<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561</id><updated>2012-01-16T18:46:05.620-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Mualaf'/><category term='Palestina'/><category term='Hikmah'/><category term='Gerhana'/><category term='Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)'/><category term='Doa'/><category term='Akhlah Mulia'/><title type='text'>Nung's Blog</title><subtitle type='html'>Eratkan Ukhuwah .... Sebarkan Dakwah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-4995303183583210997</id><published>2010-11-07T00:54:00.000-07:00</published><updated>2011-11-23T18:06:24.049-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Anak-Anak Ajaib Gaza</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/TNZdNpbuEGI/AAAAAAAAAL0/z3U87nrZBwg/s1600/anak+ngaji1.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536715280940404834" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/TNZdNpbuEGI/AAAAAAAAAL0/z3U87nrZBwg/s200/anak+ngaji1.jpeg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-Anak Ajaib Gaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel yang menggugah kesadaran saya untuk berbuat lebih baik lagi dan artikel ini pernah dimuat di Republika Online saya posting ulang di sini. Semoga memberi inspirasi dan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reportase Oleh: EH Ismail dari Jalur Gaza, Palestina (Foto dari Google sebagai ilustrasi tambahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan remaja berusia 15-18 tahun sedang duduk melingkar saat saya berkunjung ke Masjid Al Abror di Rafah, wilayah Gaza, Palestina. Tangan mereka memegang kitab suci Alquran. Ada yang berukuran kecil, ada yang berukuran sedang, dan ada pula yang berukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepandangan mata, mereka membaca Alquran yang ada di tangan. Sekejap kemudian, Alquran ditutup dan mulutnya mengulangi ayat-ayat yang baru saja dibaca dengan mata terpejam. Gerakan itu dilakukan berulang-ulang. Di samping mereka, ada lingkaran anak-anak lain yang melakukan hal sama. Di hadapan para remaja ini, duduk Hasan Ali Al Azajy (47 tahun). Di depan Hasan, ada Alquran besar terbuka. Alquran dalam posisi setengah berdiri di atas meja kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain masjid, sejumlah anak duduk berbaris memanjang berjarak satu meter, seperti antrean. Di hadapan mereka, ada seorang ustaz yang meletakkan Alquran sama seperti yang dilakukan Hasan. Hasan dan juga ustaz lainnya memanggil satu per satu anak itu ke hadapan mereka. Anak-anak pun maju tanpa Alquran lagi di tangan. Di hadapan para ustaz, mulailah mereka membaca ayat-ayat Alquran yang baru saja dihafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan seperti di Masjid Al Abror, saya jumpai setiap hari di sejumlah masjid di Rafah. Kebetulan, saat ini adalah musim liburan sekolah. Kebanyakan anak dan remaja Gaza berkumpul di masjid selepas shalat Subuh sampai waktu Zuhur untuk mengikuti sekolah menghafal Alquran yang diadakan para pengurus masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah mendengar berita tentang sekolah ini sebelum bertugas ke Gaza. Mulanya, saya tak percaya banyak generasi belia Gaza mampu menghafal seluruh ayat Alquran dalam waktu dua bulan. Tapi, sekarang saya menyaksikan sendiri sejumlah anak dalam waktu tiga jam bisa hafal satu juz Alquran! Padahal, dia hanya membaca sekelebat dan kemudian mengulanginya di hadapan sang ustaz. Sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membuat saya lebih terperangah adalah kondisi lingkungan mereka menghafal Alquran yang jauh dari kata sepi dan sunyi. Masjid Al Abror terletak di tengah-tengah pasar yang ramai dengan aktivitas dagang penduduk Rafah. Saat saya datang, bunyi mesin bor menderu di sekitar mereka. Masjid yang hancur karena serangan roket Israel pada dini hari 15 Januari 2009 itu sedang direnovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramik-keramik lantai masjid belum terpasang kembali. Atap pembatas antara lantai satu dan lantai dua masjid juga masih menganga. Lubang bekas hantaman roket dan kipas angin yang menggelayut di atap masih terlihat jelas. Anak-anak itu harus belajar beralas tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun sedang renovasi, kami tak ingin anak-anak kehilangan waktu untuk belajar dan menghafal Alquran. Biar saja sementara pakai tikar dan masih berpasir,” ujar Syekh Abu Mansoor, imam masjid Al Abror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah selatan Masjid Al Abror, saya mampir di Masjid Ibadurrahman. Masjid dua lantai ini memiliki bangunan yang jauh dari kesan megah. Di lantai pertama, pemandangan sama seperti di Masjid Al Abror kembali saya temui. Namun, jumlah anak dan remaja yang tengah menghafal Alquran lebih banyak. Di lantai dua masjid, kerumunan anak-anak dan remaja putri juga tengah mengikuti sekolah menghafal Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mencoba melongok ke lantai dua masjid, saya berbicara dengan sejumlah ustazah guna mencari tahu rahasia kemampuan murid-murid mereka dalam menghafal Alquran secara cepat. Seorang ustazah menerangkan, mereka bersyukur kepada Allah yang telah melahirkan mereka di negeri yang mempunyai bahasa Arab sebagai bahasa ibunya. “Bahasa Arab, bahasa Alquran, adalah bahasa kami. Kami bersyukur atas berkah ini. Sekarang, kami ingin menjadi bagian dalam upaya memelihara kemurnian dan mukjizat Alquran,” papar ustazah yang tak saya ketahui wajahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah asyik mendengar penjelasan sang ustazah, seorang gadis mungil berlari sambil membawa secarik kertas ke hadapan saya. Di atas kertas buku yang sobek itu, tertera barisan kata-kata dalam bahasa Inggris. Si gadis pun membacakan tulisannya di hadapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"We are very happy to see you in our country Palestine. We are reading our Holly Book (Quran). Certainly Quran is protected in our hearts, chests, minds, and tongues. Help us to be the best Muslims in the world."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memeluk gadis itu kalau tak sadar banyak wanita bercadar di sekeliling saya. Saya pun hanya membelai kepala sang gadis dan membisikkan kata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nsya Allah, I will help you my little beautiful sister.&lt;/span&gt;”Semuanya pun tertawa riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu bernama Aya Saad Abu Jazair. Usianya baru 13 tahun dan dia adalah anak terpandai di sekolah dalam menghafal Alquran di Masjid Ibadurrahman. Sambil bergurau, sang ustazah berkata, “Saya yakin, hafalan Alqurannya lebih baik dari Anda, saudaraku dari Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mencoba memastikan tebakan sang ustazah. Saya ambil Alquran kecil dalam tas dan membaca sembarang ayat yang saya buka. Begitu satu ayat saya baca, Aya Saad pun melanjutkan ayat selanjutnya tanpa kesalahan sama sekali! Saya coba lagi dengan menyebutkan nama surah Almukminuun, lagi-lagi Aya Saad melafalkan ayat-ayat dalam surah itu dengan sempurna. Kami pun tertawa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Yayasan Darul Quran dan Sunah Rafah, Soleh Ibnu Mansoor (Abu Hakim), mengatakan, saat ini lebih dari 40 ribu anak-anak dan remaja Gaza hafal Alquran. Abu Hakim meyakini, menghafal Alquran bukanlah soal ada atau tidak ada waktu. Bukan pula soal bisa atau tidak bisa bahasa Arab. Kuncinya, semangat dan keimanan yang menjadi bahan bakar utama. “Anda lihat sendiri, tidak ada yang luar biasa yang kami lakukan untuk menghafal Alquran. Anak-anak hanya duduk membaca, kemudian mengulanginya dengan kesungguhan hati,” papar Abu Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, tertanamnya keyakinan dalam dada anak-anak Gaza—hanya Alquran yang bisa menyelamatkan mereka dari semua cobaan hidup di dunia dan mengantarkan mereka dalam kehidupan bahagia di akhirat kelak—merupakan faktor utama cepatnya kemampuan menghafal Alquran. “Kami juga yakin, Alquran wasilah kami untuk menjadi Muslim yang tangguh dan terus menegakkan Islam di dunia ini,” ucap Abu Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membaca reportase dan mendengar kenyataan yang mereka jalani di tengah kekejaman penjajahan Zionis Israel, hati ini terasa bangga, kagum, salut sekaligus sedih . Sedih pada diri saya sendiri yang hapalan Al Qur’annya masih jauh dari sempurna, bahkan bacaan Al Qur’annya pun masih teramat jauh dari baik dan benar… Astaghfirulloh, anak-anak Palestin itu begitu bersemangat dan bahkan belomba-lomba untuk tidak hanya mengkhatamkan Al Qur’an selama Ramadhan, tapi juga menghapalnya…Subhanalloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka tak heran jika kita pernah mendengar ada ribuan anak-anak kecil tak lebih dari usia 10 tahun di Palestina sana benar-benar mampu menjadi hafidz… menjadi penjaga kalimat-kalimat Allah dalam dirinya. Subhanallah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga hati ini terus tergerak untuk senantiasa melantunkan ayat-ayat penuh hikmah itu setiap waktunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-4995303183583210997?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/4995303183583210997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/11/anak-anak-ajaib-gaza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4995303183583210997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4995303183583210997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/11/anak-anak-ajaib-gaza.html' title='Anak-Anak Ajaib Gaza'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/TNZdNpbuEGI/AAAAAAAAAL0/z3U87nrZBwg/s72-c/anak+ngaji1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3154968723892564366</id><published>2010-06-04T00:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T00:15:03.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Upaya Pembunuhan Terhadap Rasulullah SAW</title><content type='html'>Kedengkian seringkali berujung kepada upaya mencelakakan orang yang dibenci. Inilah yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) pada perjalanan dakwahnya. Berbagai cara telah dilancarkan musuh-musuh Islam, kaum musyrikin, dan kafir. Dari mulai rayuan halus, ancaman, bahkan upaya pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah tercatat, kaum kafir berulangkali berusaha membunuh Nabi Muhammad SAW. Ada yang dilakukan terang-terangan ketika terjadi peperangan terbuka. Namun, tak sedikit mereka melaksanakannya secara diam-diam ala spionase. Berikut ini beberapa upaya pembunuhan yang pernah dihadapi oleh Nabi SAW yang lebih dikenal dengan istilah ightiyal (pembunuhan diam-diam):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaum Quraisy pada Malam Hijrah ke Madinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi pada malam Hijrah Nabi SAW ke Madinah. Ketika itu, para pemuka Quraisy telah sepakat dalam pertemuan rahasia mereka di Dar an-Nadwah, sebuah rumah milik Qushay ibn Kilab. Mereka bersepakat membunuh Nabi SAW dengan melibatkan para  pemuda dari setiap kabilah Arab yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saatnya tiba, mereka mulai mengawasi dan mengintai rumah Nabi SAW. Namun, dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT), Rasulullah SAW mengetahui hal tersebut. Ia lalu menyuruh Ali ibn Abi Thalib menggantikan posisinya di atas pembaringannya. Sedang Nabi SAW menyusup keluar rumah menuju Madinah bersama Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dimuat dalam al-Qur’an. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Suraqah ibn Malik al-Madlaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah berupa seratus ekor unta betina yang hampir beranak rupanya menjadi daya pikat semua orang, tak terkecuali Suraqah ibn Malik, seorang pemuda dari Madlaji. Syaratnya, harus menangkap Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam pemuda yang terkenal lihai mencari jejak ini menyelinap keluar kampung dengan menunggang kuda. Lengkap dengan baju besinya, ia mengejar Nabi SAW yang ketika itu lolos dari kepungan kaum kafir. Dengan ketangkasannya ia berhasil menyusul Nabi SAW yang sedang bersama Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ketika tangannya hendak menarik busur panah, sebuah kejadian aneh menimpanya. Tangannya berubah kelu, tak mampu berbuat apa-apa. Kaki kudanya ikut terbenam dalam pasir. Diikuti debu-debu pasir beterbangan di sekitarnya, hingga membuat matanya tak mampu melihat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan panik, Suraqah akhirnya berteriak menyerah. Rasulullah SAW lalu menoleh seraya tersenyum dan berdoa. Aneh, seketika kaki kuda Suraqah terbebas dari jepitan pasir. Suraqah merasa heran dan kagum. Singkat kata, Suraqah akhirnya menyatakan keislamannya. Meski ketika itu, Suraqah  pulang ke Makkah masih menyembunyikan identitas keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Umair ibn Wahab dan Shafwan ibn Umayyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari usai perang Badar, Shafwan ibn ‘Umayyah dan karibnya ‘Umair bin Wahab bercakap-cakap di dekat Ka’bah. Mereka berdua merencanakan sesuatu hal yang sangat rahasia. Ingin membunuh Nabi Muhammad SAW sebagai balas dendam atas kematian keluarganya dalam perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenanglah, demi Latta dan Uzza, aku siap menjaga anak dan keluargamu. Makan-minum mereka menjadi tanggunganku. Binasa mereka adalah binasaku. Darah mereka adalah darahku. Hidup mereka adalah hidupku dan mati mereka adalah matiku," sumpah Shafwan  meyakinkan sahabatnya, ‘Umair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar janji setia itu, ‘Umair akhirnya menyatakan kesiapannya membunuh Nabi SAW. Dengan sebilah pedang tajam beracun, ‘Umair berangkat ke kota Madinah mengejar buruannya. Apa daya, rupanya gerak-geriknya mengundang kecurigaan ‘Umar ibn Khaththab yang langsung menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Nabi SAW, ‘Umair mengelak dengan berkata ingin menebus tawanan kaum musyrikin. Mendengar hal itu, Nabi SAW langsung menukas, “Dusta kamu! Bukankah engkau dan Shafwan duduk di dekat  Ka'bah sepuluh hari yang lalu. Shafwan berkata padamu begini-begini. Sedang kamu berkata padanya begini-begini. Lalu kamu datang untuk membunuhku. Namun, Allah tak akan menguasakan kepadamu untuk membunuhku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan itu, ‘Umair terkejut bukan kepalang. Sebab, ia merasa telah merahasiakan pembicaraan mereka. Dengan penuh penyesalan dan tulus ‘Umair menyatakan keislamannya langsung di hadapan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tsumamah ibn Atsal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa penyebaran dakwah Islam, Tsumamah ibn Atsal termasuk di antara para penguasa Arab yang menerima ajakan dakwah dari Rasulullah SAW. Namun, alih-alih mengiyakan, Tsumamah justru tersinggung dan merasa dihina. Sejak itu, Tsumamah memutuskan ingin membunuh Rasulullah SAW. Berkali-kali Tsumamah berusaha membunuh Rasulullah SAW, namun menemui kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang tak dapat ditolak, suatu hari Tsumamah justru kepergok kaum Muslimin di kota Madinah. Akhirnya,  ia ditawan bersama beberapa kaum musyrikin lainnya. Selama masa penawanan, diam-diam rupanya Tsumamah menaruh simpati kepada Rasulullah SAW. Sebab selama itu, ia mendapat perlakuan yang baik dan merasa sangat disantuni. Terlebih tak lama kemudian Tsumamah dibebaskan dari tawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari tawanan, ia bergegas ke sebuah sumur di dekat Baqi’. Di sana ia mandi dan bersuci. Setelah itu, Tsumamah kembali ke masjid Rasulullah dan bersyahadat di tengah keramaian umat Islam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia menghadap Rasulullah SAW seraya berkata, "Wahai Muhammad, demi Allah dulu kamu adalah orang yang paling saya benci di muka bumi ini, sekarang kamu menjadi orang yang sangat saya cintai. Dulu agamamu adalah agama yang saya benci, tapi hari ini agamamu adalah agama yang saya sukai. Dulu negerimu adalah negeri yang saya benci, tapi kini berubah menjadi negeri yang saya sukai. Dulu saya telah membunuh para sahabatmu, lalu  apa hukumanku saat ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Rasulullah SAW menjawab, "Tak ada cercaan dan hinaan bagimu sekarang. Islam telah memutus dosa-dosa yang lalu dan menghapusnya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Yahudi Bani Nadhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca peristiwa Raji’ dan Bi’ru Ma’unah yang menewaskan puluhan kaum Muslimin, Yahudi Bani Nadhir di kota Madinah merasa di atas angin lagi. Mereka kembali menyusun pengkhianatan yang berujung kepada upaya pembunuhan terhadap Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah SAW bersama beberapa orang sahabatnya mendatangi Bani Nadhir, meminta bantuan membayar diyat (tebusan) dua orang Bani Kilab yang terbunuh secara tak sengaja oleh seorang sahabat. Mereka lalu mempersilakan Rasulullah SAW dan beberapa sahabatnya menunggu di suatu tempat. “Kami mematuhinya, wahai Abul Qasim. Duduklah di sini sampai kami dapat memenuhi janji,” ujar salah seorang dari mereka. Rupanya, ketika itu Bani Nadhir diam-diam menyusun makar jahat mereka. Sebagian  mereka lalu pergi menyiapkan sebuah batu besar untuk digelindingkan dari atas rumah tempat Nabi SAW menunggu di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertolongan wahyu Allah SWT, kejadian yang hanya menunggu hitungan waktu tersebut buyar.  Rasulullah SAW segera meninggalkan posisinya tanpa diketahui oleh siapa pun. Setelah itu, para sahabat juga menyusul kembali ke Madinah. Sampai di Madinah, Nabi SAW lalu membeberkan rencana busuk orang-orang Yahudi Bani Nadhir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kejadian tersebut, Rasulullah SAW tak lagi memberi maaf kepada Bani Nadhir. Klimaksnya, Rasulullah SAW menegaskan pengusiran mereka dari kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3154968723892564366?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3154968723892564366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/06/upaya-pembunuhan-terhadap-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3154968723892564366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3154968723892564366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/06/upaya-pembunuhan-terhadap-rasulullah.html' title='Upaya Pembunuhan Terhadap Rasulullah SAW'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-7854535306297004992</id><published>2010-05-04T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T21:46:28.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kisah Dialog Rosululloh SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya Mengambil Hikmah&lt;br /&gt;Dialog Muhammad SAW dengan Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source –I : Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999. Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul ‘Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah. Translated by : Nur Mufid, Nur Fu’ad.. Source-II : Dari Judul Asli : Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-‘Arabi Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asma Allah, Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahiim.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam bagi Muhammad SAW, serta salam bagi keluarganya yang suci juga bagi semua sahabat Rasulullah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya tertancap kuat dan cabangnya (menjulang tinggi) ke langit, (QS. 14:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Renungan :&lt;br /&gt;NGERI !!, KHAWATIR !! TAKUT !! WASPADA !! ISTIGHFAR, TAUBAT, DZIKIR, TAFAKKUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Dialog Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Dengan Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : ” Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : “ Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ”. Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :” Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”. Para sahabat menjawab , ” Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ”. Rasulullah berkata : “ Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya”. Umar bin Khattab r.a. berkata :” Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”. Nabi SAW berkata pelan :” Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan ?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibnu Abbas berkata : “ Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis  masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya  memanjang , kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau . Dia berkata, “ Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin ”. Nabi  SAW menjawab :” Assamu lillah ya la’iin AKU telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis”.&lt;br /&gt;Iblis berkata :” Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW berkata :” Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?”.&lt;br /&gt;Iblis berkata,” Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu’. Allah SWT bersabda,” Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu”. Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian mulai bertanya :” Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?”.&lt;br /&gt;Iblis menjawab :” Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW :” Siapa lagi yang kamu benci?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Lalu siapa lagi ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Orang Alim dan Wara yang saya tahu, lagi penyabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Orang miskin yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Orang kaya yang bersyukur “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal”.&lt;br /&gt;Rassulullah :”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?”.&lt;br /&gt;Iblis :”Aku merasa panas dan gemetar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”&lt;br /&gt;Iblis :” Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”. Rassulullah :”Jika mereka shaum ?”.&lt;br /&gt;Iblis : ” Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”.&lt;br /&gt;Rasulullah :” Jika mereka menunaikan haji ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Saya menjadi gila”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.&lt;br /&gt;Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Jika mereka berzakat ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :” Apa pendapatmu tentang Umar ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.&lt;br /&gt;Iblis :” Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-7854535306297004992?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/7854535306297004992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/05/kisah-dialog-rosululloh-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7854535306297004992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7854535306297004992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/05/kisah-dialog-rosululloh-saw.html' title='Kisah Dialog Rosululloh SAW'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-39869849516905602</id><published>2010-02-21T18:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T18:36:02.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlah Mulia'/><title type='text'>REAKSI SAHABAT KETIKA TURUN WAHYU TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/S4HtgeUWxnI/AAAAAAAAALA/MhLSDb8vzIw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/S4HtgeUWxnI/AAAAAAAAALA/MhLSDb8vzIw/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440890966990308978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu terakhir yaitu surah Al Maaidah ayat 3, ia pun pergi. Maka Rasulullah pun ke Madinah. Setelah Rasulullah mengumpulkan para sahabat, Rasulullah menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril. Ketika para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata, “Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna.”&lt;br /&gt;Namun Abu Bakar ketika mendengar keterangan Rasulullah itu, ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Kisah tentang Abu Bakar menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar dan mereka berkata, “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda.”&lt;br /&gt;Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar, lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, “Ya Rasulullah, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau.” Karena Rasulullah mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah dan bergegas menuju ke rumah Abu Bakar. Setelah Rasulullah sampai di rumah Abu Bakar, maka beliau melihat mereka menangis dan bertanya, “Wahai para sahabatku, kenapa kalian semua menangis?” Kemudian Ali bin Thalib berkata, “Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Apakah ini benar ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah berkata, “Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kalian semua telah dekat.”&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakar mendengar pengakuan Rasulullah, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara ‘Ukasyah berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda.” Rasulullah menjawab, “Wahai ‘Ukasyah, Aku sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari.” Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (diqishash).”&lt;br /&gt;Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah menyahut dengan berkata, “Siapakah di pintu?” Lalu Bilal berkata, “Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengambil tongkat beliau.” Kemudian Fathimah berkata, “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Bilal menjawab, “Wahai Fathimah, Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” Fatimah bertanya lagi, “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah?” Bilal tidak menjawab pertanyaan Fathimah. Setelah Fathimah memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah menerima tongkat tersebut dari Bilal, maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah.