari coba tatap dalam-dalam dan bertanyalah siapa kamu ? Maka disana akan terlihat seluruh kelemahan yang ada.Balil insanu’ala nafsihi bashirah. Bercerminlah kepada seorang sahabat: Handzalah bin Rabi’ Al-Usaidi r.a. Ia salah satu penulis wahyu yang dengan segala kesadaran dirinya sendiri mengatakan,”Nafaqo Handzalah, telah munafik Handzalah.”

Diriku …….., apa yang terjadi pada diri Handzalah sampai-sampai menegur dirinya sendiri seperti itu ? Padahal beliau sangat dekat Rasululloh. Jawabnya tak lain adalah kejujuran diri. Handzalah merasa iman yang dimilikinya terasa kuat ketika berda di dekat Rasululloh saw. Seakan ia menatap surga dan neraka dengan kedua matanya. Namun ketika kembali sibuk dengan keluarganya, dengan aktivitas duniawinya, ia merasakan kondisi dirinya sangat berubah.


Diriku ……, dengan kata apa kau harus mengungkap kondisimu ? Seperti ungkapan Handzalah kah ? Atau lebih dari itu ? Atau lebih buruk Ya Alloh, ampunilah hambamu ini. Bukankah kamu juga telah mengenal siapa dirimu ? Yang lebih sibuk dengan dunia ? Diri yang lemah dalam beribadah, diri yang merasa berat untuk berkorban untuk taat ? Diri yang banyak bicara sedikit kerja ? lalu apakah kamu masih terus melakukan itu padahal Alloh swt telah menegurmu:”Aradhitum bil hayatiddunya minal akhirah, apakah kalian lebih cinta dunia dibanding akhirat ?” Astaghfirullah.

Diriku ……, Bercerminlah wahai diriku, kepada sahabat Huzaifah r.a kala menjawab pertanyaan Rasululloh saw,”Bagaimana kondisimu hari ini, wahai Hudzaifah?” Dengan percaya diri ia menjawab,”Alhamdulillah, ya Rasululloh, saat ini aku menjadi seorang mukmin yang kuat iman.”Rasululloh saw kembali bertanya,”Hai Huzaifah, sungguh segala sesuatu itu ada buktinya. Maka apa bukti dari pernyataamu itu ?” Jawab Huzaifah ra, “Ya rasululloh, tidak suatu pagi pun yang aku hidup padanya dan aku berharap sampai pada sore hari; dan tiada sore pun hari yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk hidup sampai pagi hari, melainkan aku melihat dengan jelas di depan mataku surga yang penduduknya bercanda ria menikmati keindahannnya dan aku melihat neraka dengan penghuninya yang berteriak menjerit histeris merasakan dahsyatnya siksa.”

Diriku …..,adakah kau merindukan surga sehingga gelora semangatmu membahana memenuhi ruas pori-pori jiwamu, tergerak seluruh kesadaranmu untuk bermujahadah dan berjihad meraih ridha-Nya? Dan apakah kamu takut dan miris akan dahsyatnya siksa neraka sehingga tak satu pun sel tubuh ini kecuali berupaya terlindungi dari sengatannya pada hari pembalasan nanti ?

Diriku ….., jika kamu telah mengatahui segala kelemahan yang ada, lalu kamu tidak segera menanggulanginya, maka ketahuilah kamu termasuk orang-orang yang merugi ! Begitulah pula ketika kamu telah mengetahui kekuatanmu dan kamu tidak bisa mempertahankannya, maka kamu pun termasuk orang merugi !

Karena itu, perbaiki, jaga, dan tumbuh suburkan kekuatan itu agar amal sholeh, ketaatan, dan dakwah tetap terjaga.

Wallohua’lam


This entry was posted on Selasa, Agustus 18, 2009 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langgan: Poskan Komentar (Atom) .

0 komentar

Poskan Komentar

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar Yah...