&lt;br /&gt;Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar dan Umar tampil ke depan sambil berkata, “Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda tetapi kamu qishashlah kami berdua.” Rasulullah segera berkata, “Wahai Abu Bakar dan Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.” Kemudian Ali bin Abi Thalib bangun dan berkata, “Wahai ‘Ukasyah, aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah. Oleh karena itu, kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah.” Lalu Rasultillah berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata, “Wahai ‘Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah.” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.” Rasulullah berkata, “Wahai ‘Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul.”&lt;br /&gt;Kemudian ‘Ukasyah berkata, “Ya Rasulullah, Anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju.” Maka Rasulullah pun membuka baju. Setelah Rasulullah membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah maka ia pun mencium beliau dan berkata, “Saya tebus Anda dengan jiwa saya ya Rasulullah, siapakah yang sanggup memukul Anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan Anda yang dimuliakan oleh Allah dengan badan saya. Dan Allah menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu.” Kemudian Rasulullah berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli surga, inilah orangnya.”&lt;br /&gt;Kemudian semua para sahabat bergembira terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para sahabat pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di dalam surga.”&lt;br /&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-39869849516905602?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/39869849516905602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/02/reaksi-sahabat-ketika-turun-wahyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/39869849516905602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/39869849516905602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2010/02/reaksi-sahabat-ketika-turun-wahyu.html' title='REAKSI SAHABAT KETIKA TURUN WAHYU TERAKHIR'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/S4HtgeUWxnI/AAAAAAAAALA/MhLSDb8vzIw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-4395363691156737708</id><published>2009-12-14T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T19:01:32.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bercermin untuk memulai Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Syb7_9e9SxI/AAAAAAAAAK4/nQ0OV6bDLYo/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Syb7_9e9SxI/AAAAAAAAAK4/nQ0OV6bDLYo/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415292678214339346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda pasti tahu cermin dan kerap menggunakannnya sehari-hari. Dengan bercermin, kita menjadi tahu bagian mana yang kurang atau sudah pas dalam penampilan. Warna atau motif yang digunakan, apakah sudah cocok dengan postur tubuh dan warna kulit, sang cerminlah yang akan mengatakan cocok atau tidaknya bagi si pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernahkah Anda bercermin dari suatu peristiwa yang terjadi ? , baik bercermin dari pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Bercermin atas kejadian luar biasa dan kemudian mengambil hikmah dan pelajaran berharga untuk untuk memperbaiki penampilan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua dari kita mampu melakukan itu. Suatu kejadian yang Allloh SWT hadirkan dalam kehidupan kita semuanya memiliki makna. Beruntunglah orang-orang yang mampu melihat hikmah atas peristiwa apapun, sebagaimana firman Alloh SWT dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;“Alloh menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. ( Al Baqoroh : 269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1 Muharram, hari yang mengawali hitungan tahun 1431 Hijriyah. Pasti ada peristiwa-peristiwa di belakang masa yang berarti buat kita. Dan tak ada sesuatu yang paling berkesan selain mengambil pelajaran (hikmah) untuk kemanfaatan di depan masa yang sedang menanti. Rasululloh berpesan dengan sabdanya bahwa Hikmah adalah barang seorang muslim yang hilang dan siapapun yang menemukan, maka menjadi miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipastikan, seseorang yang rajin bercermin akan lebih arif dalam melihat diri dan sekitarnya. Seperti sabda rasul, bahwa pelajaran itu berserakan di jalan, siapapun yang bisa mendapatkan maka menjadi miliknya. Di sinilah diperlukan keahlian khusus dalam melihat setiap peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, kalau kita tertusuk duri bisa ditafsirkan sebagai kesialan ketimbang hikmah. Namun bagi sang pengambil hikmah seperti halnya Lukmanul Hakim yang namanya terukir dalam Al Quran, peristiwa itu dipahami sebagai bentuk penyelamatan Allloh terhadap dirinya dari kebakaran yang akan membinasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, keahlian khusus seyogyanya dipelajari mulai saat ini adalah penanaman husnuzhon ( Baik sangka ) kita terhadap peristiwa yang Alloh berikan. Melihatnya bukan hanya dari kacamata kebaikan kita tetapi melalui kacamata kebaikan Alloh untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, bisa jadi perbaikan diri kita akan lebih mudah manakala kita mampu berkata jujur ketika hikmah datang dari peristiwa di hadapan kita. Dan sesungguhnya, tak ada yang lebih nikmat selain memperbaiki diri setiap hari sebagaimana pesan Khalifah Umar ra, “ Hisablah (amal) dirimu sebelum engkau dihisab-Nya di hari kiamat”. Lalu, adakah sesuatu yang lebih indah dari kesadaran ini ?&lt;br /&gt;Wallohu’alam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-4395363691156737708?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/4395363691156737708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/12/bercermin-untuk-memulai-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4395363691156737708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4395363691156737708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/12/bercermin-untuk-memulai-tahun-baru.html' title='Bercermin untuk memulai Tahun Baru'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Syb7_9e9SxI/AAAAAAAAAK4/nQ0OV6bDLYo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-4250768076148403139</id><published>2009-12-03T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T23:09:20.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Barisan Mahsyar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sxi1i6kFxBI/AAAAAAAAAKw/jSMBfjDnaiU/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sxi1i6kFxBI/AAAAAAAAAKw/jSMBfjDnaiU/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411274563726459922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasululloh saw dan bertanya : ‘Wahai Rasululloh, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Alloh SWT: ‘Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.’ (QS An Naba’:18)’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu baginda menangis. Lalu menjawab:’Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan pertama, digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:’Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Barisan kedua, digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: ‘Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan ketiga, mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat..’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan keempat, digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti pancuran keluar dari mulut mereka. ‘Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan kelima, digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. Mereka itu orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka. Takut diketahui oleh manusia tidak merasa takut kepada Allah SWT...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan Keenam, digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. ‘Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan Ketujuh, digiring  dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan Kedelapan, digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.’Mereka adalah orang berbuat zina, maka inilah balasannnya dan tempat kembali mereka adalah neraka ....’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan Kesembilan, digiring dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ‘Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannnya dan tempat kembali mereka adalah neraka ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan kesepuluh, digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. ‘Mereka adalah orang durhaka kepada orang tuanya, ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan kesebelas, digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta, mata ,kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. ‘Mereka adalah orang yang minum arak ..’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan keduabelas, mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. ‘Mereka melalui titian sirat seperti kilat ...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-4250768076148403139?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/4250768076148403139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/12/barisan-mahsyar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4250768076148403139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4250768076148403139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/12/barisan-mahsyar.html' title='Barisan Mahsyar'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sxi1i6kFxBI/AAAAAAAAAKw/jSMBfjDnaiU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-2794054639326323814</id><published>2009-10-25T22:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T22:21:07.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kerinduan Berhaji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SuUxKLG_bvI/AAAAAAAAAKg/X_uOrhTiYD8/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SuUxKLG_bvI/AAAAAAAAAKg/X_uOrhTiYD8/s320/images1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396773779323973362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada sahabat, saudara ataupun tetangga yang akan berangkat haji, selalu dada ini terasa sesak dan tak dapat menahan mata yang berkaca-kaca, tak terasa air matapun jatuh. Membaca berita-berita kegiatan haji di Koran, di tv tak terasa kembali dada ini tersa sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang sujud-sujud panjang di Multazam, doa-doa pengharapan di depan Ka’bah, iringan gema kalimah Talbiyah, cucuran air mata di Hijr Ismail, wangi batu hajar aswad, thawaf yang 7 kali, sai sambil membayangkan perjuangan Siti Hajar yang sedang kehausan mencari air untuk Ismail tercinta, dan tentu saja wukuf yang merupakan gladi resik Padang Mahsyar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Arafah jamaah berdoa, berdzikir, dan menangis, membayangkan nanti di Padang Mahsyar, kampong tempat kita semua akhirnya akan pulang ke sana, kita tegang, cemas, dan takut ribuan tahun lamanya menunggu selesainya antrian mahapanjang pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi urusan apa di dunia yang lebih penting dari mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk memenangkan pengadilan akhirat kelak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Minggu-minggu ini setiap hari terasa begitu menyesakkan dada. Entah seberapa besar keinginan hati ini untuk bisa ke sana. Melupakan semua persoalan dunia, dengan sisa kepasrahan dan penghambaan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi haji memang bukan semata-mata berbekal materi semata ataupun ketangguhan fisik. Pergi haji memenuhi panggilan nabi Ibrohim. Memenuhi undangan Allloh SWT. Disana kita menapak tilasi kehidupan keluarga Nabi Ibrahim. Perjuangan Siti Hajar, pengorbanan terbesar Nabi Ibrahim melepas putra tercintanya, Ismail. Melempari setan atas segala bujuk rayunya . &lt;br /&gt;Dan membayangkan Padang Mahsyar nanti. Kerinduan kepada baginda Rasul ketika kita sujud di Raudah, membayangkan manusia paling mulia berkhotbah di mimbarnya.&lt;br /&gt;Ya Alloh seberapa besar rindu ini akan itu semua .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohumma yassirlanaa ziyaarotal haromain&lt;br /&gt;• Ya Alloh mudahkanlah bagi kami untuk pergi (haji) ke dua tanah suciMu (Makkah dan Madinah)&lt;br /&gt;• Kami ( siap ) penuhi pangilan-Mu, ya Alloh, tiada sekutu bagi Engkau ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan wahai saudara-saudaraku. Berbahagialah atas panggilan Alloh ini. Kalian menjadi tanu Alloh. Doa kami meyertai kalian. Semoga menjadi haji mabrur. Doa kalianpun kami nantikan, agar kamipun bisa seperti kalian. Untuk mengobati kerinduan yang mendalam Berhaji ke Baitullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-2794054639326323814?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/2794054639326323814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/10/kerinduan-berhaji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2794054639326323814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2794054639326323814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/10/kerinduan-berhaji.html' title='Kerinduan Berhaji'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SuUxKLG_bvI/AAAAAAAAAKg/X_uOrhTiYD8/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3434161656037954305</id><published>2009-10-04T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T20:06:18.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hikmah Puasa Syawal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Ss1Wy_XTdzI/AAAAAAAAAKY/0rebU7AtGmo/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Ss1Wy_XTdzI/AAAAAAAAAKY/0rebU7AtGmo/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390059763034978098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh sangat beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini sungguh keutamaan yang luar biasa, saudaraku. Marilah melaksanakan puasa tersebut demi mengharapkan rahmat dan ampunan Alloh. Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah diantaranya :&lt;br /&gt;1.Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh&lt;br /&gt;2.Puasa Syawal dan puasa  Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang akan menyempurnakannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Alloh Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “ Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebakan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ia adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.Karena Alloh telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta janji mengampuni dosa kita yang telah lalu, maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf terdahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Alloh atas taufik yang diberikan. ( Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.Penjelasan  penting yang harus diperhatikan : Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ ( tangggungan ) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadist di atas, Nabi SAW mengatakan : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan .....” Jadi apabila puasa ramadhannnya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.Apabila seseorang menunaikan puasa syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah mutlaq ( puasa sunnah biasa ) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa syawal  karena kita kembali ke perkataan Nabi SAW, “ Barangsiapa berpuasa ramadhan ... .”Wallohu’alam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3434161656037954305?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3434161656037954305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/10/hikmah-puasa-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3434161656037954305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3434161656037954305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/10/hikmah-puasa-syawal.html' title='Hikmah Puasa Syawal'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Ss1Wy_XTdzI/AAAAAAAAAKY/0rebU7AtGmo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-1981466634989077407</id><published>2009-09-19T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T01:07:26.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mohon maaf Lahir dan Batin</title><content type='html'>&lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/08054.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent" height="357" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;Lihat Kartu Ucapan Lainnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; (&lt;span class="card_bold"&gt;KapanLagi.com&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-1981466634989077407?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/1981466634989077407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/1981466634989077407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/1981466634989077407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html' title='Mohon maaf Lahir dan Batin'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-7628188330777608266</id><published>2009-09-03T05:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T05:09:00.553-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pertama, Search Engine Halal di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sp-wM6k0TAI/AAAAAAAAAKI/CE3Ntf7cz8Q/s1600-h/imhalal.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sp-wM6k0TAI/AAAAAAAAAKI/CE3Ntf7cz8Q/s320/imhalal.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377210216032259074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mesin pencari internet pertama bagi umat Islam. Tak ada unsur porno atau kontens kekerasan                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin pencari internet pertama bagi konsumen muslim dioperasikan. Sebagaimana ditulis koran Daily Teleghraph Rabu (2/9), mesin pencari internet bernama &lt;a href="http://www.imhalal.com/"&gt;www.Imhalal.com&lt;/a&gt;, hanya memberikan layanan informasi yang halal dan sesuai ketentuan Islam bagi kaum muslim dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reza Sardeha, pendiri mesin pencari ini mengatakan, "Dengan menggunakan metode dua lapis, mesin pencari menganalisa semua informasi internet dan menyajikannya kepada konsumen," ujarnya. Mesin pencari ini secepatnya akan memberikan informasi islami lebih besar, termasuk pilihan ayat Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.imhalal.com/"&gt;www.Imhalal.com&lt;/a&gt; didedikasikan untuk menyediakan content yang sehat, tidak ada unsur porno maupun content ofensif dan eksplisit, serta vulgar. Intinya, segala yang berbau maksiat benar-benar dieliminasi sedemikian rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari namanya yang bernuansa islami, ImHalal, maka kita bisa mengetahui bahwa situs ini memang lebih dikhususkan untuk umat muslim. Pendiri situs ini Reza Sardeha telah melakukan penelitian beberapa waktu lamanya dan telah berkonsultasi dengan para ulama, sebelum situs ini benar-benar dipublikasikan untuk umum. Semangat situs ini cocok dipakai untuk bulan puasa ketika umat Islam sedang menjalankan ibadahnya.&lt;br /&gt;Cara kerja ImHalal menggunakan dua sistem berlapis. Pertama, mesin pencarian akan menganalisa konten yang akan diambil dari semua situs dan menyeleksinya. Kedua, konten terlarang tidak akan diikutkan dalam situs pencarian. Ketika seseorang mengetikkan keyword yang menuju akses ke situs tersebut, maka akan ada peringatan tingkat haram dan saran untuk tidak berusaha mengaksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-7628188330777608266?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/7628188330777608266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/09/pertama-search-engine-halal-di-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7628188330777608266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7628188330777608266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/09/pertama-search-engine-halal-di-dunia.html' title='Pertama, Search Engine Halal di Dunia'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sp-wM6k0TAI/AAAAAAAAAKI/CE3Ntf7cz8Q/s72-c/imhalal.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-1790334764598487571</id><published>2009-08-18T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T06:24:22.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kamu Sudah Tahu, maka Berkomitmenlah !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SoqpAH9aY3I/AAAAAAAAAKA/I21wL-xC4Vs/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SoqpAH9aY3I/AAAAAAAAAKA/I21wL-xC4Vs/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371291325194462066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahai diriku….., mari coba tatap dalam-dalam dan bertanyalah siapa kamu ? Maka disana akan terlihat seluruh kelemahan yang ada.Balil insanu’ala nafsihi bashirah. Bercerminlah kepada seorang sahabat: Handzalah bin Rabi’ Al-Usaidi r.a. Ia salah satu penulis wahyu yang dengan segala kesadaran dirinya sendiri mengatakan,”Nafaqo Handzalah, telah munafik Handzalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku …….., apa yang terjadi pada diri Handzalah sampai-sampai menegur dirinya sendiri seperti itu ? Padahal beliau sangat dekat Rasululloh. Jawabnya tak lain adalah kejujuran diri. Handzalah merasa iman yang dimilikinya terasa kuat ketika berda di dekat Rasululloh saw. Seakan ia menatap surga dan neraka dengan kedua matanya. Namun ketika kembali sibuk dengan keluarganya, dengan aktivitas duniawinya, ia merasakan kondisi dirinya sangat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diriku ……, dengan kata apa kau harus mengungkap kondisimu ? Seperti ungkapan Handzalah kah ? Atau lebih dari itu ? Atau lebih buruk  Ya Alloh, ampunilah hambamu ini. Bukankah kamu juga telah mengenal siapa dirimu ? Yang lebih sibuk dengan dunia ? Diri yang lemah dalam beribadah, diri yang merasa berat untuk berkorban untuk taat ? Diri yang banyak bicara sedikit kerja ? lalu apakah kamu masih terus melakukan itu padahal Alloh swt telah menegurmu:”Aradhitum bil hayatiddunya minal akhirah, apakah kalian lebih cinta dunia dibanding akhirat ?” Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku ……, Bercerminlah wahai diriku, kepada sahabat Huzaifah r.a kala menjawab pertanyaan Rasululloh saw,”Bagaimana kondisimu hari ini, wahai Hudzaifah?” Dengan percaya diri ia menjawab,”Alhamdulillah, ya Rasululloh, saat ini aku menjadi seorang mukmin yang kuat iman.”Rasululloh saw kembali bertanya,”Hai Huzaifah, sungguh segala sesuatu itu ada buktinya. Maka apa bukti dari pernyataamu itu ?” Jawab Huzaifah ra, “Ya rasululloh, tidak suatu pagi pun  yang aku hidup padanya dan aku berharap sampai pada sore hari; dan tiada  sore pun hari yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk hidup sampai pagi hari, melainkan aku melihat dengan jelas di depan mataku surga yang penduduknya bercanda ria menikmati keindahannnya dan aku melihat neraka dengan penghuninya yang berteriak menjerit histeris  merasakan dahsyatnya siksa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku …..,adakah kau merindukan surga  sehingga gelora semangatmu membahana memenuhi ruas pori-pori jiwamu, tergerak seluruh kesadaranmu untuk bermujahadah dan berjihad meraih ridha-Nya? Dan apakah kamu takut dan miris akan dahsyatnya siksa neraka sehingga tak satu pun sel tubuh ini kecuali berupaya terlindungi dari sengatannya pada hari pembalasan nanti ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku ….., jika kamu telah mengatahui segala kelemahan yang ada, lalu kamu tidak segera menanggulanginya, maka ketahuilah kamu termasuk orang-orang yang merugi ! Begitulah pula ketika kamu telah mengetahui kekuatanmu dan kamu tidak bisa mempertahankannya, maka kamu pun termasuk orang merugi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perbaiki, jaga, dan tumbuh suburkan kekuatan itu agar amal sholeh, ketaatan, dan dakwah tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-1790334764598487571?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/1790334764598487571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/08/kamu-sudah-tahu-maka-berkomitmenlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/1790334764598487571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/1790334764598487571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/08/kamu-sudah-tahu-maka-berkomitmenlah.html' title='Kamu Sudah Tahu, maka Berkomitmenlah !'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SoqpAH9aY3I/AAAAAAAAAKA/I21wL-xC4Vs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-6076844284168864204</id><published>2009-07-29T22:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T22:14:49.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Aku Tinggalkan Anak-anakku Demi Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SnEsHVZAL2I/AAAAAAAAAJ4/lGZjG60LeY0/s1600-h/ayat_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SnEsHVZAL2I/AAAAAAAAAJ4/lGZjG60LeY0/s320/ayat_thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364117135687692130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski pedih, ia hancurkan rasa cinta kepada dua putranya tersayang, karena Kavita lebih memilih cintanya kepada Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Namaku dulu adalah Kavita, dan nama panggilanku Poonam. Setelah memeluk Islam, aku bernama Nur Fatima. Usiaku 30-an tahun. Tapi aku merasa baru berumur lima tahun, karena pengetahuanku tentang Islam tidak melebihi pengetahuan anak usia 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dulu bersekolah di Mumbai, di sebuah sekolah yang cukup besar khusus untuk anak-anak dari keluarga bangsawan. Kemudian aku melanjutkan pendidikan ke Universitas Cambridge. Setelah menyelesaikan program master, aku mengambil banyak kursus komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyesal, banyak gelar duniawi yang sudah diraih, tapi aku belum melakukan apapun untuk kehidupan akhirat. Sekarang aku ingin melakukan sesuatu untuk akhiratku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan tempat aku dibesarkan, adalah lingkungan Hindu ekstrimis yang sangat membenci Islam. Keluargaku bagian dari dari organisasi Hindu garis keras, Shiv Sena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menikah di Mumbai, dan memiliki dua orang putra. Bersama suami dan anak-anak, kami kemudian pindah ke Bahrain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memeluk Islam setelah menikah, tapi aku sudah tidak meyukai menyembah dewa-dewa pujaanku sejak aku beranjak dewasa. Aku ingat, suatu hari aku membuang sesembahanku ke kamar mandi. Ketika ibu menegur aku, kukatakan padanya bahwa benda-benda itu tidak bisa melindungi diri mereka sendiri. Jadi mengapa kita meminta berkah dari mereka, menyembah mereka. Apa yang bisa mereka berikan kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ritual di keluarga kami, jika seorang gadis sudah menikah, maka ia membasuh kaki suaminya, lalu meminum air basuhannya. Tapi aku menolak melakukan hal itu sejak hari pertama menikah. Karena itu aku  dimarahi habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih sendiri aku pernah mengikuti sekolah pendidikan guru, dan aku suka mengendarai mobil sendirian. Aku kadang mengunjungi sebuah Islamic Center terdekat. Di sana, aku mendengarkan pembicaraan orang, dan akhirnya mengetahui bahwa orang Islam tidak menyembah dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mencari karunia dari seseorang yang lain. Mereka tidak punya Baghawan. Aku suka cara pandang mereka. Pada akhirnya aku mengetahui, yang mereka sembah ternyata adalah Allah, Yang Mengurus segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkesan sekali dengan shalat. Awalnya aku tidak tahu itu adalah cara orang Islam berdoa. Yang aku tahu orang Islam sering melakukannya. Dulu kusangka itu semacam olahraga. Aku baru mengetahui gerakan itu dinamakan shalat ketika mulai mengunjungi Islamic Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering bermimpi setiap kali tidur. Aku melihat ada sebuah ruangan persegi empat. Mimpi itu selalu mengganggu tidurku dan membuat aku terbangun dalam keadaan berkeringat. Ruangan yang sama selalu muncul dalam mimpi ketika aku tidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah aku pindah ke Bahrain, tempat yang membantu aku memahami Islam dengan lebih baik. Karena itu adalah sebuah negara Muslim, maka aku dikelilingi oleh tetangga Muslim. Aku berteman dengan seorang  Muslimah. Ia jarang mengunjungiku, tapi aku sering mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia melarang aku mengunjungi rumahnya, karena waktu itu bulan Ramadhan, bulan untuk beribadah. "Ibadahku terganggu karena kamu berkunjung ke rumah," begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat ingin tahu tentang ibadah ritual yang dilakukan orang Islam. Oleh karena itu aku memintanya untuk tidak melarangku berkunjung ke rumahnya. Aku berkata, "Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Aku hanya akan melihat apa yang kamu lakukan. Aku tidak akan berkata apapun, dan hanya akan mendengar apa yang kamu baca." Maka ia pun tidak melarangku berkunjung ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melihatnya sedang beribadah, aku tertarik untuk menirukannya. Kemudian aku bertanya padanya tentang "gerak badan" itu. Ia memberitahu, itu namanya shalat. Dan buku yang selalu ia baca, adalah kitab suci Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap bisa melakukan semua yang ia lakukan. Aku pulang ke rumah dan mengunci diri dalam kamar. Aku meniru semua apa yang dilakukan temanku secara diam-diam, meskipun aku tidak tahu banyak mengenai hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku lupa mengunci kamar dan melakukan shalat, ketika itu suamiku masuk. Ia bertanya, apa yang aku lakukan. Aku bilang, "Aku melakukan shalat." Ia pun berkata, "Apakah kamu masih waras? Kamu tahu apa yang kamu katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku ragu. Mataku terpejam dan ketakutan. Tapi tiba-tiba, aku merasa ada sebuah kekuatan besar dalam diriku, yang membuat aku berani untuk menghadapi situasi saat itu. Aku berkata bahwa aku sudah memeluk agama Islam, dan karena itu aku melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku berseru, "Apa?! Apa kamu bilang? Coba kamu katakan sekali lagi?" Aku mengulangi ucapanku, sambil memberi tekanan, "Ya! Aku masuk Islam." Mendengar hal itu ia langsung memukuli aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakakku mendengar suara ribut-ribut dan mendatangi kami. Ia berusaha menyelamatkan aku. Tapi, ketika suamiku menceritakan semuanya, ia pun maju dan ikut memukuli aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menghentikannya dengan berkata, "Kamu tidak perlu ikut campur. Aku tahu apa yang baik dan apa yang buruk buatku. Aku telah memilih jalanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataanku itu, suamiku semakin naik pitam. Ia menyiksaku sedemikian rupa hingga aku tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu semua terjadi, kedua putraku berada di rumah. Saat itu putra pertamaku berusia 9 tahun dan adiknya 8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah peristiwa itu, aku tidak diperbolehkan bertemu siapapun. Aku dikurung dalam sebuah ruangan. Meskipun sebenarnya belum benar-benar memeluk Islam, tapi aku selalu mengatakan bahwa aku telah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, ketika aku masih dikurung, putra sulungku datang dan menangis dalam pelukanku. Aku bertanya, kemana anggota keluarga yang lain. Ia bilang mereka semua pergi mengunjungi sebuah acara. Tak ada seorang pun di rumah. (Malam itu ada sebuah festival keagamaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putraku minta agar aku kabur dari rumah, karena keluargaku akan membunuhku. Aku katakan padanya, bahwa hal seperti itu tidak akan terjadi. Mereka tidak akan menyakiti aku. Dan kukatakan pada putraku, agar ia menjaga dirinya sendiri dan juga adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia terus memaksa dan memohon agar aku meninggalkan rumah. Aku berusaha membuatnya mengerti, jika aku pergi maka aku tidak bisa bertemu dirinya dan adiknya. Namun ia menjawab, aku akan bisa menemui mereka jika aku masih hidup. "Pergilah mama, mereka akan membunuhmu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Aku tak bisa melupakan peristiwa itu, ketika putra pertamaku membangunkan adiknya dan berkata, "Bangunlah. Mama akan pergi meninggalkan rumah. Temuilah ia sekarang, karena kita tidak tahu apakah kita akan berjumpa lagi dengannya atau tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pertama kali si bungsu melihatku setelah kami tak jumpa sekian lama. Ia mengusap-usap matanya ketika melihatku. Ketika aku mendekatinya, ia pun memelukku dan menangis tersedu-sedu. Anak-anak mungkin sudah mengetahui semuanya. Ia hanya berkata, "Mama akan pergi?" Aku hanya mengangguk, dan meyakinkannya jika kami akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa meremukkan cinta seorang ibu dengan kakiku. Di satu tangan aku menggenggam cinta anak-anakku, dan di tangan lain aku menggenggam cintaku pada Islam yang akan menggantikannya. Aku merintih dan memeluk erat anak-anakku. Aku berusaha menghancurkan cintaku pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka-lukaku masih segar, aku tidak bisa berjalan. Namun aku berusaha untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua putraku menyaksikan kepergianku malam itu, di malam yang gelap dan dingin. Mereka melambaikan tangan sambil menangis di pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa melupakan saat-saat itu. Setiap kali aku mengingatnya, aku teringat orang-orang yang telah meninggalkan rumah dan keluarga mereka demi untuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meninggalkan rumah, aku langsung menuju ke kantor polisi. Masalahku saat itu, mereka tidak mengerti bahasaku. Untungnya, seorang di antara mereka bisa berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku sulit bernapas dan tidak bisa bicara karena gemetaran. Aku memintanya agar mengizinkanku beristirahat sampai aku bisa memulihkan keadaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian aku pun pulih. Aku katakan padanya kalau aku meninggalkan rumah dan ingin memeluk Islam.  Aku ragu-ragu untuk menceritakan semua kejadian yang sebenarnya. Namun polisi itu berusaha menenangkanku dan berkata bahwa ia seorang Muslim, ia akan membantuku semaksimal mungkin. Kemudian aku diajak pulang ke rumahnya dan diberi tempat menginap di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, suamiku mendatangi kantor polisi meminta bantuan. Ia mengatakan bahwa istrinya telah diculik. Tapi kemudian dikatakan kepadanya bahwa istrinya tidak diculik. Istrinya datang sendiri ke kantor polisi. Karena ia ingin memeluk Islam, maka suaminya tidak lagi memiliki hubungan dengannya karena berbeda agama. Jadi istrinya tidak boleh pergi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku memaksa, dan mulai mengancam. Tapi aku sendiri menolak untuk pergi bersamanya. Aku mengatakan bahwa ia boleh mengambil semua perhiasanku, tabungan, dan rumah milikku. Tapi aku tidak akan pergi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ia tidak menyerah. Namun, karena melihat kegigihanku menolaknya, ia pun minta dibuatkan pernyataan tertulis bahwa ia mendapatkan semua harta bendaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi yang menolongku berkata bahwa sekarang keluargaku tidak bisa menyakitiku lagi, dan aku bisa memeluk Islam. Aku berterima kasih padanya, lalu pergi ke rumah sakit, karena seluruh badanku penuh dengan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggal beberapa hari di rumah sakit. Suatu hari seorang dokter bertanya, "Dari mana asalmu? Tidak ada seorang anggota keluarga pun yang datang menjengukmu ke rumah sakit."  Aku diam, tidak menjawab. Sebab aku meninggalkan rumah karena mencari satu hal. Dan sekarang aku tidak memiliki rumah atau keluarga. Yang aku miliki hanya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi Muslim yang menolongku, ia memanggilku sebagai seorang saudara perempuan. Dan ketika aku berada di rumahnya, ia memperlakukanku seperti saudara kandungnya. Ia telah memberiku tempat berteduh di malam yang dingin, ketika aku kehilangan seluruh keluargaku. Aku tidak akan pernah melupakan jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku berada di rumah sakit, aku bingung. Apa selanjutnya yang harus aku lakukan? Kemana aku harus mencari tempat berlindung yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari rumah sakit, aku langsung pergi ke Islamic Center. Saat itu tidak ada seorang pun, hanya ada seorang bapak tua yang sepertinya tinggal di sana. Aku menemuinya, dan kukatakan maksud kedatanganku. Sejenak ia merasa ragu, lalu berkata, "Nak, sari ini bukanlah pakaian seorang Muslimah. Pergi dan pakailah kerudung, tutupilah dirimu sebagaimana orang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mempunyai sisa uang yang kubawa ketika meninggalkan kantor polisi. Kubeli seperangkat pakaian dengan uang itu, lalu kembali ke Islamic Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua itu mengajariku cara berwudhu. Setelah aku berwudhu, ia membawaku ke sebuah ruangan. Ketika memasuki ruangan itu, aku melihat sebuah gambar tergantung di dinding. Aku terdiam, karena aku melihat ruangan seperti yang ada dalam mimpiku. Seketika aku berseru, "Ini yang sering aku lihat dalam mimpiku. Yang selalu mengganggu tidurku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua tersenyum, ia berkata bahwa itu adalah rumah Allah. Muslim dari seluruh penjuru dunia datang ke rumah itu untuk melakukan haji dan umrah. Namanya Baitullah. Aku terkejut mengetahuinya. Aku pun bertanya, "Apakah Allah tinggal di sebuah rumah?" Ia menjawab, pertanyaan-pertanyaanku dengan senyum dan penuh perhatian. Sepertinya ia tahu banyak tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengalami kesulitan berbicara dengannya. Ia menjelaskan setiap hal dalam bahasa ibuku. Aku merasakan kebahagiaan yang aneh saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membimbingku mengucapkan syahadat. Kemudian menjelaskan tentang Muslim dan Islam. Setelah itu aku merasa tidak takut dan juga tidak ada beban dalam pikiranku. Aku merasa diriku sangat cerah. Rasanya seperti berenang di tempat kotor, lalu pindah ke dalam air yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola Islamic Center itu mengangkatku sebagai anak, dan membawaku pulang ke rumahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikahkah aku dengan seorang Muslim. Keinginan pertamaku saat itu adalah melihat rumah Allah. Lalu aku pun pergi melakukan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku memeluk Islam, aku tidak pernah kembali ke India, dan aku pun tidak ingin pergi ke sana. Keluargaku mempunyai hubungan dengan organisasi-organisasi politik dan Hindu di sana. Mereka bahkan telah menawarkan sejumlah uang untuk kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku diberitahu bahwa mujahidin adalah orang-orang yang suka menindas. Dan mereka sering melakukan penindasan melewati batas. Kami dibuat agar membenci mujahidin. Tapi sekarang aku telah mendapatkan kebenaran, dan aku mencintai mereka. Kuucapkan doa untuk mujahidin dalam setiap shalatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga berdoa kepada Allah, jika Ia mengaruniaiku dengan anak-anak laki-laki, aku akan sangat bahagia jika melihat mereka ada dalam barisan para mujahid. Aku akan mempersembahkan mereka untuk kejayaan Islam. Insya Allah.[di/iw/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-6076844284168864204?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/6076844284168864204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/aku-tinggalkan-anak-anakku-demi-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/6076844284168864204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/6076844284168864204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/aku-tinggalkan-anak-anakku-demi-islam.html' title='Aku Tinggalkan Anak-anakku Demi Islam'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SnEsHVZAL2I/AAAAAAAAAJ4/lGZjG60LeY0/s72-c/ayat_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-5713844943620225422</id><published>2009-07-20T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T06:23:08.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menangkap Peluang Kebajikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRupvl58RI/AAAAAAAAAJQ/PN43xblrTMY/s1600-h/kebun+kurma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRupvl58RI/AAAAAAAAAJQ/PN43xblrTMY/s320/kebun+kurma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360531119906877714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengn hujjah yang nyata. Maha Suci Alloh, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” ( QS. Yusuf: 108 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kadang tak ubahnya seperti merawat bunga mahal. Perlu ketelitian dan kesabaran agar bunga tetap indah. Sedikit saja sembrono, bukan saja bunga indah menjadi layu. Tapi, penyakitnya bisa menular ke bunga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang gelisah ketika sampai tiga kali Rasululloh  SAW menyebut akan datang ahli surga. Dan tiga kali orang yang datang selalu dia. Beliau adalah Saad bin Abi Waqash. Kegelisahanpun menjadikan Abdullah bin Umar menyatakan diri ingin bertandang ke rumah Saad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari ia bermalam di rumah Saad, tapi hasilnya biasa-biasa saja. Tidak ada ibadah istimewa yang berbeda dengan biasa diamalkan para sahabat lain. Hingga lebih dari dua malam, Ibnu Umar terus terang. “saya Cuma ingin tahu, amal istimewa apa yang Anda lakukan hingga Rasul menyebut Anda ahli surga,”begitulah kira-kira ucap putera Umar bin Khathab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saad dengan tanpa sedikit pun merasa bangga mengatakan,”Tidak ada perbuatan ibadah saya  yang istimewa . Kecuali, tiap menjelang tidur, saya selalu membersihkan hati saya dari hasad, kecewa, dan benci dengan semua saudara mukmin selama pagi hinga malam. Itu saja!” Seperti itulah jawaban Saad. Sederhana, tapi istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Ibnu Umar, Thalhah pun pernah gelisah. Beliau khawatir kalau sebuah ayat yang baru saja turun berkenaan dengan dirinya. Ayat itu berbunyi,”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Alloh mengtahui.” ( QS Ali Imron :92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, ada satu kebun kurma subur milik Thalhah yng begitu menambat hatinya. Hampir tiap hari ia berkunjung ke situ. Shalat Ashar dan Dhuhur disitu, tilawah dan zikir pun di kebun indah itu. Ia nikmati kicauan burung, dan pemandangan sejuk hijaunya dedaunan kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarikny kegelisahan itu tidak ia tanyakan ke Rasululloh. Tapi, langsung ia infakkan buat jalan dakwah. Ia nyaakan di hadapan Rasululloh kalau kebun kesayangannya itu diwakafkan buat kepentingan perjuangn Islam. Subhanalloh!&lt;br /&gt;Begitulah para sahabat Rasul. Mereka begitu gelisah ketika diri belum berhasil menagkap peluang kebaikan. Padahal, peluang itu sudah ditawarkan melalui ayat Al Quran yang baru saja turun atau ucapan Rasul. Kegelisahan itu belum akan sembuh hingga mereka benar-benar telah mengambil peluang itu dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sikap ihsan yang dicontohkan para sahabat dalam menata diri. Mereka begitu menjaga mutu amal agar tetap the best. Selalu terdepan. Tidak heran semangat fastabihul khairot atau berlomba berbuat baik begitu memasyarakat di kalangan sahabat Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka seringkali terbingkai dalam sebuah ayat Al Quran tentang generasi pewaris Nabi. Dalam surah Faathir ayat 32.”Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami. Lalu, diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Alloh. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ihsan itulah yang menjadikan pada sahabat Rasul selalu punya hubunrmonis degan hangan Yang Maha Penyayang, Alloh SWT. Hati mereka begit terpaut dengan mutu ibadah yang serba terbaik. Tidak heran jika berkah kemenangan selalu memancar di tiap sepak terjang perjuangan mereka. Siapapun yang mereka lawan. Dan seperti apapun kendala perjuangan yng mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam hubungan muamalah sesame manusia. Mereka tidak sedang menyulam  benang vertical sementara tali horizontal terburai. Hubungan kepada Alloh slalu the best, dan kepada manusia sangat terawatt. Tidak ada hubungan dagang, perjanjian, hidup bertetangga yang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu sempurna karena setidaknya ada tiga hal.&lt;br /&gt;Pertama, pemahaman dan ketaatan yang begitu utuh terhadap aturan Islam. Mungkin ini wajar karena Islam yang mereka peroleh langsung dari sumbernya yang pertama, Rasululloh SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kehausan mereka dengan ilmu selalu berdampak pada perubahan diri dan amal dihadapan manusia. Ini mungkin yang mahl. Mereka belajar Islam bukan buat sekedar ilmu pengetahua. Apalagi, Cuma kliping matri. Tapi, benar-benar sebagai penuntun langkah yang segera mereka ayunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketiga, adanya keteladanan dari pihak yang sangat mereka hormati. Inilah yang mungkin langka. Tapi, ini pula yng mungkin menentukan. Membumi tidaknya sebuah nilai di tengah masyarakat sangat tergantung dari sepak terjang pelopornya. Cocokkan antara ucapan dan perbuatan. Jika klop, nilai akan berkembang dengan pesat. Tapi jika sebaliknya, sebuah nilai hanya sekedar kumpulan pengetahuan yang Cuma bagus dalam almari pajangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berfirman, “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Alloh dengn hujjah yang nyata. Maha Suci Alloh, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” ( QS. Yusuf: 108 )&lt;br /&gt;‘Aku dan orang-orang yang mengikutiku.’ Itulah symbol keteladanan yang beruah ketaatan dan semangat kerja yang selalu membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-5713844943620225422?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/5713844943620225422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/menangkap-peluang-kebajikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/5713844943620225422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/5713844943620225422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/menangkap-peluang-kebajikan.html' title='Menangkap Peluang Kebajikan'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRupvl58RI/AAAAAAAAAJQ/PN43xblrTMY/s72-c/kebun+kurma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-7038896900687817410</id><published>2009-07-02T05:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T06:34:55.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Yang Didoakan Malaikat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahuluiNya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Alloh mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Alloh, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya” (QS. Al Anbiyaa’ 26-28 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci&lt;br /&gt;Dari Abudullah bin Umar ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan bersuci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Alloh, ampunillah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’&lt;br /&gt;( dalam Shahih At Taghrib wat Tarhib I/37)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Orang yang duduk menunggu sholat&lt;br /&gt;Abu Hurairah ra. berkata, bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantar a kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat mendoakannya ‘Ya Allloh, ampunillah ia. Ya Allloh sayangilah ia ‘ ( Shahih Muslim no 469 )&lt;br /&gt;3. Orang-orang yang berada di shaf bagian depan di dalam sholat&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud ( dan Ibnu Khuzaimah ) dari Barra’ bin ‘Azib ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bershalawatkepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan” ( Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;br /&gt;4.  Orang-orang yang menyambung shaf ( tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf )&lt;br /&gt;Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda,’Sesungguhnya Alloh dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;br /&gt;5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin” ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda, Jika seor ang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi’alaihim waladh dh alinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barang siapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (Shahih Bukhari no 782)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullloh SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata,’Ya Alloh ampunillah dan sayangilah ia’ (Al Musnad no 8106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah &lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bah Rasululloh SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai haba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tingal, lalu Alloh bertanya kepada mereka,’Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab,’Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedangmelakukan sholat, maka ampunillah mereka pada hari kiamat”(Al Musnad no 9140)&lt;br /&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasanya Rasululloh SAW bersabda,”Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan” ( Shahih Muslim no 2733 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang-orang yang berinfak&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Tidak satu haripun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantaranya berkata, ‘Ya Alloh, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan lainnya berkata,’Ya Alloh, hancurkanlah harta orang yang pelit’ ( Shahih Bukhari no.1442 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Orang yang makan sahur&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda,’Sesungguhnya Alloh dan malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur’(Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)&lt;br /&gt;11. Orang yang menjenguk orang sakit&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasululloh SAW bersabda,”Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Alloh akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh” ( Al Musnad no.754)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-7038896900687817410?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/7038896900687817410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/yang-didoakan-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7038896900687817410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7038896900687817410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/07/yang-didoakan-malaikat.html' title='Yang Didoakan Malaikat'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-83469350476293803</id><published>2009-06-27T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-27T05:34:41.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tidak Sekedar Menjenguk si Sakit</title><content type='html'>Rasulullah berkata, apabila seorang muslim menjenguk orang muslim yang sedang sakit, maka ia berada di dalam ‘khurfatul jannah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjenguk orang sakit amat dianjurkan dalam ajaran Islam. Karena amalan ini disamping bernilai ibadah, juga memberikan dampak positif tak hanya kepada si sakit, si penjenguk pun memperoleh manfaat darinya. Akan tetapi itu bisa diperoleh maksimal jika diiringi dengan amalan-amalan lainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan di dalam hadits sahih muttafaq  'alaih  dari  Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima:  menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Bukhari  meriwayatkan  dari  Abu  Musa  al-Asy'ari,   ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan tolonglah orang yang kesusahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Ktab Nailul-Authar, yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw. tentang 'hak orang muslim' ialah tidak  layak ditinggalkan dan  melaksanakannya ada kalanya hukumnya wajib atau  sunnah  muakkad yang  menyerupai   wajib.   Sedangkan menggunakan  perkataan  tersebut  --yakni  haq  (hak)—dengan kedua arti di atas termasuk bab  menggunakan  lafal  musytarik dalam   kedua   maknanya,   karena   lafal  al-haq  itu  dapat dipergunakan dengan arti 'wajib', dan dapat juga  dipergunakan dengan arti 'tetap,' 'lazim,' 'benar,' dan sebagainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mulianya amalan menjenguk orang sakit, sampai-sampai Rasulullah bersabda. "Sesungguhnya apabila seorang muslim menjenguk orang muslim lainnya, maka ia berada di dalam khurfatul jannah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: "Wahai Rasulullah, apakah khurfatul jannah itu?" Beliau  menjawab, "Yaitu taman buah surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebelum kita semua melakukan amal kebajikan ini, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang hendak menjenguk orang sakit;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya tentang Kondisi Si Sakit kepada Keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, ketika seseorang menjenguk si sakit, maka ia juga bertemu juga dengan keluarganya. Hendaknya penjenguk menanyakan kondisi si sakit kepada mereka terlebih dahulu. Karena mereka juga memahami benar kondisi kesehatan si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa suatu saat Ali bin Abu Thalib pergi, setelah ia berada bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (SAW) di saat beliau menderita sakit, yang menyebabkan wafatnya beliau. Orang-orang mengatakan,”Wahai Abu Hasan (julukan Ali bin Abi Thalib), bagaimana keadaan Rasulullah (SAW)?” Ia menjawab,”Pagi ini alhamdulillah, beliau sembuh.” (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kepada Si Sakit tentang Kondisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sudah mengetahui keadaan si sakit lewat keluarganya, perlu juga bertanya kepada si sakit, disamping untuk memperoleh informasi tambahan, bertanya kepadanya bisa meringankan, karena ia merasa ada yang memperhatikan kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (SAW) bersabda,”Kesempurnaan menjenguk orang sakit...hendaknya salah satu diantara kalian meletakkan tangannya di atas kening si sakit atau tangannya dan mengatakan kepadanya, bagaimana keadaannya.” (Riwayat Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendoakan si Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu (RA) ia berkata,”Rasulullah (SAW) menjenguk saya ketika saya sakit dan mengatakan,”Allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan.” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa itu bermakna, ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Selain doa ini, ada pula beberapa doa yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpesan kepada Keluarga Si Sakit agar Melayaninya dengan Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang perempuan dari Juhainah mendatangi Rasulullah (SAW) dalam keadaan hamil karena perzinaan lalu ia mengatakan,”Wahai Rasulullah, saya telah terkena hadd, maka lakukanlah itu kepada saya.” Maka Rasulullah (SAW) mendatangi walinya dan berpesan,”Perlakukanlah ia dengan baik...” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menyamakan kondisi hamil dengan sakit. Sehingga Imam Nawawi menjadikan hadits ini sebagai dalil atas dianjurkannya berpesan kepada keluarga agar memperlakukan si sakit dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghibur Si Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar si sakit merasa tenang, dianjurkan juga penjenguk menghiburnya. Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjungi orang sakit...hilangkan kekhawatirannya mengenai ajal, itu tidak bisa menolak apapun, akan tetapi bisa menghibur dirinya.” (Riwayat Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Alan menjelaskan, bahwa menghibur si sakit bisa menggunakan ungkapan, Allah akan memperpanjang umurmu atau Allah akan menyembuhkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebut Kebaikan Si Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebut kebaikan si mayit, bisa membesarkan hatinya, terutama dalam menghadapi situasi yang membuat si sakit khawatir. Ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Syumamah, ia berkata,”Kami menghadiri Amru bin Ash (RA) dan beliau telah mendekati ajal. Beliau menangis lama, kemudian memalingkan wajahnya ke dinding, hingga putra beliau mengatakan,”wahai ayah, bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta Doa kepada Si Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjenguk si sakit memberi manfaat juga kepada si penjenguk, karena doa si sakit lebih mudah terkabul. Sehingga dianjurkan agar penjenguk meminta doa kepada si sakit.  Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjugi orang sakit...maka mintalah agar ia mendoakanmu. Sesungguhnya doanya seperti doa para malaikat.” (Riwayat Ibnu Majah). [tho/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-83469350476293803?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/83469350476293803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/06/tidak-sekedar-menjenguk-si-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/83469350476293803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/83469350476293803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/06/tidak-sekedar-menjenguk-si-sakit.html' title='Tidak Sekedar Menjenguk si Sakit'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-5368776042007763175</id><published>2009-04-02T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T07:48:05.203-07:00</updated><title type='text'>Dari Facebook, Yuk Pindah Muxlim.com</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SdTGc4f6SlI/AAAAAAAAAJI/aMqdboKLZP0/s1600-h/muxlim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SdTGc4f6SlI/AAAAAAAAAJI/aMqdboKLZP0/s320/muxlim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320095259336264274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Virus' situs jejaring sosial memang sedang mewabah di hampir seluruh penjuru dunia. Jika kini masyarakat Indonesia tengah dilanda demam Facebook, umat Muslim di negara-negara Islam justru menggemari Muxlim. Situs gaya hidup komunitas Muslim ini tak kalah hebat dibandingkan Facebook, Friendster, dan MySpace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs jejaring sosial khusus komunitas Muslim itu kali pertama diluncurkan pada 2006. Muxlim Inc yang didirikan Mohamed El-Fatatry dan Pietari Paivenen--dua entrepreneur yang berbasis di Finlandia--itu telah meraih kesuksesan. BBC menabalkan Muxlim sebagai salah satu situs jejaring sosial yang tumbuh paling cepat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu, situs gaya hidup komunitas Muslim ini juga diakses puluhan juta pengunjung setiap tahun. Tak heran, jika Muxlim pun dinobatkan sebagai salah satu finalis Red Herring 100. Pada 2008, surat kabar terkemuka di Finlandia Helsingin Sanomat memasukkan Muxlim Inc dalam 100 perusahaan tersukses di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah teknologi terkemuka di Amerika Serikat (AS) menobatkan Muxlim sebagai salah satu best tech start-ups dari Eropa. Situs jejaring sosial khusus umat Muslim itu menawarkan tiga layanan. My Muxlim menjadi situs jejaring sosial yang menghubungkan umat Muslim di 190 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, situs ini juga menawarkan Search.Muxlim.com, yang berfungsi untuk melacak dan mencari situs Muslim serta seluruh web. Yang paling hebat, situs jejaring sosial ini menawarkan Quran.Muxlim.com. Dengan fasilitas itu, Anda bisa mendapatkan terjemahan Alquran dalam 25 bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang membuat anak Muda Muslim di Eropa dan Amerika Utara menggemari Muxlim? Shabana Ahmadzai (19) warga Finlandia keturunan Afghanistan mengaku sudah dua tahun bergabung menjadi anggota Muxlim. Menurut dia, membuat pertemanan dan gabung dalam sebuah grup di Muxlim lebih mudah ketimbang di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami semua berbagi ideologi yang sama meskipun kamu non-Muslim bahkan ateis sekalipun. Kenyataannya di Muxlim, Anda akan tertarik untuk mengetahui Islam dan mengetahui bagaimana Muslim itu,'' papar Shabana kepada Reuters di sebuah kafe di Helsinki, Finlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendiri Muxlim, Mohamed El-Fatatry (24), jumlah pengunjung situs jejaring sosial yang diciptakannya mampu mencapai 1,5 juta per bulan, naik pesat dibandingkan 18 bulan lalu yang hanya mencapai 100 ribu pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah pengunjung Muxlim hanya dua persen dari total populasi dunia online Muslim,'' papar El-Fatatry yang datang dari Uni Emirat Arab (UAE) ke Finlandia untuk belajar pada 2004. Di negara skandinavia itu, El-Fatatry justru meraih kesuksesan dengan situs pertemanan yang diciptakannya.&lt;br /&gt;Menurut dia, Muxlim hidup dari iklan dan jualan konten yang dapat diunduh. El-Fatatry menargetkan akhir tahun ini, Muxlim akan menjadi situs jejaring sosial yang dikunjungi 10 juta pengguna setiap bulannya. Salah satu strateginya, Muxlim akan merambah negara-negara minoritas Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sekitar 60 persen pengguna Muxlim berasal dari Amerika Utara dan Eropa. Sekitar tiga persen anggota Muxlim adalah non-Muslim dan lebih dari separuh pecinta situs itu adalah kaum hawa. Situs ini pada 2007 mendapat suntikan dana sebesar 2 juta dolar AS dari perusahaan Rite Internet Ventures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muxlim memiliki jumlah lalu lintas pengunjung yang bagus. Situs ini diapresiasi oleh penggunanya,'' ungkap Chief Executive Rite Internet Ventures--perusahaan berbendera Swedia--Christoffer Hagglund. Muxlim terus mengembangkan diri. Kini, perusahaan itu sedang mencari suntikan dana lebih besar agar mampu menjangkau seluruh komunitas Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Muslim dunia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Pada 2007, JWT--sebuah agen periklanan--memperkirakan pendapatan tahunan umat Islam di AS mencapai 170 miliar dolar AS. Jumlah umat Islam di dunia mencapai 1,5 miliar jiwa. Sebuah pasar yang sangat menjanjikan. Akankah Muxlim mampu menyalip Facebook dan Friendster? (dakta)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-5368776042007763175?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/5368776042007763175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/04/dari-facebook-yuk-pindah-muxlimcom.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/5368776042007763175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/5368776042007763175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/04/dari-facebook-yuk-pindah-muxlimcom.html' title='Dari Facebook, Yuk Pindah Muxlim.com'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SdTGc4f6SlI/AAAAAAAAAJI/aMqdboKLZP0/s72-c/muxlim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-458428084795789343</id><published>2009-03-16T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T06:10:52.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>..........masih ada Presiden yg seperti ini ......</title><content type='html'>Ada seorang pemimpin yang mungkin di jaman sekarang ini yang mungkin tidak ada duanya dalam kehidupannya yang seperti ini.. Apalagi seorang presiden ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5IDBKLR_I/AAAAAAAAAIQ/fNUjjU3drEs/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5IDBKLR_I/AAAAAAAAAIQ/fNUjjU3drEs/s320/image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313763827031689202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”&lt;br /&gt;Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.&lt;br /&gt;3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5JD6VMleI/AAAAAAAAAIY/6DMQdzmytvQ/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5JD6VMleI/AAAAAAAAAIY/6DMQdzmytvQ/s320/image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313764941890360802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.&lt;br /&gt;5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.&lt;br /&gt;6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.&lt;br /&gt;7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.&lt;br /&gt;8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5JTNcNj7I/AAAAAAAAAIg/DInMcZoE06Q/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5JTNcNj7I/AAAAAAAAAIg/DInMcZoE06Q/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313765204718096306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.&lt;br /&gt;10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.&lt;br /&gt;11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?&lt;br /&gt;Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5Kl60LLEI/AAAAAAAAAIw/LixG3lxIl_8/s1600-h/image005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5Kl60LLEI/AAAAAAAAAIw/LixG3lxIl_8/s320/image005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313766625647471682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5LMB6uzeI/AAAAAAAAAI4/RTnNyWBN_pw/s1600-h/image006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5LMB6uzeI/AAAAAAAAAI4/RTnNyWBN_pw/s320/image006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313767280389049826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5LfSoVx5I/AAAAAAAAAJA/KE-WCjS7GL0/s1600-h/image007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5LfSoVx5I/AAAAAAAAAJA/KE-WCjS7GL0/s320/image007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313767611292829586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu…yang bisa dijadikan panutan sehingga tidak ada korupsi karena pemimpin telah memberi contoh yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari milis edukasinet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-458428084795789343?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/458428084795789343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/masih-ada-presiden-yg-seperti-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/458428084795789343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/458428084795789343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/masih-ada-presiden-yg-seperti-ini.html' title='..........masih ada Presiden yg seperti ini ......'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/Sb5IDBKLR_I/AAAAAAAAAIQ/fNUjjU3drEs/s72-c/image002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3923491306267434446</id><published>2009-03-09T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T21:02:19.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Nge-Jomblo, Berani Gak?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbXiXZp7eII/AAAAAAAAAHo/cm12T99ASFg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbXiXZp7eII/AAAAAAAAAHo/cm12T99ASFg/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311400227204987010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ups…! judulnya aja provokatif banget. Pasti dong sobat muda, udah pada ngeh dengan istilah satu ini. Kalo tetep nggak ngeh juga, mendingan ngeh dulu sono di belakang (huss….itu ‘ngek..). Kalo dalam lagunya Bang Rhoma Irama yang mendayu-dayu itu, jomblo diartikan bujangan alias nggak punya gandengan (emangnya truk, pake gandengan?) he…hee. Sorry, saya nggak ngerti juga darimana istilah itu muncul, tapi yang jelas di kehidupan remaja istilah jomblo udah biasa diomongin untuk menyebut mereka yang udah lama atau emang nggak punya gebetan alias pacar, biasanya istilah itu ditempelkan pada kaum cowok. Nah, bagi yang cowok kalo ampe sekarang masih aja nggak punya pacar, siap-siap aja dikasih stempel JOMBLO. Jedok..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita lagi ngebahas jomblo udah barang pasti, sangkut pautnya seputar gaya gaulnya remaja. Nggak lucu khan, kalo kita lagi ngobrolin seputar jomblo-menjomblo, kamu larinya ngomong urusan main Pe eS 2 lah, ngomongin soal film misteri lah, atau ngobrol soal game matrix. Khan nggak nyambung tuh? Makanya biar nyambung, Yo’ cepetan gabung, biar kamu nggak bingung, sebab kalo bingung bisa nyemplung (hee..maaf, ya bung…kita juga lagi nanggung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Jombler, Berbahagialah !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nanda, selamat ya jadi ‘adik baru’ bagi kamu yang ketrima di bangku SMA atau yang masuk kuliah di PT. Bagi kamu yang sekarang duduk di bangku SMA, tentunya berbeda dong rasanya dengan ketika SMP dulu, lebih dewasa gitu maksudnya. Baik dewasa usianya ataupun dewasa pemikirannya. Termasuk dalam urusan bergaul, tentunya lebih dewasa menyikapinya, nggak serampangan aja bergaul, apalagi di jaman Ngeborisasi saat ini, bisa-bisa Iman juga ikut kena di bor. Banyak juga sih, teman remaja badannya gede, suaranya juga udah berubah, yang cowok keluar jakun, kumis atau bulu di ketek (awas…bau lho). Tapi ternyata nggak dewasa dalam menyikapi sebuah persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanda, persoalan nyari pasangan kayaknya udah jadi menu wajib remaja. Mengingat begitu wajibnya, ada moment apa aja, dilakuin untuk bisa menggebet pasangan baru, atau barangkali bagi tipe cowok Casanova bisa sekalian mengoleksi cewek. Nah, bagi kamu yang jadi ‘adik baru’ siap-siap aja jadi incaran play boy sekolahan, mulai dari play boy cap jempol sampai play boy cap tiga jari…he…hee..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal aja, ‘kakak baru’ kamu saat ada acara MOS alias masa orientasi siswa, berlagak sok diktator, suruh sana, suruh sini. Kalo kita ngelakuin kesalahan sedikit aja, dibuatnya jadi gede. Tapi ini biasanya berlaku bagi kakak kelas yang cowok. Naga-naganya cari perhatian dari adik kelas yang cewek. Apalagi setelah ngeliat situasi dan kondisi yang mendukung, tanpa ba bi bu, langsung disamperin si ‘adik baru’ itu. Mulanya sih cuman tanya namanya siapa, rumahnya dimana, tapi karena saking cool obrolannya akhirnya keterusan tanyanya ; udah punya pacar belum? di rumah ada mobil berapa ? bokap punya perusahaan berapa ? (eits…kalo dua yang terakhir itu, khusus untuk tipe jomblo yang matre)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis acara MOS kakak kelas yang belum juga dapat ‘bagian’, berusaha sampai titik darah penghabisan (jiele, kayak perang aja ya?) untuk bisa dapat pasangan yang pas menurutnya. BTW, kalo sobat jeli, apa sih kira-kira penyebabnya ‘kakak baru’ kamu ngebet banget mengincar kamu para cewek yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) Jelas penyebabnya adalah malu jadi jomblo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey, Friend, kasihan deh kamu, kalo cuman urusan jomblo-menjomblo musti malu. Mustinya kamu malu dong kalo nilai raport kamu jeblok. Kamu kudu malu, kalo kamu masih belum bisa ngaji. Kamu juga wajib malu, kalo masih suka ngelakuin kemaksiatan. Iya dong. Jadi, kalo cuma dapet sebutan jomblo mah easy going aja tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanda, ngapain juga sih kamu gerah dan risi banget kalo belum dapat pasangan? Iya, coba aja perhatiin teman-teman remaja yang kayaknya merasa wajib punya gebetan. Memangnya kalo udah dapat pasangan (baca: pacar) itu artinya kamu udah hidup sejahtera dan mulia? Memangnya kalo dapat gacoan bisa selamat dunia dan akhirat? Walah, kesleo bener otaknya, kalo ada yang punya pendapat gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita prihatin dan ketawa geli. Sebab, banyak juga anak cowok yang sejak lama ngincer pujaan hatinya, tapi nggak berani. Ada yang nekat pdkt, tapi nggak siap untuk ditolak. Waduh, parahnya lagi, malah ada yang sampe punya gelar PMDK, alias pendekatan mulu dapet kagak. Gelodaks! Khusus untuk jenis yang terakhir ini, kayaknya harus dimasukin ke Panti Jomblo. He..he..hee!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, yang cewek harusnya nggak usah berdandan Padi (pantas digoda), sebab bagi para jomblo, pemandangan seperti itu terlalu sedap untuk dilewatkan. Makanya, bukan hanya mata aja yang pengin menikmati, tapi tangan juga pengin dapet bagian, nyubit atau sekedar jabat tangan buat kenalan. Itulah sobat, nggak bisa kita seratus persen, salahin para jomblo yang memburu cinta. Tapi bagi kamu yang cewek harusnya nggak usah mengumbar pesona. Meski wajah kamu imut kayak Katie Holmes ataupun body kamu aduhai kayak Britney Spears, harusnya disimpan dulu deh. Sebab kalo kamu emang dianugerahi Allah, wajah atau badan kayak gitu, mustinya bersyukur. Bersyukur nggak cukup hanya dengan ngucapin Alhamdulillah, tapi syukur nikmat itu, kamu wujudin dengan melindungi atau memakaikan baju yang pas dan diwajibkan oleh syariat Islam. Inget khan, apa baju wajib seorang cewek kalo dia udah baligh? Betul sekali, ya itu jilbab dan kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa Neng, tapi kalo kamu tetap aja mengumbar pesona kamu dihadapan para jombler (= istilah untuk jomblo kelas kakap), dijamin para jombler akan berniat menikmati kamu. Ya kalo cuman dinikmati luarnya doang artinya cuman dilihat. Gimana kalo dinikmati luar dalam? Hii jijay deh. Kalo udah gitu siapa yang rugi hayo? Kamu rugi dan calon suami kamu entar juga akan rugi. Ya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beruntung banget, kalo sobat muslim yang bisa bertahan jadi jomblo, trus mendapatkan jodoh yang bisa menjaga diri dengan tetap ‘menyimpan’ kecantikan dan virginitasnya. Betapa bahagianya cowok tersebut. Tapi, sekali lagi arena mendapatkan jodoh bukan dengan pacaran, karena itu dosa..sa..sa..sa..sa! Huhh..gemas!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Salahkan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan dan dilahirkan karena adanya cinta. Coba aja, kalo bukan karena cinta, ibu kita nggak akan membiarkan kita lahir dan besar di dunia. Sebab banyak adik-adik bayi sebelum lahir sudah di bunuh di kandungan. Masya Allah. Kita pun bisa ada dikandungan ibu kita, karena adanya cinta antara bapak dan ibu kita. Betul ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula manusia bisa bertahan dengan tenang dan damai di dunia ini karena cinta pula. Makanya Allah ngasih kita cinta, bukan untuk disalahkan cinta itu, bukan pula untuk diumbar rasa cinta itu. Sebab kalo pun disalahin atau dibiarin liar, cinta tetap cinta, jelas yang akan disalah atau dibenarkan adalah orang yang empunya cinta alias kita, manusia. Moga aja kita masih manusia…ups, jahat banget ya kedengarannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak koq, sebab banyak diantara kita yang kehilangan jati diri kita sebagai manusia. Buktinya? Manusia khan dibedakan dengan binatang karena kita dikasih akal oleh Allah. Nah, digunakan nggak akalnya untuk mengatur rasa cinta itu. Kalo kamu punya rasa cinta, itu sih artinya kamu memang normal. Cuma masalahnya, apakah kalo udah jatuh cinta, langsung diekspresikan dengan pacaran? Nggak lha yauw! Ada yang bilang pula, bahwa genta bukanlah genta sebelum dibunyikan. Lagu juga bukanlah lagu sebelum dinyanyikan. Nah, termasuk cinta, katanya cinta bukanlah cinta sebelum diekspresikan. He..he.. kalo diekspresikan dengan cara yang baik, it’s Ok dong. Tapi kalo diekspresikan seperti di acara “Katakan Cinta”nya RCTI atau “Date Xpress”nya Trans TV, aduh, tahan dulu deh. Jangan serampangan bikin keputusan. Sebab, bisa berabe akhirnya. Kita sih bukannya, sok tahu atao sok suci ngajarin kamu. But, memang acara kayak gitu jelas ngajarin nggak bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang, acara seperti “Katakan Cinta” adalah acara kreatif dan berani dalam menyatakan cinta. Tapi ngomong-ngomong sekreatif dan seberani apapun kalo namanya dosa tetap aja dosa. Masak berbuat dosa aja pake berani apalagi kreatif, khan nggak lucu. Betul apa betul?&lt;br /&gt;Betul, masalahnya nggak berhenti di situ. Sebab, dengan digelarnya acara tersebut justru ngasih jalan mulus buat remaja yang mau nyari pasangan. Seterusnya? pacaran deh. Padahal kita udah ngeh, bahwa yang namanya pacaran tuh banyak sisi gelapnya. Nggak percaya? Jangan dicoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat aja, pacaran biasanya menggunakan prinsip 3 T alias ta’aruf (pengenalan), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk, seperti itu adalah jalan tol menuju pergaulan bebas. Apalagi ditambah dengan mengamalkan prinsip manajemen; ‘sedikit bicara banyak bekerja’. Walah, mulanya sih tangan aja yang bekerja, tapi akhirnya yang laennya khan ikut kegatelan. Kalo udah gitu siap-siap aja tutup mata, soalnya makin serem aja. Adegan 17 tahun keatas bisa terjadi tuh, Hih…ati-ati deh. Naudzubillahimin dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanda, sekali lagi jangan salahkan cinta. Kalo sampai terjadi perzinaan itu mah, bukan salah cintanya, tapi salah kamunya yang terlalu bebas mengumbar rasa cinta. Makanya jauh-jauh, Islam udah mewanti-wanti kita, seperti firman Allah :&lt;br /&gt;“Jangan kamu mendekati zina, karena sesungguhnya itu merupakan perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan” (TQS. al-Isra 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh khan, dekat aja kita kagak boleh, apalagi sampe ngelakuin, wuih bisa berabe emang akibatnya. Liat aja perut anak-anak gadis udah pada buncit, bukan karena penyakit busung lapar atau kena sengat tawon super jumbo, tapi karena hamil pra nikah. Ya, kalo mereka seumuran kamu yang masih sekolah, tentu malu dong kalo ke sekolah bawa momongan, bawa susu buat anaknya, bisa-bisa malah dikeluarin dari sekolah. Biasanya pilihan bagi pasangan yang hamil diluar nikah adalah mengaborsi jabang bayi yang masih ada dalam kandungannya. Gile bener!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya nanda, kamu udah tahu khan gimana akibatnya kalo berdekatan ama zina, mending nggak usah dekat-dekat, tinggalin aja sekalian sejak sekarang, mumpung semuanya belum terlampau jauh. Nggak rugi koq, kalo kamu mau cepat ninggalin aktivitas itu, sebab selain kamu masih muda dan tentunya masih sekolah. Nantinya kamu juga akan bisa menemukan cinta sejati bersama orang yang bener kamu cintai. DIJAMIN !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak akan lari gunung dikejar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus kuno itu kayaknya musti kamu pakai, bukan apa-apa, pengalaman membuktikan yang nggak pake pacaran tapi akhirnya jadi suami isteri yang bahagia nggak keitung jumlahnya. Justru sebaliknya, kalo kamu pake pacaran dulu sebelum kamu mengenal calon isteri atau suami kamu, dijamin bahwa pacarannya pasti mengandung unsur berbohong. Misalnya, si cowok akan bersikap seperti Robin Hood si maling “bijaksana”, karena doinya emang mengidolakan Robbin Hood, padahal si cowok ngeliat filmnya aja belum pernah apalagi tahu sifatnya Robbin Hood. Barangkali, kalo si cewek mengimpikan punya cowok kayak Doraemon, bisa nggak ya kamu yang cowok bersikap kayak Doraemon. Huaa.haa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah diantaranya sisi gelap pacaran, saking gelapnya bagi yang ngelakuin pacaran, nggak tahu kepribadian sesungguhnya dari pasangannya. Karena doi bisa aja bersikap jujur, pendiam, setia dan seabreg sifat terpuji lainnya. Padahal di belakang atau ketika jauh dari gebetannya, wuh…sikap jeleknya juga seabreg, dan itu nggak pernah diketahui ama pasangannya. Coba bayangin, bete nggak sih??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanda, kamu kudu yakin, bahwa kalo udah jodoh nggak akan lari gunung dikejar. Artinya nggak usah pusing bin panik kalo masih berpredikat jomblo. Siapa tahu..eh, yang namanya jodoh pas beli nasi ketemu jodoh ama anaknya yang jual nasi, hee..hee. Enak khan bagi yang tercatat sebagai anak kost…bisa dapet makan gratis melulu. Gimana, ok khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, suatu saat nanti kamu bakalan bermetamorfosis (emang kupu-kupu?). Iya, tadinya khan masih betah bersingle-ria, eh, sekarang bergembira ria. Kemarin masih anak-anak, eh, sekarang udah punya anak. Jadi tenang aja sobat. Jangan bete kalo masih ngejomblo. Jangan maksain pacaran. Apalagi untuk mendapatkan pacar sampe bela-belain ikutan menyatakan cinta lewat acara di televisi itu. Idih, itu namanya memalukan plus dosa. Yakin aja ama keputusan Allah. Sambil terus berusaha tentunya. Kalo memang udah ngebet pengen nikah, tapi masih mentok dengan calon pendamping, jangan putus asa. Jodoh di tangan pak hansip, eh, maksudnya di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian, buat kamu yang masih sekolah, nggak perlu en nggak layak kalo udah mikirin gandengan or gebetan. Prioritasnya belajar dulu yang betul. Sekalian “belajar” nyari jodoh yang betul itu gimana, ya nggak friend? Sebab Allah juga sudah berjanji bahwa Allah akan memasangkan yang baik-baik dengan yang baik-baik pula. Maka, cara nyarinya juga kudu dengan jalan yang baik. Simak juga firman Allah Subhanahu Wataala.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (TQS an-Nûr 26) (luky)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3923491306267434446?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3923491306267434446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/nge-jomblo-berani-gak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3923491306267434446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3923491306267434446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/nge-jomblo-berani-gak.html' title='Nge-Jomblo, Berani Gak?'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbXiXZp7eII/AAAAAAAAAHo/cm12T99ASFg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-8907391891797570525</id><published>2009-03-08T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T07:59:40.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ujian Mudah Sebab Berbagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbPcx5mPDTI/AAAAAAAAAG4/KaX4oVrI4eM/s1600-h/ujian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbPcx5mPDTI/AAAAAAAAAG4/KaX4oVrI4eM/s320/ujian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310831135432838450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum….!" terdengar suara Toyyib menyapa seorang petugas kebersihan jalan. Sang petugas kebersihan tidak menjawab salam, boleh jadi karena bisingnya lalu lintas pagi hingga ia tiada mendengar salam. Toyyib turun dari motornya, ia buka dompet mengambil selembar uang dan menghampiri petugas kebersihan itu. Sekali lagi ia mengucapkan salam dari jarak yang dekat, maka petugas kebersihan itu pun mengangkatkan wajahnya lalu membalas salam. Sesegera mungkin Toyyib memberikan selembar uang yang kini sudah terlipat kecil ke tangan petugas kebersihan. "Apaan ini, mas?" tanya petugas kebersihan keheranan. "Pokoknya buat bapak saja, mohon doakan saya ya pak!" balas Toyyib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyyib adalah seorang mahasiswa di sebuah institut di Jakarta Selatan. Hari itu ia akan menghadapi ujian di kampusnya. Materi yang akan ia hadapi adalah materi yang tiada ia suka. Susah sekali dicerna oleh otaknya. Bahkan semalam pun ia belajar sampai larut, namun hanya sedikit bagian yang bisa dipahami, belum dikuasai apalagi dihapal! Pokoknya hari itu ia pasrah total atas ketentuan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski belajar sampai larut, pukul setengah empat pagi ia bangun kembali dari tidurnya. Materi ujian yang belum ia kuasai rupanya membuat tidurnya terusik. Kesempatan bangun di penghujung malam itu sengaja ia gunakan terlebih dahulu untuk menghadap Allah Swt dalam tahajjud sebelum berkutat dengan diktat yang menjemukan. Alhamdulillah, Toyyib pun mendapatkan ketenangan usai tahajjud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang jernih usai bangun tidur dan tahajjud ia sempatkan untuk meneliti satu demi satu bagian pelajaran yang belum ia pahami. Namun sayangnya, pelajaran itu masih tetap sulit ia rasakan untuk dicerna. Bahkan hingga waktu Shubuh menjelang pun hanya sedikit yang mampu ia pahami dari pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah…, tolong aku!!!" batin Toyyib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Shubuh ia lakukan berjamaah di masjid Adz Dzikri di lingkungan rumahnya. Udara pagi yang bersih membuat batin Toyyib yang resah menjadi bertambah tenang. Ia bertekad usai shalat Shubuh dia tidak akan tidur lagi. Ia akan berusaha untuk menguasai materi ujian meski sesusah apapun akan ia hadapi. Masih ada beberapa jam ke depan untuk bisa ia gunakan belajar mempersiapkan materi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam ia tatap lembar demi lembar buku diktat, namun tetap saja kebekuan otak belum juga mencair. Amat sulit Toyyib rasakan menguasai disiplin ilmu yang satu ini. Tiba-tiba ia teringat biasanya pukul 5 pagi ada kajian ceramah di berbagai channel radio. Ia nyalakan radio dan ia coba mencari siaran ceramah pagi dari ustadz-ustadz yang mengudara. Rupanya Allah Swt menuntun tangan Toyyib untuk mencari gelombang yang benar. Di sana terdengar suara seorang ustadz yang sedang menjabarkan ilmu agama. Ustadz tersebut tengah menjelaskan perbedaan antara ikhlas dan ridha. Hal ini direkam jelas oleh benak Toyyib yang kebetulan sedang belajar mempersiapkan ujian sambil mendengarkan ceramah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang namanya ikhlas itu di depan…. Kalau sudah kejadian itu bukan ikhlas namanya tapi ridha! Seperti dalam shalat kita gunakan kalimat Lillahi Ta'ala, nah… yang ini ikhlas. Tapi kalau sudah dagang terus hasilnya rugi atau untung maka itu namanya adalah ridha" suara sang ustadz menjelaskan konsepnya di radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyyib menangkap ide yang disampaikan ustadz penceramah, dan salah satu manfaat ikhlas dalam setiap amal adalah Allah Swt akan mempermudah pelaksanaan amalan tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam ceramah sang ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pukul 7, Toyyib masih terus berkutat dengan diktat yang belum juga dapat ia taklukkan. Ia pun bergegas sarapan, mandi dan terus berangkat ke kampus untuk ujian. Pukul 8 lebih sedikit ia sudah pergi meninggalkan rumahnya dengan berkendara motor. Dalam perjalanan ke kampus pun bayangan kegagalan ujian terus menghantui. Dada dag-dig-dug. Pikiran pusing tak terkonsentrasi. Namun ia jalani saja motornya menuju kampus. Teringat akan ceramah yang ia dengar di radio tadi pagi, hatinya tergerak untuk bersedekah kepada seseorang yang membutuhkan. Ternyata pagi itu para pengemis di Jakarta sulit ditemukan sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya dari kejauhan Toyyib memandang petugas jalanan yang tengah menyapu jalan mengenakan pakaian dengan warna terang. Toyyib berniat bersedekah kepada penyapu jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum...." suara Toyyib menyapa. Ia berikan sebagian hartanya kepada petugas kebersihan jalan itu seraya berharap didoakan semua urusan. Petugas kebersihan itu terheran-heran menerima sedekah. Namun Toyyib tidak mengetahui apakah ia sudah mendapatkan doa dari petugas kebersihan itu atau belum? Toyyib melanjutkan perjalanannya menuju kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." QS. 92 : 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... kedamaian hati usai berbagi kepada sesama memberi nuansa indah tersendiri di hati Toyyib. Ia rasakan hari itu menjadi penuh berkah, dan segala penat kejenuhan yang ia alami seolah tersingkirkan. Padahal, ia masih belum siap menghadapi materi ujian hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada setengah jam kira-kira saat ia tiba di kampus sebelum masuk ruang ujian. Memanfaatkan waktu yang ada sekali lagi ia buka diktat untuk menguasai pelajaran, namun hasilnya sama saja!! Tapi Toyyib berusaha tenang. Di luar dugaan ada seorang kawan yang membawa kertas soal ujian dari universitas lain, namun fakultas jurusan dan dosennya adalah sama. Kertas ujian dari universitas tetangga pun dibahas oleh Toyyib dan beberapa temannya. Semua soal yang tertera mereka cari jawabannya. Tapi, apakah bisa kertas soal universitas tetangga itu diandalkan? Hanya kepada Allah Swt Toyyib berserah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ujian di mulai. Setiap mahasiswa sudah duduk di bangku mereka. Suasana hening tercipta di dalam ruang. Tidak sedikit terlihat mahasiswa yang berdoa berharap petunjuk Allah Swt agar mudah menyelesaikan ujian. Salah satu dari mereka yang berdoa adalah Toyyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa khawatir itu masih tetap ada di hati Toyyib, hingga ia menerima lembar soal ujian dari pengawas, maka seulas senyum lebar pun terbit di wajahnya. Ia heran.... kagum.... terpesona!!! Seolah tak percaya membaca lembaran soal, Toyyib pun membalikkan badan ke arah teman-teman yang tadi berdiskusi sebelum masuk ruang ujian. Semua kawannya mengacungkan jempol tanda kemenangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyyib tersenyum mendapati bahwa lembaran soal yang ia terima persis sama dengan yang ia pelajari bersama-sama rekannya dari universitas sebelah. "Kok bisa sama ya...?" gumam Toyyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang ia menyelesaikan semua soal. Tidak perlu dahi berkernyit dan memeras otak, semua soal ia lahap dengan hapalan yang masih 'fresh' di kepala. Tidak lama ia mengerjakan soal-soal itu, ia pun meninggalkan ruang ujian tanda usai menuntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar ruangan, ia bersyukur kepada Allah Swt yang telah membantu, menolong dan menuntunnya untuk mudah menghadapi ujian. Teringat ceramah ustadz di radio tadi pagi yang mengatakan, "Ikhlas itu di depan dan akan mempermudah urusan!" Kini Toyyib sungguh telah merasakannya. Hidup itu seperti ujian, maka bisakah kita ikhlas di depan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah." QS 22 : 70&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari kaunee.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-8907391891797570525?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/8907391891797570525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/ujian-mudah-sebab-berbagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/8907391891797570525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/8907391891797570525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/03/ujian-mudah-sebab-berbagi.html' title='Ujian Mudah Sebab Berbagi'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SbPcx5mPDTI/AAAAAAAAAG4/KaX4oVrI4eM/s72-c/ujian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-7036138475883787509</id><published>2009-02-27T07:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T07:53:33.192-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SagMc1p9oNI/AAAAAAAAAGo/pupi0-2dtlc/s1600-h/2q1i35x.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SagMc1p9oNI/AAAAAAAAAGo/pupi0-2dtlc/s320/2q1i35x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307505850435084498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KNIGHTSVILLE , Beberapa bulan lalu, Rachel Jones dikagetkan sebuah boneka anaknya yang berusia 4 tahun dapat membisikkan pesan “Islam Is The Light” (Islam Adalah Cahaya). Dan dia menjadi lebih terkejut ketika mendapati pesan yang sama juga terdapat dalam game Nintendo DS milik putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel mengatakan dia menghadiahkan permainan berjudul Baby Pals kepada putrinya yang berusia 8 tahun atas nilai rapornya yang bagus. Namun dia tidak menduga dalam permainan tersebut juga terdapat pesan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang duduk di dapur, dan putriku yang tengah asyik memainkan game tersebut tiba-tiba menatapku dan mengatakan bahwa tokoh bayi dalam permainan tersebut mengatakan sesuatu, jadi saya melihatnya dan menemukan bahwa bayi tersebut mengatakan “Islam Is The Light”, Rachel menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang terdapat dalam boneka dan game itu disampaikan dalam suara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nintendo memberikan rating E pada game tersebut, yang berarti dapat dimainkan semua usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam game tersebut, pemain dapat berinteraksi dengan bayi mereka, memberinya makan, mengajaknya bermain, atau menimangnya untuk tidur, namun pesan Islam tersebut hanya muncul di saat-saat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara perwakilan Nintendo mengatakan game Baby Pals dibuat oleh pihak ketiga yang berarti telah lepas dari tanggung jawab mereka meski game tersebut di bawah lisensi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini pihak pembuat game Crave Entertainment belum dapat dimintai keterangan apapun mengenai hal mengejutkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game Baby Pals dapat dibeli di beberapa tempat seperti Game Stop, Walmart.com, Amazon.com dan Target.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cara Allah SWT dalam menyampaikan kebenaran akan Islam dapat melalui jalan apapun, bahkan yang seringkali kita remehkan. (WTHITV/smedia)&lt;br /&gt;Game berlisensi Nintendo berjudul Baby Pals diklaim berisi pesan Islami yang disampaiakn melalui tokoh utama game berupa bayi ketika sedang dimandikan.swaramuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-7036138475883787509?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/7036138475883787509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/pesan-islam-dalam-game-nintendo-as.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7036138475883787509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7036138475883787509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/pesan-islam-dalam-game-nintendo-as.html' title='Pesan Islam Dalam Game Nintendo, AS Gempar!'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SagMc1p9oNI/AAAAAAAAAGo/pupi0-2dtlc/s72-c/2q1i35x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-762380701758973914</id><published>2009-02-25T05:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T18:33:34.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Lirik Cinta Untuk Gaza, We Will NOT Go DOWN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SaVPOJJ86XI/AAAAAAAAAGg/qMMYEvs-rJo/s1600-h/heart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SaVPOJJ86XI/AAAAAAAAAGg/qMMYEvs-rJo/s320/heart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306734840320420210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;We Will NOT Go DOWN (Song for Gaza)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terjemahannya …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cahaya putih yang membutakan mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyala terang di langit Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang berlarian untuk berlindung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang dengan tank dan pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkobaran api yang merusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak ada yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dan anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibunuh dan dibantai tiap malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para pemimpin nun jauh di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdebat tentang siapa yg salah &amp;amp; benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, tanpa perlawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semangat kami tidak akan pernah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gaza malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Cxl26lCp6Kw&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Cxl26lCp6Kw&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini dapat di download di&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.michaelheart.com/"&gt;http://www.michaelheart.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-762380701758973914?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/762380701758973914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/lirik-cinta-untuk-gaza-we-will-not-go.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/762380701758973914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/762380701758973914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/lirik-cinta-untuk-gaza-we-will-not-go.html' title='Lirik Cinta Untuk Gaza, We Will NOT Go DOWN'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SaVPOJJ86XI/AAAAAAAAAGg/qMMYEvs-rJo/s72-c/heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-275827250548684557</id><published>2009-02-20T22:42:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T20:13:33.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)'/><title type='text'>Kisah Muslimah (Muallafah) Cina Memperjuangkan Iman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZ-p3Zyp6mI/AAAAAAAAAGQ/VoxQlhXOcG8/s1600-h/mawar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZ-p3Zyp6mI/AAAAAAAAAGQ/VoxQlhXOcG8/s320/mawar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305145655346981474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan mempertahankan keyakinan&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr Wb.&lt;br /&gt;Sebelum aku memulai cerita aku ini, izinkanlah aku  untuk memohon maaf apabila ada pihak2 yang tidak berkenan dengan cerita aku ini, terutama keluargaku. Untuk itu nama2 orang dan tempat tidak akan aku sebutkan.  Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (bukan nama  sebenarnya) dari Univ. T.  di kotaku yg mau menuliskan kisah sejati aku ini.&lt;br /&gt;Semoga kisah sejati aku  ini menjadi inspirasi buat orang yg membacanya atau  mengalami hal yg sama.  Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan Hidayah pada kita semua.&lt;br /&gt;Aku, panggil saja "Mawar", beurusia 30an thn dilahirkan di sebuah pulau  di sebrang pulau jawa, di kota P. Aku lahir sebagai anak terakhir dari 4  besaudara. Kakakku yg pertama dan kedua, laki2,  sedangk! an yg ketiga perempuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami berasal dari keluarga keturunan dan kami merupakan generasi ke 4 yg sudah menetap di negri ini. Kakek  buyut kami merupakan  pendatang dari negri jauh dr sebrang di awal abad 20. Keluarga kami  memulai bisnis benar2 dari bawah, menurut cerita orang tua kami, dulu  kakek buyut kami hanya berjualan dengan pikulan bahan2 kebutuhan pokok  seperti gula, garam, beras dll keluar masuk kampong.  Usahanya baru  berkembang dengan pesat setelah pada tahun2 awal  setelah kemerdekaan,  pemerintah pada waktu itu mulai menggalakan usaha yg  dilakukan oleh  bangsa sendiri/pribumi.  Waktu itu dikenal istilah Ali Baba. Ali untuk pangggilan pribumi, sedangkan Baba untuk warga keturunan seperti kami. Waktu itu pengusaha  pribumi asli diberikan kemudahan perizinan usaha, bahkan mengimport dari negara2 lain, tapi umumnya mereka tidak punya  banyak modal. Waktu itu  banyak warga keturunan yg mempunyai banyak modal  kemudian membeli ijin  usaha yg diperoleh olah para bribumi tsb, sehingga  mereka secara mudah  melakukan export import dengan negri2 tetangga  (singapura, Malaysia,  hongkong, dll) yg pada waktu itu memang juga  dikuasai olah warga dari  etnis kami.  Singkat cerita, bisnis keluarga kami benar2 menjadi  semakin besar dan merambah ke segala bidang, mulai dari pertambangan, tambang emas,  property, perkebunan, dll. Boleh dibilang kekayaan  keluarga kami sudah diatas rata2 dari orang kaya di negri ini, above  than ordinary rich. Harta kekayan kami yg amat melimpah itu sampai orang tua kami kadang kala risau seandainya tiba2 kami sekeluarga (tiba2)  meninggal sehingga tak  ada yg mengurus harta yg sedemikian banyaknya itu. Untuk itu kami sekeluarga tak pernah melakukan perjalanan dengan pesawat secara bersama2. Andai  kami sekeluarga akan melakukan liburan pada saat dan tempat yg sama, maka  biasanya kami dibagi menjadi 2 atau 3 penerbangan,  Papa dan mama satu pesawat, dan kami sisanya juga dibagi 2 penerbangan yg lain. Sehingga apabila terjadi sesuatu musibah, maka akan tetap ada  bagian keluarga kami yg masih selamat, dan tetap bisa mengurus  bisnis dan kekayaan kami. Aku  sengaja cerita panjang lebar latar belakang keluarga kami, sebab ini akan berhubungan sekali secara emosi dengan kisah  aku selanjutnya.  Papa kami lahir dan dibesarkan di pulau ini, selepas  sekolah menengah  atas beliau melanjutkan sekolah bisnis di negri H,  sehingga begitu kembali ke negri ini, beliau manjadi businessman yg amat  handal, dan mempunyai banyak teman2 bisnis di berbagai negara. Papa  sebenarnya orang yg rendah hati,  pendiam, bicaranya terukur dan seperlunya, jarang  marah pada anak2nya. Sedangkan mama, sebenarnya berasal dari pulau lain, dia dulu pernah  bekerja pada! perusahaan kakek kami (orang tua dari papa), sebelum  akhirnya bertemu papa dan menikah. Mama orangnya  keras, pintar, lincah, banyak  pergaulan, sehingga kadang kami berpikir, papa  seperti takluk pada mama. Banyak kebijakan perusahaan yg berasal dari ide mama, dan memang selalu  sukses. Papa dan mama, memang pasangan yg serasi,saling mengisi kekurangan. Masa kecil aku lalui dengan penuh kebahagian, dan sejak SD sampai SMA aku disekolahkan disebuah sekolah swasta terkemuka di kota kami, yg siswanya banyak berasal dari anak2 pejabat, bupati, gubernur, dll. Aku berbaur dengan siapapun tanpa memandang golongan, agama dan  ras. Kadang aku diundang untuk mampir bermain kerumah  mereka (anak bupati,  gubernur) sepulang sekolah, sehingga aku mengenal labih dekat dengan keluarga mereka. Ini pula yg kelak bermanfaat buat  perusahaan keluarga aku.  Di sekolah kami, ada pelajaran agama untuk tiap2  pemeluknya. Pada saat  itu tiap ada jadwal pelajaran agama tertentu, maka  bagi pemeluk agama yg  lain diperbolehkan keluar kelas, tapi boleh juga  tetap tinggal dikelas apabila memang menghendaki. Jadi misalnya hari ini  giliran pelajaran agama  Islam, maka murid2 non muslim diperbolehkan meninggalkan kelas, begitupula sebaliknya apabila ada pelajaran agama lain. Tapi aku sendiri sering  tetap tinggal dikelas mendengarkan apa yg diajarkan ibu guru agama Islam di kelas kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 ku semua....&lt;br /&gt;Entah kenapa aku yg sejak lahir dididik secara non  muslim, bahkan tiap  minggu aku beribadah di tempat ibadah kami, merasa  tertarik dengan ajaran agama Islam. Aku sendiri tak tahu datangnya dari mana. Semacam ada panggilan dari hati aku yg paling dalam, tapi saat itu aku pikir  mungkin itu hanya rasa keingintahuan semata, bukan  mendalami secara jauh dan  mendalam. Tiap mendengar azan, entah kenapa hati aku  selalu bergetar.  Dirumah kami yg besar, kadang hanya aku seorang diri, orang tua kami selalu sibuk di Jakarta sehingga hanya beberapa hari dirumah dalam sebulan, kakak2 ku ada yg sudah kuliah di luar negri, sehingga rumah mempunyai 6 kamar yg besar2, yg seharusnya cukup  untuk menampung 20 orang, hanya dihuni oleh aku sendiri. Pembantu, sopir, satpam, tinggal di  pavilion khusus untuk mereka yg terletak terpisah  dengan rumah induk.  Dalam kesunyian itu hati aku merasa sejuk tiap mendengar ayat suci Al Quran yg kadang tak sengaja aku dengarkan di TV.&lt;br /&gt;Kembali ke pelajaran agama di kelas. Entah mengapa aku makin tertarik  untuk mendalami ajaran agama Islam tiap ada pelajaran agama dikelas.  Melihat ibu guru yg mengenakan kerudung, dengan  wajah yg bersih,  bersinar, hati aku terasa sejuk. Dengan melihat  wajah ibu guru itu saja aku sudah  merasa damai. Tanpa aku sadari kadang aku mencatat apa yg ibu guru itu  ajarkan, bahkan aku mulai hapal diluar kepala ayat2  yg pendek2. Itu  semua benar2 terjadi begitu saja, tanpa ada aku  sadari dan tanpa bisa dicegah oleh diri aku sendiri. Pernah ibu guru tsb  menghampiri aku yg tak  sengaja, secara reflex mencatat pelajaran tetang  haji yg dia tulis di papan tulis. Beliau tahu aku non muslim, dan menghampiri  tempat duduk ku, jantung ku&lt;br /&gt;berdebar keras membayangkan kemungkinan aku diusir dari kelas.&lt;br /&gt;Tetapi.....ternyata beliau dengan senyumnya ramah melihat catatan yg  aku tulis, sambil berkata, "Insya Allah kelak suatu  saat Mawar bersama  dengan ibu melaksanakan ibadah Haji ya.."&lt;br /&gt;Sejak saat itu hubunganku dengan Ibu guru (sebut saja ibu guru Aisyah)  makin akrab, aku hampir tidak sabar menunggu  datangnya hari pelajaran  ibu Aisyah. Hubunganku dengan beliau bagai anak dan  ibu. Tetapi saat itu  aku juga tetap mengikuti pelajaran agama yg saat itu  masih aku anut, walau  lebih banyak melamun, bahkan tidak mencatat sama  sekali apa yg  diajarkan.&lt;br /&gt;Sebagai gadis remaja, tinggiku sekitar 160cm, tentu  sedang mekar2nya  dan giat2nya mancari pacar. Teman2ku banyak yg  mengatakan kalau tubuhku  indah, proporsional, berwajah oriental, bakalan  banyak menarik perhatian laki2. Plus dengan latar belakang keluarga ku yg  amat berkecukupan, makin  banyak laki2 yg tergila2 padaku. Entah kenapa saat  itu aku tidak tertarik  dengan laki2 yg berasal dari etnis ku. Tiap hari  jumat melihat siswa2 pria melakukan ibadah shalat jumat, hatiku langsung  bergetar, membayangkan  andai salah seorang dari mereka adalah pacarku,  dengan wajah bersih  bersinar dan masih basah tetesan air wudhu, berjalan  ke masjid di  seberang sekolah, ah...alangkan indahnya  membayangkan wajah2 tersebut. Tapi saat  itu aku tahu diri, aku yg berasal dari etnis  keturunan, apakah ada  laki2 pribumi yg mau menjadikan aku pacarnya. Aku  tahu masih banyak dari mereka yg membedakan ras, dan berpacaran dengan ras&lt;br /&gt;kami masih dianggap  memalukan, bahkan bisa jadi ejekan dan gunjingan  dilingkungan   keluarganya.&lt;br /&gt;Aku pernah berpacaran dengan anak bupati dikota ku, tapi kemudian dia  memutuskan hubungan kami, dikarenakan ayahnya akan  mencalonkan diri  menjadi Gubernur, dan dia tidak mau ada anggota  keluarganya yg bisa  menghambat pencalonan tsb. Misalnya anaknya dengan  berpacaran dengan  ras lain (??). Walau alasan itu amat sangat mengada2  tapi aku terima dengan  lapang dada. Memang aku sudah menyadari akan ada  penolakan, karena aku  berasal dari etnis non pribumi. Aku tahu orang  tuanya tentu tak  merestui anaknya berhubungan terlalu jauh dgn orang  yg bukan dari ras mereka,  dan berlainan agama.&lt;br /&gt;Walau begitu hatiku sudah bulat untuk kelak memiliki pasangan hidup  seorang pribumi, dan aku bahkan bersedia memeluk  Islam sebagai agama  ku. Kelak keputusan hidupku ini akan menjadi  perjalanan panjang dan penuh  cobaan dalam hidupku.&lt;br /&gt;Selepas SMA aku melanjutkan study ke Ausie lalu ke negri Paman Sam,  mengikuti kakak2 ku yg sudah berada disana. Tak  banyak yg perlu aku  ceritakan dgn masa2 studiku disana. Hampir 5 tahun  kemudian aku kembali ke tanah air, dengan gelar master di tangan dan aku mengabdi ke perusahaan  keluargaku untuk membesarkan bisnis mereka. Dalam  waktu singkat  perusahaan kami memperoleh profit yg amat meningkat,  dan terus membesar, serta  mulai merambah ke banyak s! ektor bisnis. Aku banyak memiliki akses ke para  petinggi di daerahku karena semasa sekolahku dulu  aku sudah mengenal  beberapa keluarga mereka. Semua urusan perijinan yg  menyangkut perusahaanku, bisa aku selesaikan dengan mudah. Aku masih tetap  melajang di pertengahan usia 20an tahun. Banyak  pria2 yg berusaha menarik  perhatianku, dari pengusaha2 muda yg sukses bahkan  sampai pemilik perusahaan2  besar. Tapi hatiku tak bergetar sama sekali. Aku  belum menemukan  seseorang yg benar2 menjadi soulmate ku. Sekedar  mencari suami amatlah mudah  bagiku, ibarat hanya menjentikan jari maka puluhan  pria akan mendatangi ku.  Tapi aku benar2 mencari seorang soulmate, belahan jiwa sejati untuk  mendampingi ku.&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika perusahaan kami memperoleh  karyawan baru dari  kantor cabang kami di pulau Jawa. Orangnya 3 tahun  lebih tua dari ku, wajahnya  bersih, dia berasal dari etnis pribumi Jawa. Tutur&lt;br /&gt;katanya lemah  lembut, sopan, tubuhnya tinggi, proporsional, dan  ah...ini dia..dia seorang  muslim yg shaleh. Sejak kedatangan dia dikantor  kami, para wanita gak  habis2nya membicarakan tentang dia, dan berlomba bisa mendapatkan dia. Menurut  laporan kantor kami, dia amat rajin, jujur dan  berprestasi di kantor yg  lama, sehingga dia dipromosikan pekerjaan yg lebih  tinggi dan menantang  di kantor kami ini. Kebetulan kerjaan yg akan dia  kerjaan akan menjadi  satu divisi dengan ku. Sehingga aku akan banyak  berhubungan dengan dia.&lt;br /&gt;Mula2 di bulan2 pertama aku masih bersikap 'Jaim'  jaga image, karena  aku ini anak dari pemilik perusahaan ini. Tapi  lama2, hatiku gak bisa  berbohong,.. hatiku sedikit tapi pasti, luluh  juga... aku mulai jatuh  cinta. Pernah suatu ketika sehabis mengunjungi  kantor gubernur aku satu&lt;br /&gt;mobil dengan dia. Ditengah jalan dia minta ijin  padaku untuk berhenti  sebentar di masjid raya di kota ku untuk shalat  ashar. Dari dalam  mobil, aku perhatikan gimana dia berwudhu, lalu  melangkah masuk ke masjid dan  melakukan ibadah....ahhh. .andai aku kelak bisa  mengikuti di belakang..&lt;br /&gt;Awal2nya aku memanggil dia dengan sebutan formal dikantor 'Pak' dan dia  juga memanggilku 'Ibu'..tapi lama2 kelamaan secara  tak sengaja aku  mulai memanggil dia 'mas', karena aku sering lihat  keluarga jawa memanggil orang yg lebih tua, suami, kakak, dengan sebutan  mas. Mulanya dia agak rikuh  tiap aku panggil demikian, tapi lama kelamaan mulai  terbiasa,. Tapi itu  hanya aku lakukan apabila hanya sedang berdua dengan  dia, tidak didepan orang2 kantor. Akupun mulai meminta dia memanggilku  'Dik', aku merasa  risih tiap kali dia panggil aku 'Ibu Mawar'.&lt;br /&gt;Seiring dengan waktu, sesuai pepatah jawa, "witing tresno jalaran soko  kulino", cinta akan tumbuh karena terbiasa selalu  bersama2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2ku....&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan gimana awal kisah cinta  kami...didalam mobil yg  disupiri sopirku, kami sama2 duduk dibelakang. Awalnya kami hanya membicarakan  dan membahas berkas2 pekerjaan, kadang secara tak  sengaja tangan kami  saling sentuhan. Dan dia secara sopan segera  menarik, dan minta maaf..Ah..sebel rasanya..padahal akulah yg  menginginkannya. Tapi itu tak berlangsung  lama, pada akhirnya dia takluk juga, kadang aku  biarkan tangan dia memegang  berkas, lalu aku pura2 membahasnya sambil tanganku  menyentuh jari dan  tangannya.&lt;br /&gt;Kadang aku genggam jarinya,..dan lama kelamaan dia memberikan response..dia juga menggenggam tanganku...ahh. .&lt;br /&gt;Kadang kalau mobil kami sudah mau sampai tujuan, aku pura2 minta  supirku untuk kembali ketempat lain, aku pura2 ada  yg tertinggal.. padahal aku  hanya ingin berlama2 dengan dia (sebut saja mas  Fariz) di mobil.&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika aku pura2 ada yg tertinggal dan suruh sopirku  membawa kami berdua ke rumah ku. Begitu mobil kami  memasuki halaman rumahku yg  besar, wajahnya tampak pucat pasi. Dia tampak  ketakutan dan gugup. Dia bilang nanti kalau papaku (alias big boss dia) akan&lt;br /&gt;marah kalau melihat  dia jam kerja begini malah mampir kerumah dia. Aku  bilang tak perlu takut, bukankah aku, anaknya big boss, yg membawa  dia kesini.&lt;br /&gt;Hampir setahun sudah dia bekerja bersama denganku, dan hubungan kami  sudah makin erat, tapi dia belum menyatakan cintanya  padaku. Mungkin dia  takut aku akan menolaknya, apalagi keyakinan kami pada saat itu masih berlainan. Hingga suatu ketika dia menelponku, dan&lt;br /&gt;mengajak bertemu disuatu  restoran di luar kota, dia memintaku datang tanpa  sopir. Dia tidak mau ada orang kantor yg melihat kami berdua. Di restoran itu dia menyatakan cintanya  padaku...langsung saat itu juga aku terima. Dan aku  katakan pada dia,  kalau aku merasa mas Fariz adalah soulmate ku. Aku  akan bersedia  memeluk Islam mengikuti agama yg dia anut. Aku juga  katakan kalau memang aku  sudah sejak lama tertarik dengan agama Islam, jadi mas Fariz semoga bisa  menjadi pembimbingku. Aku bisa melihat air mata dia  meleleh dari kedua matanya.&lt;br /&gt;Seumur hidupku baru kali ini aku melihat seorang  laki2 berlinangan air  mata karena aku, tak terasa akupun tak kuasa menahan  airmataku meleleh  dipipiku. Aku yakin aku sudah mendapatkan 'Soulmate' ku dan akan aku pertahankan sampai kapanpun dan dengan cara apapun.&lt;br /&gt;Di kantor kami tetap bekerja seperti biasa, seperti tak ada hubungan  suatu apapun. Tetapi diluar kantor kami benar2  sepasang kekasih yg lagi jatuh  cinta, dia mulai mengajariku shalat, dan sedikit2  bacaan doa. Dia  memang benar2 lelaki yg taat, dia menjaga  kesopananku, tak pernah melebihi  batas, walau kadang aku yg menggoda, tapi dia selalu  bilang, sabar..tunggu  tanggal mainnya. Tapi serapat apapun kami tutupi  hubungan kami, akhirnya sedikit demi sedikit bocor juga oleh orang2  kantor kami. Sampai akhirnya terdengar di telinga papaku.&lt;br /&gt;Suatu hari tiba2 papaku datang ke ruanganku, padahal papaku amat sangat  jarang datang ke ruang kerja ku, kalau ada keperluan  biasanya aku yg  dipanggil menghadap. Aku lalu diajak bicara berdua  dengan beliau. Mula2  papa tidak menanyakan hubungan ku dengan Fariz, tapi  sedikit demi sedikit dia mulai mengarahkan pembicaraan ke arah  sana. Sampai akhirnya dia  menanyakan kebenaran hubungan ku dengan Mas Fariz.  Aku tak sanggup  menjawab, wajahku tertunduk. Papaku terus menatapku,  menunggu  jawabanku.&lt;br /&gt;Aku tak sanggup berbohong, kalau aku bilang tidak,  itu bertolak  belakang dengan hati ku, sebaliknya kalau aku bilang  iya, aku khawatir kerjaan  Mas Fariz akan manjadi taruhannya. Akhirnya aku hanya bisa menangis....&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Mas Fariz tidak hadir lagi  dikantor, menurut orang2  kantor, dia dipindahkan kembali ke pulau Jawa mulai  hari ini, dan aku  mulai kehilangan kontak dengan dia.&lt;br /&gt;Seminggu kemudian dia menelpon ku, dia cerita  panjang lebar, bahwa pada  hari itu, setelah papa menemui ku, ternyata papa  langsung menemui dia,  dan keesokan paginya dia sudah harus kembali ke  kantor yg lama. Dia juga cerita kalau keadaan makin parah, karena nyaris tiap&lt;br /&gt;karyawan  dikantornya sudah mendengar kabar hubungan dia dengan aku. Dan banyak yang  menggunjingkan kalau mas Fariz, mengincar harta dan  kedudukan, karena  berpacaran dengan anak pemilik perusahaan. Dia  sampai berulang kali menyebut nama Allah, dan bersumpah kalau dia mencintaiku bukan karena itu semua.&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, dia memutuskan mengundurkan  diri dari perusaan  kami, tapi kami tetap saling berhubungan melalui  telp. Dia berjanji mencoba  mancari pekerjaan di perusahaan lain yg punya cabang  di kotaku,  sehingga bisa bekerja dikotaku dan kembali menemui  ku. Tuhan memang sudah  berencana, akhirnya 3 bulan kemudian mas Fariz sudah mendapat pekerjaan  dan di tempatkan kembali di kotaku walau dengan gaji  yang jauh lebih  kecil. Dia bilang sekarang sudah bebas berhubungan  dengan ku, dia tidak ada ikatan apa2 dengan perusahaan ku. Tak ada yg  bisa melarang. Aku amat terharu, dia korbankan karir pekerjaannya karena aku. Aku berjanji apapun yg terjadi aku tak akan tinggalkan dia.&lt;br /&gt;Sekarang kami! bebas behubungan tak perduli lagi dengan omongan orang2 kantor, karena dia toh tak lagi bekerja di perusahaan kami ini. Tapi ternyata papa kembali mengetahui ini, dan kali ini malahan mama ikut turun tangan. Aku diceramahi habis2an..&lt;br /&gt;Mereka sebenarnya tidak membeda2kan ras, mereka tidak keberatan aku berhubungan dgn siapapun, tapi mereka mulai curiga kalau aku mulai akan pindah keyakinan. Dan itu mereka kurang bisa menerima. Aku sudah jelaskan baik2 bahwa aku sudah cukup dewasa dan bisa mengambil keputusan buat hidupku sendiri tanpa tergantung papa dan mama.&lt;br /&gt;Ternyata jawabanku yg demikian itu membuat mereka tambah murka dan tersinggung. Mereka katakan bahwa tanpa mereka jalan hidupku tidak akan seperti ini. Banyak orang yg akan rela mati demi merasakan hidup seperti ku. Rumah mewah, sopir tersedia tiap saat, mobil mewah ada di garasi, uang melimpah, dihormati kemana aja pergi, dll. Mereka juga katakan, tanpa mereka aku tak akan pernah sanggup memperoleh kehidupan spt ini. Aku hanya menangis mendengar apa yg mama papa ku katakan. Tapi hatiku sudah bulat apapun yg terjadi aku tak akan tinggalkan Mas Fariz. Cinta pertamaku dan terakhir.&lt;br /&gt;Walau orang tua ku terus menentang, cintaku ke mas Fariz tak pernah surut. Akupun makin giat memperdalam agama Islam. Seringkali aku saat istirahat kantor, aku pergi ke toko buku besar di Mal. Aku baca2 buku tentang Islam.&lt;br /&gt;Pernah aku ajak orang kantor untuk ikut aku ke toko buku tsb. Dan dia tegur aku, karena dia pikir aku salah memilih bagian rak buku. Dia ingatkan aku kalau aku di bagian rak buku2 Islam. Aku bilang memang benar, aku mau membaca buku2 tentang Islam.&lt;br /&gt;Makin hari hubunganku dengan papa mama makin renggang. Padahal aku sudah bicara sebaik mungkin dengan mereka. Kakak2ku semuanya juga sudah terprovokasi. Mereka mulai menjauhiku. Kedua kakak laki2 ku sudah menikah dan menetap di Jakarta menjalankan perusaahan kami disana, sehingga papa dan mama sekarang lebih banyak menetap dikota kami.&lt;br /&gt;Dirumah, perlakuan mereka makin hari makin berubah terhadap ku. Aku makin dianggap bukan lagi bagian keluarga mereka.&lt;br /&gt;Tiap makan malam, mereka tak lagi mengajakku makan bersama2 di meja makan. Pembantu dirumah baru disuruh memanggilku untuk makan apabila papa mama dan kakak perempuanku sudah selasai makan, dan makanan yg ada dimeja makan, sisa mereka, yg aku makan. Pembantu tidak diperbolehkan menambah makanan. Bayangkan, aku memakan seadanya sisa dari mereka. Andai mereka makan ayam, maka aku hanya tinggal kebagian ceker dan kepalanya saja. Bisa dibayangkan bagaimana sakit hatiku rasanya. Tapi aku tetap bersabar, dan mas Fariz selalu mengingatkan aku untuk tetap berbakti pada orang tua. Padahal kalau aku mau, bisa saja aku pergi ke restoran yg paling mahal di kota ku ini.&lt;br /&gt;Puncak dari semua itu terjadi pada suatu malam.&lt;br /&gt;Kakak perempuanku memang sebenarnya kasihan kepadaku, sehingga kadang dia menyimpan sebagaian makanan yg baru dimasak didapur. Sehingga pada saat mama papa selesai makan, dia diam2 menghidangkan untukku. Suatu ketika secara tak terduga, papa mama ku kembali ke meja makan, dan mereka memergoki kakak ku yg membawa makanan yg dia simpan&lt;br /&gt;di dapur untukku. Langsung mamaku merebut piring yg dibawa kakakku, dan melemparkannya ke lantai..Sambil menyindir, bahwa kakakku tak perlu kasihan pada ku, karena aku sanggup hidup tanpa diberi makan dari mama papa dan bisa hidup mandiri tanpa mereka. Ohh....Mereka rupanya sudah amat membenciku.. ..Hancur berkeping2 hatiku pada saat itu. Aku hanya bisa menangis, tapi aku tak menyesal, dan aku akan terus bertahan dengan pilihan hidupku.&lt;br /&gt;Mas Fariz, menyarankan aku untuk bicara baik2 dengan mama dan papa, mudah2an mereka akan luluh dan mengerti. Suatu malam, aku berkesempatan mendatangi dan berbicara dengan mereka, dan aku secara baik2 dan sopan, tak lupa meminta maaf apabila aku salah pada mereka. Aku jelaskan baik2 pada mereka apa yg hatiku rasakan, aku tumpahkan semuanya. Tetapi justru itu membuat mereka tambah murka, mereka juga malah menuduhku telah diguna2, dan menyarankanku supaya sadar. Oh Ya Allah...Aku sehat wal afiat, Insya Allah saat itu tak ada satupun guna2 pada diriku. Semua keinginanku adalah murni dari hatiku, panggilan jiwaku, yg tak bisa lagi aku cegah. Aku jelaskan pada mama dan papa, bahwa aku sudah cukup umur, dan bukan lagi gadis remaja lagi, sehingga apapun keputusanku, aku bisa pertanggungjawabkan. Aku bisa mandiri andai keputusan hidupku itu memang menghendaki demikian. Papa dan mamaku tetap pada pendirian mereka, bahkan mereka menantangku, kalau sanggup hidup&lt;br /&gt;mandiri, sekarang juga serahkan seluruh harta ku yg aku punya selama ini, yg aku dapat selama hidup dengan mereka.&lt;br /&gt;Karena tekatku sudah bulat. Malam itu pula seluruh kartu credit, ATM, buku2 bank, aku serahkan pada mereka. Uang yg aku punya benar2 hanya tinggal yang ada di dompetku. Aku sepertinya tinggal menunggu waktu saja untuk meninggalkan rumah ini. Keesokan paginya, karena ada suatu keperluan aku ingin membuka lemari besi tempat penyimpanan surat2 berharga di rumah kami. Tetapi berulang kali aku mencoba, aku tak bisa membukanya. Ternyata nomor kombinasinya sudah diubah oleh mama pap! aku. Padahal didalamnya ada barang2 penting pribadiku, seperti Ijasah, perhiasan, dll. Aku mencoba menelpon papaku, menanyakan hal ini, dan lagi2 aku mandapatkan jawaban yg menyedihkan hatiku. Papaku menyindirku, kalau sanggup hidup mandiri, kenapa masih mau membuka lemari besi milik keluarga, pasti ada barang2 yg mau dijual didalamnya. Aku benar2 sudah dikucilkan, dan mereka benar2 mencoba menyiksaku dengan cara demikian, sehingga mereka pikir aku akan menyerah, dan akhirnya mengikuti apa yg mereka mau.&lt;br /&gt;Aku adukan semua itu ke mas Fariz, dan aku katakan kalau aku akan meninggalkan rumah orang tua ku. Dia tak bisa berkata apa2. Hanya ingatkan aku jangan sampai memutus&lt;br /&gt;silaturahmi dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara2 ku..&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah kejadian itu, aku benar2 meninggalkan rumah. Aku akan tinggal kost didekat kantorku. Aku berpamitan baik2 pada mama dan papa ku. Tapi mereka menolehpun tidak. Aku masih punya cukup uang di dompet. Aku bersumpah tak akan meminta uang lagi sepeserpun dari mereka. Aku bertekad membuktikan kata2 ku untuk hidup mandiri tanpa harta siapapun demi mempertahankan keyakinan ku. Selama aku bekerja diperusahaan papaku, memang secara formal aku di gaji sesuai dengan posisi kerjaku di perusahaan.Tapi disamping itu tiap bulan, tentu diluar formal perusahaan, aku mendapat uang saku dari papa ku yg lumayan banyak, hampir 20x lipat dari gaji resmiku. Sehingga penghasilan total sebulan bisa cukup untuk&lt;br /&gt;hidup mewah setahun. Bahkan seluruh uang simpananku di bank, sudah mencapai 10 digit. Tentu bukan jumlah sedikit. Bahkan mungkin cukup untuk biaya hidup seumur hidupku tanpa bekerja.&lt;br /&gt;Aku berharap perusahaan papaku masih memberikan gajiku, dan itu aku anggap memang uang hasil kerjaku, bukan pemberian.&lt;br /&gt;Tapi diakhir bulan aku tak memperoleh sepeserpun. Aku sudah meminta agar bisa diberikan cash. Ketika aku tanyakan ke bagian pembayaran gaji, ternyata mereka sudah diperintahkan papaku untuk menahan gajiku. Ya Allah, mereka benar2 melakukan cara apapun agar aku benar2 menderita dan pada akhirnya menyerah. Saat itu juga aku langsung mengundurkan diri dari perusahaan papaku itu. Aku tinggalkan perusahaan itu selama2nya.&lt;br /&gt;Ketika aku adukan hal ini pada mas Fariz dia amat sangat sedih dan meminta maaf padaku, karena gara2 dia hidupku jadi menderita. Dia rela andai aku tidak kuat dan merubah keputusan. Aku peluk dia, dan aku pastikan keputusanku tak akan berubah, dan aku makin ingin bisa hidup bersama dia. Saat itu hanya dialah sandaran hidupku. Dengan berlinangan air mata, dia sekali lagi menanyakan padaku, apakah aku menyesal dengan keputusanku, dan apakan aku rela bila menjadi muslimah dan menjadi istrinya. Saat itu juga aku cium tangannya, dan aku katakan, aku korbankan seluruh kehidupanku hanya untuk bisa hidup bersamanya, dan aku tak akan mudur ataupun menyesalinya, apapun yg terjadi aku akan hadapi iklas lahir dan batin.&lt;br /&gt;Singkat cerita, dengan diantar mas Fariz aku mengucapkan 2 kalimah syahadat di sebuah masjid dikota kami, disaksikan imam dan beberapa jemaah masjid tsb. Akhirnya penantian panjangku tercapai sudah, walau harus mengorbankan kehidupanku. Tapi aku tak pernah menyesali. Mas Fariz lalu mengajakku segera menikah di kota kelahirannya, karena kebetulan perusahaan tempat dia bekerja akan memindahkan dia ke pulau Jawa. Sebelum menikah, kami berdua mendatangi rumah papa dan mama, kami akan mohon restu baik2 pada mereka. Tetapi bapak satpam yg berjaga dipintu gerbang mengatakan kalau dia diperintahkan untuk tidak membuka pintu apabila kami berdua datang. Sebenarnya bapak satpam&lt;br /&gt;tersebut bersedia membuka pintu karena dia masih mengenalku. Tapi aku melarangnya, karena khawatir akan mencelakakan pekerjaan dia. Biarlah cukup aku saja yg menderita, aku tak ingin orang lain ikut terkena akibatnya. Aku tinggalkan secarik surat, yg isinya memohon doa restu dari mama papa, bahwa aku akan menikah dengan mas Fariz, juga aku katakan kalau aku sudah jadi muslimah. Aku bisa lihat mata bapak satpam itu berkaca2 sewaktu aku katakan aku sudah jadi mualaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya keluarga mas Fariz menanyakan ketidakhadiran keluargaku di pernikahan kami. Tapi setelelah mas Fariz ceritakan panjang lebar, akhirnya keluarga mau memahami. Kami menikah secara sederhana di kota tempat keluarga mas Fariz bermukim. Keluarganya amat sangat menerimaku dengan hangat, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan ras keturunanku. Malah ibu mertuaku amat sayang padaku.&lt;br /&gt;Setelah menikah, aku dan mas Fariz menetap di pulau Jawa. Aku amat sangat bahagia, bisa menjadi pendamping hidup dia. Aku merasakan dia bukan sekedar suami, tapi memang benar2 soulmate hidupku, yg aku cari2 sepanjang hidupku. Aku hidup dirumah yg sederhana dan hari2ku aku lalui dengan penuh kebahagiaan, dan aku tak mengeluh sedikitpun dengan&lt;br /&gt;yg mas Fariz berikan untukku. Aku tak lagi bekerja, karena aku benar2 ingin mengabdi pada suamiku, dan disamping itu semua ijasahku masih tersimpan di lemari besi di rumah mama papa, aku tak bisa melamar pekerjaan dimanapun. Aku juga tak mau meminta surat keterangan bekerja di perusahaan papaku. Aku ingin buktikan bisa hidup mandiri dengan suamiku. Mas Fariz amat sangat menyayangiku, tiap pagi sebelum berangkat ke kantor dia memeluku. Tiap hari aku bawakan dia 'lunch box' untuk makan siang karena aku tak mau makanan yg masuk ke perutnya berasal dari masakan orang lain. Aku benar2 posesif, ingin memiliki dan melayani dia&lt;br /&gt;secara total. Setiap hari aku bangun sebelum dia bangun, dan aku baru tidur setelah dia benar2 tidur, untuk memastikan dia sudah benar2 tak perlu aku layani lagi. Aku siapkan celana, baju, kaus kaki dia tiap pagi sebelum berangkat kerja. Sehingga dia tak perlu lagi memikirkan pakaian apa yg harus dia pakai tiap pagi. Bahkan aku potongkan kukunya bila sudah panjang .Pokoknya dia benar2 aku jadikan pangeran bagi diriku.&lt;br /&gt;Tiap malam sebelum tidur, kami selalu mengobrol dan saling mengajarkan bahasa. Dia mengajariku bahasa jawa, sadangkan aku mengajari dia bahasa mandarin. Dia amat cepat belajar mandarin, dalam waktu singkat dia sudah menguasai beberapa kata2 yg umum diucapkan, kadang dia mengajak ku bicara mandarin dirumah. Memang perusahaan tempat dia bekerja milik keluarga dari etnis keturuan seperti aku, dan banyak behubungan dengan warga keturunan, sehingga bila mampu berbahasa mereka akan merupakan keuntungan tambahan.&lt;br /&gt;Suatu ketika dia pulang membawa sepeda motor, dia katakan kalau kantornya memberinya pinjaman cicilan motor. Memang hanya sepeda motor, tapi aku sangat bahagia sekali dengan yg dia dapatkan. Berulangkali dia minta maaf tidak bisa belikan aku mobil mewah seperti yg aku pernah aku miliki dulu. Aku katakan pd dia motor  yg sekarang kita miliki bagiku jauh lebih mewah dari mobil yg dulu aku miliki. Karena motor ini bukan sekedar dibeli dengan uang, tapi juga cinta, yg tak akan ternilai berapapun banyaknya uang.&lt;br /&gt;Kehidupan perkawian kami amat indah, kalau dirumah nyaris kami tak bisa berjauan. Karena tiap hari bagi kami adalah bulan madu, maka hanya setahun kemudian lahirlah anak pertama (dan satu2nya) kami. Bayi laki2 itu kami namai, sebut saja 'Faisal'. Mas Fariz yg membacakan Azan dan qomat, ketika bayi kami lahir. Aku merasa lengkap sudah kebahagiaanku. Tiap hari aku tambah bahagia bisa merasakan ada 2 orang "Fariz" didalam rumahku. Saat mas Fariz ke kantor, aku di temani Fariz kecil,  bayiku. Oh alangkah bahagianya. Aku mencintai 2 orang yg sama darah dagingnya.&lt;br /&gt;Tiga tahun sudah anak kami hadir bersama kami. Mas Fariz terus bercita2 ingin mendatangi orangtua ku, oma opa si Faisal. Dia benar2 ingin memperkenalkan cucu mereka dan menyatukan aku dengan papa mama ku lagi. Dia berharap dengan kehadiran Faisal, akan meluluhkan hati orang tuaku.&lt;br /&gt;Tapi tiap kali aku menelpon papa mama ku masih bersikap seperti dulu, bahkan waktu aku katakan bahwa mereka sudah mempunyai cucu dari ku, mereka hanya menjawab, kalau mereka tidak merasa mempunyai keturunan dari ku..Ohh malangnya anakku. Aku amat sedih, teganya papa dan mama ku berkata spt itu. Aku masih memaklumi apabila mereka membenciku,&lt;br /&gt;tapi jangan pada anakku, cucu mereka, darah daging mereka sendiri.&lt;br /&gt;Mas Fariz hanya menyuruhku bersabar, dia percaya kelak papa dan mama akan menerima mereka. Tapi sebelum harapan mas Fariz terpenuhi, musibah mulai datang....&lt;br /&gt;Suatu ketika, mas Fariz pulang kerumah lebih awal, dia cuma merasa gak enak badan seperti orang masuk angin. Aku menyuruhnya segera istirahat dan tidur, dan memberi obat penghilang sakit. Malam harinya, tubuhnya mulai panas dan menggigil. Keesokan paginya aku mengantar dia ke dokter, waktu itu dokter hanya katakan kalau mas Fariz hanya demam biasa sehingga hanya diberi obat penurun panas, dan disuruh istirahat. Tapi malamnya tubuh nya tetap panas, dan menggigil, bahkan sampai mengigau. Aku sudah ajak mas Fariz untuk ke rumah sakit keesokan harinya. Tapi dia menolak, karena dia bilang hanya demam biasa, dan tak apapa,&lt;br /&gt;beberapa hari pasti sembuh. Sampai hari ke empat kondisinya makin parah, akhirnya disampai tak sadarkan diri, bahkan dari hidungnya kaluar darah. Dengan pertolongan para tetangga, suamiku segera dibawa ke RS. Hasil pemeriksaan daranhnya menunjukan trombositnya hanya tinggal 26ribu.&lt;br /&gt;Padahal orang normal harus diatas 150rb. Suamiku terkena demam berdarah, Dokter menyalahkan aku kenapa tidak segera dibawa ke RS lebih awal, karena serangan terberat demam berdarah adalah pada hari 5. Kalau kondisi  tubuh tidak kuat, bisa amat berbahaya. Besoknya, hari ke 5, memang benar2 makin parah kondisi suamiku, napasnya makin berat, trombositnya belum beranjak naik, tubuhnya udah benar2 digerogoti penyakit itu, malam itu setengah mengigau, dia memanggil namaku, lalu aku genggam tangannya dan aku dekati telingaku ke mulutnya, aku bisa dengarkan dia mencoba mengucapkan sesuatu, dan air matanya meleleh. Dia coba ucapkan kata2 "Maafkan aku" lalu aku tenangkan dia, kalau tak ada yg perlu dimaafkan. Aku iklas lahir bathin mendampingi dia. Setelah mendengar kata2ku, dia tampak tenang, lalu dengan satu tarikan napas dia coba mengucapkan "Lailahailallah" lalu dia pergi selama2nya meninggalkan aku. Dia pergi di pelukan ku. Aku ingat suatu ketika dia pernah berucap, andai Tuhan mengijinkan, dia ingin meninggal terlebih dahulu dari aku, dan dalam pelukanku, sebab ia ingin aku menjadi orang terakhir dalam hidupnya yg dia lihat. Aku sempat memarahi dia, jangan bilang seperti itu. Tapi dia bilang serius, kalau dia gak akan sanggup kalau aku yg meninggalkan dia terlebih dahulu. Ternyata Tuhan benar2 mengabulkan permohonan dia. Orang yg aku jadikan sandaran satu2nya dalam hidup ini telah pergi selama2nya. Tak terkirakan amat sedih dan hancurnya hatiku. Andai aku tak ingat dengan si kecil Faisal, mungkin aku sudah ingin segera mengusul mas Fariz dialam sana.&lt;br /&gt;Mas Fariz benar2 orang yg jujur dan baik, waktu penguburan seluruh rekan2 kerja, bahkan big boss tempat bekerja hadir.&lt;br /&gt;Waktu aku tanyakan apakah ada hutang piutang mas Fariz yg harus aku selesaikan. Mereka katakan tidak ada sama sekali, bahkan kantornya memberikan santunan 4x gaji, ditambah&lt;br /&gt;uang duka dari rekan2nya. Aku juga ditawarkan bekerja di perusahaan tsb. Tapi untuk saat itu aku benar2 gak sanggup melakukan apapun. Aku merasa setengah dari nyawaku sudah hilang. Selama 3 bulan aku berduka, aku tak sanggup pergi dan melakukan apapun. Bahkan tiap tidur, aku masih membayangkan mas Fariz disampingku. Akhirnya untuk semantara waktu aku tinggal dengan ibu mertuaku, supaya Faisal ada yg mengasuh. Rumah dan motor aku jual, karena aku tak sanggup membayangkan kenangan bersama mas Fariz tiap aku melihatnya. Hampir setengah tahun tinggal dengan mertuaku, sampai akhirnya aku putuskan kembali ke kota asalku. Sebenarnya ibu mertuaku amat baik dan sayang padaku. Tapi aku tahu diri gak mungkin selamanya bergantung pada siapapun. Aku harus bisa mandiri, membesarkan&lt;br /&gt;anakku, satu2nya hartaku yg tersisa.&lt;br /&gt;Aku pulang ke kota asalku dengan sisa uang yg aku punya. Lalu aku mengontrak rumah, dan membuka toko kecil2an di depannya. Tetapi mungkin karena aku masih terus berduka dan terbayang suamiku, sehingga aku kadang kurang memikirkan usahaku ini, sampai akhirnya usahaku ini bangkrut.&lt;br /&gt;Tokokupun aku tutup, uangku habis untuk membayar tagihan2 para suplier barang, semantara penjualanku tak seberapa menguntungkan.&lt;br /&gt;Aku sebenarnya tidak pernah putus asa, apapun aku jalani asal halal. Pernah aku coba jadi pelayan restoran, tapi hanya beberapa bulan, karena anakku tak ada yg jaga. Sampai akhirnya aku benar2 kehabisan uang, tak sanggup lagi membayar kontrakan. Dengan membawa koper isi pakaian, aku menggendong anakku, berjalan tanpa tujuan. Aku benar2 bingung akan kemana.&lt;br /&gt;Pernah terlintas di benakku untuk kembali ke keluargaku. Tapi justru dengan kondisi seperti ini mereka pasti akan merasa menang. Mereka akan tertawa terbahak2 dan terus bisa mengejek ku seumur hidupku, bahwa aku gagal dalam memilih jalan hidup. Akhirnya ditengah rasa putus asa, aku teringat masjid tempat dulu aku pertama kali mengucapkan kalimat sahadat. Masjid itu memang bukan masjid raya dikota kami, tapi karena masjid yg tua dan bersejarah, maka banyak jemaah yg datang. Aku berpikir, dulu aku memulai jalan hidupku dari masjid itu, sehingga kalaupun jalan hidupku berakhir aku ingin di masjid itu pula. Aku datangi masjid tsb. Dan aku shalat mohon petunjuk. Anakku karena kelelahan tertidur di sampingku. Aku tak punya uang untuk membeli makanan. Akhirnya aku hanya bisa menangis. Rupanya tangisku didengar oleh seorang bapak, dan beliau rupanya imam masjid tersebut, dan dia yg dulu membimbingku membaca syahadat. Aku tak lupa dengan wajahnya, tetapi dia pasti sudah tak&lt;br /&gt;ingat dengan wajahku, karena wajahku tak sesegar dulu lagi. Sewaktu aku perkenalkan diriku dan aku katakan bahwa aku dulu mualaf yg beliau bimbing, dia langsung ingat tapi juga kaget dengan kondisiku yg seperti ini.&lt;br /&gt;Akhirnya aku ceritakan semuanya pada beliau, sebab aku merasa tak ada lagi orang di dunia ini yg aku jadikan sandaran hidupku.&lt;br /&gt;Setelah selesai mendengar ceritaku, dia menyuruh aku agar jangan pergi kemana2, dan tetap tinggal di masjid, beliau juga menyuruh salah seorang jemaah untuk membelikan makanan untuk aku dan anakku. Sebentar kemudian dia pergi meninggalkan ku, sambil berpesan akan segera kembali menemuiku ,(rupanya dia pergi mencari tempat untuk aku bisa tinggali). Tak lama beliau kembali menemui ku, sambil tersenyum dia katakan, mulai malam ini aku sudah memperoleh tempat tinggal. Aku diajak ke belakang masjid, disitu ada sebuah bagunan tambahan yg terdiri dari beberapa ruangan. Biasanya ruangan itu untuk gudang menyimpan peralatan masjid, seperti tikar, kursi2, dll. Salah satu ruangnya tampak sudah kosong, dan dia menunjuk bahwa itu lah rumah ku. Aku boleh menempatinya selama mungkin aku mau. Ruang disebelahnya ditempati olah pak tua penjaga masjid, sehingga aku ada yg menemani. Ruangan tsb hanya berukuran kurang lebih 2x2m. Pak Imam masjid itu juga menambahkan, kalau nanti aku diberikan honor sekedarnya, kalau mau membantu2 membersikan masjid, sehingga cukup untuk makan.&lt;br /&gt;Bahkan beliau menambahkan kalau aku bisa datang kerumahnya sekedar2 membantu2 istrinya memasak, kerena memang rumah beliau hanya beberapa ratus meter dari masjid.&lt;br /&gt;Alhamdulilah, aku amat bersyukur ternyata Allah mendengar doaku. Aku ingat, bahwa Allah tak akan menguji hambanya dengan melebihi beban yg sanggup dia pikul. Aku sudah bersyukur bisa memperoleh tempat berteduh, walau hanya kamarnya kecil (jauh lebih kecil dibanding kamar mandiku,saat dirumah orang tuaku). Ada lagi yg membuatku merasa tenang, karena ku tinggal berdekatan dengan rumah Allah, tiap aku merasa sedih, aku tinggal masuk kedalam masjid, dan mengadukan langsung pada Allah. Karena tinggal dekat dgn masjid, otomatis shalatku tak terlewatkan sekalipun.&lt;br /&gt;Alhamdulilah hidupku sedikit2 demi sedikit mulai tenang. Aku sering membantu istri pak Iman memasak dirumahnya, dan&lt;br /&gt;sebagai imbalannya, beliau selalu membekali makanan untuk aku bawa pulang. Sehingga aku tak perlu risau memikirkan makanan sehari2. Kalau pak Imam sekeluarga ada keperluan keluar kota, akulah yang dititipi untuk menjaga rumahnya, dan aku bisa tinggal dirumahnya. Sebenarnya mereka sudah menawarkan aku untuk tinggal bersama mereka. Tapi aku tahu diri tak mau terus menerus merepotkan orang lain.&lt;br /&gt;Pekerjaanku rutinku tiap hari adalah, membersihkan halaman masjid, membersihkan kaca2 jendela, Sedangkan pak tua mengepel lantai masjid. Tiap minggu aku mendapakan honor sekedarnya dari hasil kotak amal di masjid, tapi kadang aku tak mendapatkan sepeserpun, karena kadang sudah habis untuk keperluan masjid, tapi aku lakukan itu dengan&lt;br /&gt;senang hati dan iklas. Sementara ini aku benar2 ingin mengabdi pada Masjid ini, sebagai tanda terimakasih ku. Aku tak mau bersusah payah kesana kemari mencari pekerjaan, Aku percaya kelak masjid ini pula yang akan memberiku jalan memperoleh pekerjaan.&lt;br /&gt;Kadang malam hari aku duduk2 diteras masjid, mengobrol dengan pak tua. Dia bercerita kalau anak2nya masih ada di kampung, tapi dia juga tak mau merepotkan anak2nya. Selama masih kuat, dia tak mau merepotkan orang lain. Lalu saat giliran aku cerita, kadang aku bingung harus cerita apa..??? Apa aku ceritakan kalau dulu aku pernah naik kapal pesiar keliling eropa, atau aku pernah menginap di hotel mewah di las vegas, atau aku punya apartment mewah di Australia..Ahh pasti dia akan tertawa dan menganggap aku berhayal, sebab jangankan tinggal dihotel, sekarang ini uang yg aku punya tak lebih banyak dari 20ribu..&lt;br /&gt;Dulu tiap minggu aku bisa membeli peralatan make up, eye shadow, lipstick, dll jutaan rupiah. Sekarang ini make up ku hanyalah air wudhu ku tiap aku shalat. Tetapi justru banyak yang mengatakan kalau wajahku tetap bersih, cantik, alami. Kadang orang berpikir aku masih memakai make up.&lt;br /&gt;Yah..mungkin Allah yang memakaikan make up untuk ku. Kecantikan datang dari dalam. Inner Beauty. Banyak yg bilang, dengan mata sipit ku dibalik kerudung, aku terlihat cantik.&lt;br /&gt;Tak terasa aku sudah hampir 2 tahun menetap di masjid itu, anakku sudah sekolah di SD dekat masjid milik suatu yayasan dan tanpa membayar sepeserpun. Aku hanya membelikan seragam dan alat2! sekolah. Bahagianya hatiku melihat anakku sudah masuk sekolah..oh, seandainya mas Fariz masih ada dan melihat anak kita dihari pertama pergi ke sekolah.. Anakku rupanya tumbuh besar dalam keprihatinan, sehingga dia sangat tahu diri, dia tak pernah sekalipun merengek2 minta dibelikan ini itu seperti layaknya anak2 lain. Pernah hatiku amat terenyuh. Ketika dia pulang sekolah dengan kaki telanjang, sambil menenteng2 sepatunya. Sambil&lt;br /&gt;tertawa, tanpa mengeluh, dia malah menunjukan sepatunya kepadaku "Ma, sepatu Faisal udah minta makan". Maksudnya sepatunya udah robek depannya, seperti mulut minta makan. Melihat dia tertawa, akupun ikutan tertawa,walau hatiku rasanya ingin menangis. Andai dia tahu, dulu mamanya selalu memakai sepatu berharga jutaan rupiah, sekarang ini membelikan sepatu anaku yg murahpun aku belum sanggup. Alhasil selama 2 hari anakku kesekolah memakai sepatu yg robek itu, sampai akhirnya aku belikan sepatu bekas. yg lebih layak dipakai. Aku bersyukur mempunyai anak yg amat tahu diri. Tak mau membebani ibunya. Memang anak yg shaleh akan menjadi bekal yg amat bernilai buat orang tua. Pak Imam masjid kadang menengok kami, dan menanyakan keadaan kami. Dia sering cerita, gimana istri nabi Muhammad dulu hidupnya jauh lebih menderita, tetapi tetap tabah menghadapi cobaan dan tak goyah keimanannya. Beliau kadang bilang, kalau aku pasti  akan jadi ahli  surga.&lt;br /&gt;Berulangkali dia bilang, kalau orang lain gak akan mungkin sanggup menghadapi cobaan ini, tapi aku tetap bertahan memegang keyakinan, meninggalkan kenikmatan dunia yg justru pernah aku peroleh.&lt;br /&gt;Suatu siang, aku melihat ada mobil datang ke halaman masjid, dari dalam mobil itu keluar 2 orang yg aku masih kenal. Yang satu perempuan bernama tante Grace, yg satunya lagi laki2 oom Albert. Mereka berdua merupakan lawyer untuk perusahaan dan keluarga kami. Entah gimana mereka bisa mengetahui aku ada disini. Mereka membawa sebundel amplop, dan mengajak aku berbicara. Aku bisa lihat mata tante Grace yg memerah menahan air mata sewaktu dia melihat tempat aku tinggal. Bahkan oom Albert suaranya bergetar seperti lehernya tersekat menahan sedih. Mereka katakan diutus oleh orang tua kami. Karena orang tua kami sudah tahu gimana keadaan ku sekarang. Mereka katakan didalam amplop yg mereka pegang isinya surat2 bank, ATM, Ijasahku, yg bisa aku miliki lagi. Bahkan aku dijemput untuk pulang ke rumah mama papa ku. Sejenak aku berbahagia, aku pikir orang tuaku sudah terbuka hatinya, aku bisa pergunakan uang yg cukup banyak itu untuk hidup yg lebih baik dgn anakku. Tetapi dengan suara terpatah2 om Albert melanjutkan, bahwa mama dan papa memberi syarat. Ketika aku tanyakan apa syaratnya. Mereka berdua nyaris tak sanggup melanjutkan pembicaraan. Tante Grace makin menunduk menahan tangis. Akhirnya om Albert mengatakan kalau syaratnya aku dan anakku harus kembali ke keyakinan yg dulu aku anut. Saat itu juga aku langsung menjawab, kalau aku tak akan mau menerima amplop itu, dan aku katakan agar kembalikan ke orang tuaku. Mereka amat sangat minta maaf padaku, karena mereka tahu aku tersinggung. Tapi aku juga sadar mereka hanya menjalankan tugas. Bahkan tante Grace menambahkan, andai mengikuti hati nurani pasti mereka udah serahkan itu amplop pada ku tanpa syarat apapun, tapi mereka terikat profesi mereka.&lt;br /&gt;Akhirnya mereka pamit meninggalkan ku. Tapi beberapa saat kemudian mereka balik kembali menemui ku, aku pikir mereka akan membujukku. Tapi rupanya mereka berinisiatif memfoto copy ijasah2 ku dan menyerahkan copynya ke aku. Mereka lakukan atas inisiatif mereka sendiri, walau dengar resiko kehilangan pekerjaan. Mereka katakan hanya itu yg bisa mereka bantu untukku. Oh terima kasih Tuhan... Sedikit2 Tuhan memberikan jalan untuk ku.&lt;br /&gt;Akhirnya aku punya bukti kalau dulu aku pernah sekolah tinggi sampai di luar negri.&lt;br /&gt;Rupanya Tuhan sudah cukup mengujiku, dan sepertinya aku mulai diberikan rewards atas ketabahanku selama ini. Tuhan mulai memberikan jalan yg terang untuk ku.&lt;br /&gt;Suatu pagi di halaman masjid tampak 2 orang perempuan yg sedang mengamati bangunan masjid. Satunya seorang bule entah dari negri mana, sedangkan satunya lagi perempuan lokal.&lt;br /&gt;Kebetulan pak tua sedang di halaman, sehingga mereka menghampirinya, masjid tsb memang unik, karena merupakan bangunan tua, dengan arsitektur melayu kuno, sehingga kadang sering dikunjungi orang, dan biasanya pak tua lah yg menjadi juru bicara, karena memang dia yg tahu sejarah masjid tsb. Akupun banyak mendapat carita dari pak tua tentang masjid tsb sehingga aku tahu banyak pula tentang sejarah masjid tsb.&lt;br /&gt;Aku hanya perhatikan dari jauh, dua orang pengunjung itu ngobrol dengan pak tua, sampai akhirnya aku lihat si bule agak kebingungan. Didorong rasa ingin tahu, aku hampiri mereka. Dengan sopan aku perkenalkan diri, dan menawarkan diri untuk membantu. Ternyata si bule itu&lt;br /&gt;adalah mahasiswi arsitektur dari Australia yg sedang melakukan study, sedangkan pendampingnya adalah mahasiswi arsitektur dari univ. T di kotaku yg bertugas sebagai penterjemah, panggil saja 'Retno'. Rupanya si mahasiswi lokal tsb kurang lancar bahasa Inggrisnya sehingga membuat si bule kadang kebingungan mendengar terjemahan cerita dari&lt;br /&gt;pak tua. Dengan sopan pula aku ajukan diri untuk membantu sibule itu. Dengan bahasa inggrisku yg sangat lancar aku ceritakan dari awal sampai akhir semua tentang masjid tsb. Aku ajak pula berkeliling ke tiap sudut masjid.&lt;br /&gt;Si bule tambah takjub ketika aku katakan pernah study di negrinya. Retno terus memandangiku setengah tidak percaya tentang diriku. Setelah puas mendapatkan informasi, sebelum pulang Retno berjanji akan menemui ku kembali segera, ada yg ingin dia tanyakan lebih banyak ttg diriku katanya.&lt;br /&gt;Aku dengan senang hati akan menerima kedatangannya kapan saja. Beberapa hari kemudian Retno memang benar2 kembali datang menemuiku, kali ini dia sama sekali tidak membicarakan perihal arsitektur masjid. Tapi tentang diriku. Dia amat ingin tahu tentang diriku, akhirnya aku ceritakan dari awal sampai saat ini perjalanan hidupku ini. Dia amat bersimpati dan berkeinginan menolong ku. Walau aku tidak mengharapkan pertolong orang lain, tapi aku hargai niatnya membantuku. Dia bilang dengan pendidikan ku dan kemahiranku berbahasa asing, pasti aku akan dapatkan pekerjaan, apalagi aku sekarang sudah mempunyai bukti fotocopy ijasah ku. Kira2 seminggu kemudian dia kembali datang kepadaku, dan menyuruhku membuat surat lamaran, bahkan dia sendiri yg membawa kertasnya dan amplopnya. Dia katakan di rektorat univ memerlukan beberapa tenaga honorer. Aku terharu ada orang lain yg peduli mau membatuku tanpa pamrih, aku ucapkan banyak terimakasih padanya. Bagiku dia seperti diutus Tuhan untuk menolongku. Tak lama kemudian aku mendapat kabar gambira, aku dipanggil menghadap ke rektorat universitasnya untuk test dan wawancara.&lt;br /&gt;Sebelum berangkat aku shalat memohon kapada Allah agar diberikan kelancaran. Anakku aku titipkan pak tua, yg memang sudah aku anggap sebagai orang tuaku sendiri.&lt;br /&gt;Alhamdulilah semua test aku lalui dengan lancar, bahkan sewaktu wawancara bahasa Inggris, justru akulah yg lebih menguasai ketimbang yg mewawancaraiku. Dia sampai menyerah, dan mengatakan bhs inggrisku udah perfect melebihi kemampuan dia.&lt;br /&gt;Tak sampai seminggu kemudian, Retno mendatangiku lagi, kali ini dia tampak gembira sekali, dia katakan dalam beberapa hari aku akan mendapat surat dari rektorat, yg isinya penerimaan aku sebagai karyawan. Dia bisa lebih dulu tahu karena ada temannya yg bekerja disana. Langsung aku menuju masjid dan bersujud sukur lama sekali. Aku merasa telah lulus segala test yg diujikan Allah terhadapku. Memang kadangkala aku sering bertanya pada Allah, apakah karena aku mualaf sehingga Allah kurang percaya dengan keimananku, sehingga perlu mengujinya dengan ujian yg amat berat.&lt;br /&gt;Walau sebagai karyawan honorer tapi aku sudah bersukur, yg penting aku sudah memperoleh penghasilan yg layak. Kerjaanku membantu bagian keuangan di rektorat, memang sesuai dengan ilmuku, tetapi mulai banyak orang yg tahu kalau aku lulusan dari luar negri. Setiap ada seminar dan memerlukan makalah dalam bahasa Inggris pasti aku yg diberikan tugas tambahan untuk menyusunnya. Akupun banyak membantu menterjemahkan litelatur2 asing untuk dipergunakan para mahasiswa. Nyaris sejak 3 tahun terakhir, aku tidak&lt;br /&gt;pernah membeli baju baru. Dengan gajiku sekarang aku sudah bisa membeli lagi. Aku amat sangat senang bukan main, bisa membelikan pakaian yang bagus2 untuk anakku. Bahagia rasanya melihat anakku bisa aku berikan pakain yg layak. Pakaian sekolahnya yg sudah menguning, sekarang sudah aku belikan yg baru putih bersih, dan juga sepatu baru. Sepatunya yg dulu robek, masih aku simpan sebagai kenangan.&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian aku sudah mampu mengontrak rumah sendiri, sebelum aku meninggalkan masjid tsb tak lupa aku berpamitan kerumah pak Imam, aku ucapkan banyak terimakasih atas pertolongannya, beliau katakan yg menolong bukan dia tetapi Allah SWT yg menolongku. Aku peluk dia lama sekali, dan aku katakan dahulu aku mengucapkan syahadat didepan dia, dan aku tak akan pernah mengingkarinya seumur hidupku, apapun yg terjadi. Sebelum pergi, aku sempat memandangi kamarku untuk terakhir kali, sempat beberapa menit aku tertegun, membayangkan, mungkin kelak ruangan ini akan dipakai oleh orang2 yg senasib seperti aku.....Aku berharap&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi kekuatan....&lt;br /&gt;Setelah aku melewati segala cobaan, Tuhan tampaknya terus menerus memberikan semacam rewards kepadaku, belum genap setahun aku bekerja, pihak rektorat meberikan kabar, kalau statusku akan di tingkatkan menjadi ! karyawan tetap, bahkan beberapa dosen senior sudah menawariku untuk membantu mengajar. Memang rekan2 kerjaku mengatakan, kalau karirku bakal amat bagus, karena orang dengan kemampuan sepertiku amat dibutuhkan. Mereka bilang, kesuksesanku hanya menunggu waktu saja. Aku hanya bisa mengucap puji syukur Alhamdulilah. Andai dulu aku sering berdoa dengan linangan air mata kesedihan, sekarangpun aku masih sering menangis ketika berdoa, tapi kali ini aku menangis bahagia.&lt;br /&gt;Sampai saat ini aku masih sendirian, aku bertekad membesarkan anakku sebaik2nya, bagiku aku masih merasa istri dari mas Fariz. Masih sulit rasanya menggantikan dia dihatiku. Seperti yg aku pernah katakan, dia bukan hanya suami, tetapi soulmate ku, dan tak tergantikan. Tetapi&lt;br /&gt;entah kalau Allah mempunyai rencana lain untukku.&lt;br /&gt;Tiap memandang anakku, aku seperti melihat mas Fariz. Seperti dia masih mendampingiku.&lt;br /&gt;Alhamdulilah dengan penghasilanku sekarang ini aku kini bahkan sudah mampu membeli sepeda motor untuk keperluan&lt;br /&gt;transportasiku. Kadang diakhir pekan aku berboncengan dengan anakku jalan2 rekreasi. Kadangkala aku sengaja lewat depan rumah orang tuaku, sambil aku katakan bahwa itulah rumah opa dan oma. Sering anakku bertanya, "Ma kapan kita pergi main kerumah oma-opa? " Aku tak bisa menjawab, karena menahan air mata...&lt;br /&gt;Walaupun begitu aku terus berdoa, semoga suatu saat kelak, kedua orangtuaku dibukakan pintu hatinya, kalaupun tidak mau menerima aku lagi, mohon terima anakku, cucunya, darah daging mereka sendiri.&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari yahoo mailinglist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-275827250548684557?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/275827250548684557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/kisah-muslimah-muallafah-cina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/275827250548684557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/275827250548684557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/kisah-muslimah-muallafah-cina.html' title='Kisah Muslimah (Muallafah) Cina Memperjuangkan Iman'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZ-p3Zyp6mI/AAAAAAAAAGQ/VoxQlhXOcG8/s72-c/mawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-2537019047606608444</id><published>2009-02-17T02:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T03:16:24.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>7 Penyakit Wanita , Awas Terjangkiti ......</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZqcfvsef_I/AAAAAAAAAFw/beE93jRwmDc/s1600-h/ab.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZqcfvsef_I/AAAAAAAAAFw/beE93jRwmDc/s320/ab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303723580375072754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sebuah survey, ini adalah beberapa penyakit yang sering dan biasanya dialami oleh wanita….&lt;br /&gt;1. Nangisuitis&lt;br /&gt;Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Curhatitis&lt;br /&gt;Bawaannya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis. Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, nah yang paling pen ting n manjur curhat sama Allah Subhanahu Wataala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shooping Syndrome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet cowoknya(suaminya) ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cerewetisme&lt;br /&gt;Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya(suaminya) bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih diperlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lamanian Dandanitos&lt;br /&gt;Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok (masksudnya suaminya) minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cemburunotomy&lt;br /&gt;Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ngambekilation&lt;br /&gt;Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Obatx yang paling manjur alias mujarab bin tokcer menghadapi tipe wanita diatas adalah dalah&lt;br /&gt;Obat : Maafinisitis&lt;br /&gt;Bahan Aktif : ikhlas 100%&lt;br /&gt;Indikasi : Dapat menyembuhkan borok akibat dosa yang dipendam, menurunkan panas hati dan dendam. Mengurangi kerutan di wajah karena cemberut. Pemakaian setiap hari bertemu orang dimanapun.&lt;br /&gt;Perhatian : dianjurkan untuk dipakai bersama senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-2537019047606608444?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/2537019047606608444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/7-penyakit-wanita-awas-terjangkiti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2537019047606608444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2537019047606608444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/7-penyakit-wanita-awas-terjangkiti.html' title='7 Penyakit Wanita , Awas Terjangkiti ......'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SZqcfvsef_I/AAAAAAAAAFw/beE93jRwmDc/s72-c/ab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-9038720927061031530</id><published>2009-02-08T21:46:00.001-08:00</published><updated>2009-02-09T18:22:55.073-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)'/><title type='text'>Ming ming</title><content type='html'>Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita Ming Ming?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menjadi da'i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-9038720927061031530?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/9038720927061031530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/punya-pendidikan-tinggi-merupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/9038720927061031530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/9038720927061031530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/02/punya-pendidikan-tinggi-merupakan.html' title='Ming ming'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-7113876528458995368</id><published>2009-01-27T21:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T06:05:56.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gerhana'/><title type='text'>GERHANA MATAHARI CINCIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin 26 Januari 2009, sekitar sore-petang, wilayah Indonesia akan dilewati oleh perisitiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC). Fenomena ini merupakan peristiwa yang langka terjadi, dan moment ini oleh Bosscha dijadikan sebagai event pembuka pada perayaan Tahun Astronomi Internasional 2009 di Indonesia. Apakah Gerhana Matahari Cincin itu…? Saya bisa melihatnya dari mana saja…? Di Indonesia…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Disebut Gerhana Matahari Cincin (GMC) karena bagian bola Matahari yang tampak dari Bumi layaknya piringan itu tidak seluruhnya tertutup oleh bayang-bayang Bulan. Bagian yang terlihat oleh kita yang di Bumi hanya sebgain kecil seperti sabit bulan tapi ini Matahari, ya seperti sabit matahari gitu. Inilah Cincin dari sebagian cahaya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini foto gerhana matahari cincin yang diambil dari berbagai media online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_zb0thrnI/AAAAAAAAADM/vvUEmmXVlvk/s1600-h/gerhana-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_zb0thrnI/AAAAAAAAADM/vvUEmmXVlvk/s320/gerhana-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296219346142604914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gerhana dilihat dari Jakarta (Foto: Ramadhian Fadillah/ detikcom)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_zzPzd5rI/AAAAAAAAADU/6sH9TSbdgbY/s1600-h/images4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_zzPzd5rI/AAAAAAAAADU/6sH9TSbdgbY/s320/images4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296219748552271538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fenomena gerhana matahari cincin terlihat di Jakarta, Senin (26/1). Proses gerhana ini terjadi dari pukul 15.21 - 17.50 wib dan mencapai puncaknya pada pukul 16.41 wib. Gerhana ini dapat dilihat secara sempurna di wilayah Tanjung Karang Lampung dan Anyer Baten. Kristianto Purnomo (KP) 26-01-2009&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0HywMVyI/AAAAAAAAADc/6Pbam-baAZE/s1600-h/r_ti-gerhanaby.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0HywMVyI/AAAAAAAAADc/6Pbam-baAZE/s320/r_ti-gerhanaby.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296220101531162402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awan menutupi gerhana matahari yang tampak dari kawasan Jakarta Selatan pada pukul 16.54.54 Posisi gerhana di Jakarta tidak sepenuhnya berbentuk cincin. TEMPO/Budi Yanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0XLKC7XI/AAAAAAAAADk/tZAJwWAWE4c/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0XLKC7XI/AAAAAAAAADk/tZAJwWAWE4c/s320/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296220365780086130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa gerhana matahari cincin (GMC) terlihat jelas di wilayah Bandar Lampung, Lampung, pada letak 05.21 derajat lintang selatan dan 105.14 derajat bujur timur, pukul 16.41, Senin (26/1). Peristiwa ini memiliki siklus 54 tahun sekali pada posisi letak yang sama. Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON) 26 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0r1UuL5I/AAAAAAAAADs/zPxMSb0Mbbk/s1600-h/lamp02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_0r1UuL5I/AAAAAAAAADs/zPxMSb0Mbbk/s320/lamp02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296220720696536978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerhana matahari cincin ini terjadi karena pada saat kejadian, diameter bulan lebih kecil dari diameter matahari dan menutup matahari sehingga membentuk sebuah cincin. Reuters/Beawiharta.(detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_07mrxBKI/AAAAAAAAAD0/eAvT8blDyLg/s1600-h/lamp01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_07mrxBKI/AAAAAAAAAD0/eAvT8blDyLg/s320/lamp01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296220991644566690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Puncak gerhana matahari cincin bisa dilihat dengan jelas di Bandarlampung, Provinsi Lampung. Reuters/Beawiharta.(detik.com)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="label"&gt;Sebagian foto bisa berwarna merah karena diambil menggunakan kamera dengan  solar filter. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; Di tahun 2009 ini akan terjadi 2 kali Gerhana Matahari dan 4 Gerhana Bulan. Alamanak Gerhana secara lengkap dapat di akses &lt;a title="data gerhana komplit" href="http://www.eclipse.org.uk/eclipse/0132009/index.html"&gt;HM Nautical Almanak Office&lt;/a&gt; ini. Atau di &lt;a title="Mr Eclipse" href="http://www.mreclipse.com/Totality2/TotalityCh11.html" target="_blank"&gt;Mr Gerhana&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;Diwilayah Indonesia akan terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret 2016. Jadi nantikanlah 7 tahun lagi peristiwa alam ini.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mari kita mulai senang melihat langit yang jauh lebih luas ketimbang bumi …&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT telah berfriman dalam QS. Ibrahim[14]:33:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="font-size:15;"&gt;وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ (٣٣)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiyaa[21]:33:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:15;" dir="rtl"   lang="AR-SA"&gt;وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٣٣)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:38:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="font-size:15;"&gt;وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٣٨)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Yasiin[36]:40:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="font-size:15;"&gt;لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT juga telah berfirman dalam QS. Al-Qiyamah[75]:9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="font-size:15;"&gt;وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ (٩)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan matahari dan rembulan dikumpulkan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah akhirnya berfirman dalam QS. Fushshilat[41]:37:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="font-size:15;"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHOLAT GERHANA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shalat Gerhana atau shalat kusufain sesuai dengan namanya dilakukan saat terjadi gerhana baik bulan maupun matahari. Shalat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan shalat khusuf sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan shalat kusuf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits yang mendasari dilakukannya shalat gerhana ialah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari kerana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam “Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu shalat dan berdoa sehingga habis gerhana.” (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Niat shalat ini, sebagaimana juga shalat-shalat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta’ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca Al Fatihah lagi kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bacaan Al Fatihah pada shalat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana matahari tidak. Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap raka’at, disunnatkan membaca yang panjang. Hukum shalat gerhana adalah sunnat muakkad berdasarkan hadits Aisyah Radhiallaahu anha. Nabi dan para shahabat melakukan di masjid dengan tanpa adzan dan iqamah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang Sholat Gerhana telah banyak ulasan di link-link berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Gerhana dan Himkah Sholat Gerhana" href="http://pakar.blogsome.com/2007/08/28/gbt-28-ogos-2007/" target="_blank"&gt;Hikmah Sholat Gerhana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Sholat Gerhana" href="http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/17/sholat-gerhana/" target="_blank"&gt;Sholat Gerhana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Tata Cara Sholat Gerhana" href="http://mumtazanas.wordpress.com/2007/08/28/ringkasan-tata-cara-shalat-gerhana/" target="_blank"&gt;Ringkasan Tata Cara Sholat Gerhana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a title="Sholat Gerhana, Sunnah yang terlupakan" href="http://fnurzaman.wordpress.com/2007/08/29/sholat-gerhana-salah-satu-sunnah-nabi-yang-sering-dilupakan/" target="_blank"&gt;Sholat Gerhana, Sunnah yang terlupakan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah memberikan kesempatan kita untuk semakin menambah ketaqwaan dan rasa syukur kepada-Nya…amien 19x.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p class="postinfo"&gt;     DIarsipkan di bawah: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/astronomi/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Astronomi" rel="category tag"&gt;Astronomi&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/fenomena/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Fenomena" rel="category tag"&gt;Fenomena&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/sekilas-info/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Sekilas Info" rel="category tag"&gt;Sekilas Info&lt;/a&gt; | yang berkaitan: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/astronomi/" rel="tag"&gt;Astronomi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/astronomy/" rel="tag"&gt;Astronomy&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/falak/" rel="tag"&gt;Falak&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/gerhana/" rel="tag"&gt;Gerhana&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/gerhana-matahari/" rel="tag"&gt;Gerhana Matahari&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/gerhana-matahari-cincin/" rel="tag"&gt;Gerhana Matahari Cincin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/hisab/" rel="tag"&gt;Hisab&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/info/" rel="tag"&gt;Info&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/islam/" rel="tag"&gt;islam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/pendidikan/" rel="tag"&gt;Pendidikan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/santri/" rel="tag"&gt;Santri&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/sekolah/" rel="tag"&gt;Sekolah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="postinfo"&gt;Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-7113876528458995368?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/7113876528458995368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/berikut-ini-foto-gerhana-matahari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7113876528458995368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/7113876528458995368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/berikut-ini-foto-gerhana-matahari.html' title='GERHANA MATAHARI CINCIN'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SX_zb0thrnI/AAAAAAAAADM/vvUEmmXVlvk/s72-c/gerhana-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-8223346275947652035</id><published>2009-01-09T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T22:05:39.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Zionis-Israel dan Tanda Akhir Zaman</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Zionis-Israel dan Tanda Akhir Zaman   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=68%3Aopini&amp;amp;id=8386%3Azionis-israel-dan-tanda-akhir-zaman&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=68" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/templates/newsline/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=68%3Aopini&amp;amp;id=8386%3Azionis-israel-dan-tanda-akhir-zaman&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=68" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/templates/newsline/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5oaWRheWF0dWxsYWguY29tL2luZGV4LnBocD9vcHRpb249Y29tX2NvbnRlbnQmdmlldz1hcnRpY2xlJmlkPTgzODY6emlvbmlzLWlzcmFlbC1kYW4tdGFuZGEtYWtoaXItemFtYW4mY2F0aWQ9Njg6b3BpbmkmSXRlbWlkPTY4" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/templates/newsline/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Saturday, 10 January 2009 09:35 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:14;"  &gt;“Ya Allah, tolonglah saudara kami muslim Palestina. Saudara-saudara kami dibantai dan kami hanya bisa demo. Aku malu Ya Allah! &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div align="left"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Oleh &lt;strong&gt;Fauzan Al-Anshari&lt;/strong&gt; *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/opini.jpg" align="left" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;SAMPAI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt; hari ini, korban tewas pembantaian warga Muslim di Jalur Gaza hampir mencapai 1000 orang. Sedang korban luka hampir 4000 orang. Meski semua orang menangis dan mengecam, Zionis-Israel, dengan dukungan Amerika tak bertindak apa-apa. Janganlah berharap Amerika memberi sanksi. Bahkan sekedar mengecam saja, tak akan dilakukan. Bandingkanlah, andai kata yang melakukan ini adalah kaum Muslim. Mungkin, semua pesawat tempur dan pasukan Amerika sudah langsung menyerbu. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lihat kasus invasi Iraq dan Afghanistan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Pengabaian dunia terhadap pembantaian massal (genosida) yang secara terang-terangan ini adalah sebuah pemandangan paling memuakkan dan memalukan. Bahkan, Shlomo Ben Ami, mantan Menlu Israel dalam artikel di &lt;em&gt;Jakarta Post&lt;/em&gt; (entah apa maksud koran ini yang justru memberi fasilitas suara penjajah ketika itu) justru seolah melegalkan aksi-aksi pembantaian dan pembunuhan massal yang dilakuan Israel tersebut. &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Pertanyaannya, mengapa semua ini terjadi? Mengapa Amerika dan dunia Barat yang selama ini paling sering menjadikan HAM dan demokrasi tiba-tiba menelan ludah mereka sendiri ketika Israel melawan nilai-nilai HAM dan demokrasi? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Mengapa ini bisa terjadi? &lt;span id="fullpost"&gt;Mengapa di zaman terbuka --dimana masyarakat—senantiasa berharap menghargai pandangan dan nilai-nilai kemanusiaan, justru ada kaum bernama &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Yahudi-Israel paling sering melanggarnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Sebelum menjawab itu, ada baiknya kita memahami dulu karakter bangsa Yahudi (Israel). Mengapa bangsa yang kecil ini tiba-tiba begitu beringas dan sering tidak mematuhi kesepakatan dan nilai-nilai bersama. Secara umum, sejarahnya amat panjang. Hampir semua catatan sejarah –terutama— Al-Kitab dan Al-Quran menjelaskan perjalannya dengan rinci dan detil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kita ketahui dari firman Allah swt:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan meyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;[QS. al-Isra’: 4]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kerusakan pertama telah terjadi dan Yahudi pun dikutuk hingga tak memiliki tanah air sampai akhirnya mencaplok bumi suci Palestina sebagai bagian dari skenario langit untuk membasmi bangsa babi dan monyet itu secara keseluruhan akibat kesombongan mereka. Hal itu telah diisyaratkan dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;“&lt;em&gt;Dan Kami berfirman sesudah itu kepada bani Israil: Tinggallah di muka bumi, maka apabila datang janji terakhir niscaya Kami datangkan kamu dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;keadaan bercampur baur”. [QS. al–Isra’&lt;/em&gt;: 104]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kebiadaban Israel yang Cuma berjumlah 7 jutaan jiwa itu memang menjadi pertanda akan segera berakhirnya zaman ini. Bayangkan, jumlah umat Islam se dunia 1,5 milyaran, namun tak sanggup menghentikan kebrutalan Israel di Palestina. Bahkan kita melihat dengan mata kepala sendiri lewat televisi bagaimana Israel dengan pongahnya memborbardir Gaza, seolah kita membiarkan Israel membantai muslim Palestina. Tak berkutik sedikit pun, kecuali demo dan bantuan kemanusiaan. Padahal yang dibutuhkan adalah bahasa besi sebagaimana bahasa itu digunakan Israel menjajah Palestina. Bukan bahasa diplomasi lagi. Bahasa itu sudah usang. Suka atau tidak, peperangan total melawan Israel akan terjadi sebagai episode akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;"&lt;em&gt;Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Mereka akan diperangi kaum Muslimin, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka berkatalah batu dan pohon tersebut: Wahai orang Islam, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad, karena pohon itu adalah pohon Yahudi&lt;/em&gt;”. (HR.Bukhori-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Fakta Kebiadaban Yahudi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Mari kita buktikan kebiadaban Yahudi sepanjang sejarah kemanusiaan yang diketahui dan terdokumentasi secara akurat, seperti dalam Al-Quran, hadits, manuskrip, maupun catatan sejarah dunia. Kejahatan yahudi dimulai sejak 12 keturunan Nabi Ya’kub dari sejumlah istri mencelakai Yusuf. Ke-12 anak Ya’kub as adalah Ru’bin, Syam’un, &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/fruit/biadab5.jpg" align="left" border="0" width="190" height="228" /&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Yusakir, Zabulun, Dan, Nafqali, Jamid, ‘Askir, Yusuf, Benyamin, Yahuda, dan Lawi. Kemudian ke-12 keturunan tersebut berkembang menjadi 12 suku sampai hari ini. Makar jahat mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub as. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf as yang berakhlaq mulia supaya mereka lebih dicintai bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kejahatan paling mengerikan adalah kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul. Mereka telah membunuh Nabi Yahya as secara kejam yaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria as juga dibunuh secara keji, yaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih&lt;/em&gt;“. [QS. Ali Imran: 21]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Nabi Isa as. pun tidak luput dari rencana busuk mereka untuk membunuhnya, akan tetapi Allah SWT menyelamatkannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;“&lt;em&gt;Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bunuh itu Isa&lt;/em&gt;”.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;[QS. An-Nisa’: 157]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kejahatan raja Zu Nuwas adalah seorang raja Yahudi Najran di Yaman yang sangat fanatik, tidak ingin ada agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah ada sekelompok pengikut Nabi Isa as yang setia (Nasrani), ketahuan oleh mata-mata kerajaan. Lalu mereka dipaksa murtad dan masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu dan bahan bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani pengikut Nabi Isa as yang setia dan tidak mau murtad. Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;“&lt;em&gt;Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji&lt;/em&gt;”. [QS.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;al-Buruj: 4 – 8].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Di Romawi pada masa kaisar Markus Urulius, seorang rabbi Yahudi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berhasil menghasutnya untuk memusuhi agama Nasrani dan pemeluknya. Akhirnya dibuatlah keputusan untuk membunuh semua prajurit yang beragama Nasrani. Hasutan rabbi Yahudi tersebut dilanjutkan dengan menakut-nakuti kaisar, bahwa orang-orang Nasrani mengidap penyakit menular yang membahayakan rakyat. Oleh karena itu kaisar mengeluarkan perintah untuk membunuh semua penduduk Roma yang beragama Nasrani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Puncak kejahatan Yahudi pada episode pertama terjadi pada masa Rasulullah saw di Madinah. Sebagaimana diketahui bahwa Nabi saw sebagai penguasa Madinah melakukan perjanjian damai kepada tiga suku Yahudi, yakni Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraizhah. Akhirnya ketiganya diusir dari Madinah karena melakukan pengkhianatan sebagaimana sudah menjadi kebiasaan mereka mengkhianati semua perjanjian dengan manusia sampai hari ini. Kejahatan mereka direkam dalam sejarah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Yahudi Bani Qainuqa' adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya wanita muslimah yang datang ke pasar mereka. Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak. Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya. Sang wanita pun berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya. Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya yang muslim menuntut pertanggungjawaban orang-orang Yahudi. Maka Rasulullah datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah pergi ke perkampungan Yahudi bani Nadhir untuk meminta bantuan mereka atas diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari. Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya, mereka berkata: “Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.” Pada saat Rasulullah duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan buat kita. Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah dan menjatuhkan batu karang ke arahnya”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab. Lantas ia naik ke atas rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dari makar orang-orang Yahudi tersebut dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu. Kemudian Rasulullah bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha makar tersebut. Beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi memerangi mereka. Ketika orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya. Kemudian Allah memasukkan rasa gentar dan takut di hati mereka, sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah dan mengampuni nyawa mereka. Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan, dan Rasulullah pun mengizinkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;“&lt;em&gt;Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kami tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari siksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka. Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang mempunyai pandangan&lt;/em&gt;”. [QS. al-Hasyr: 2]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/Yahudi.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga, Yahudi Bani Nadhir yang telah terusir karena kesalahan mereka sendiri terus mendendam. Bersama Yahudi Quraizhah memilih beberapa tokohnya yaitu Salam bin Abi Haqiq, Hayyi bin Akhthab dan Kinanah bin Abi Haqiq&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pergi bersama menghasut orang-orang Quraisy, Ghathafan dan beberapa suku musyrik besar lainnya. Mereka berkonspirasi untuk membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Akhirnya terbentuklah pasukan Koalisi (al-Ahzab); Suku Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang. Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul mambuat khawatir dan sesak dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tingkah golongan munafiqin yang membuat goyah pasukan Islam. Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah SWT mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin taufan dan guntur yang memporak-porandakan pasukan koalisi (Al-Ahzab). Mereka kocar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan. Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah A mengumumkan kepada pasukan Islam:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bagi mereka yang mau mendengar dan taat agar jangan shalat ashar kecuali di wilayah perkampungan Bani Quraizhah. Kaum muslimin langsung bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizah, dan mengepung mereka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;selama 25 malam. Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar dicekam rasa ketakutan, lalu memohon kepada Rasulullah A agar memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang beliau lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir. Beliau menolak permohonan mereka, kecuali mereka keluar dan taat pada keputusan beliau. Kemudian Rasululah A menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin suku Aus. Keputusan telah ditetapkan yaitu: laki-laki dewasanya dieksekusi, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan. Hukuman terhadap pengkhianatan Bani Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa' dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bani Nadzir, karena dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat&lt;/em&gt;”. (QS. al-Ahzab: 9-11)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Ajal Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Sejak Israel terlunta-lunta di seluruh penjuru dunia tanpa memiliki tanah air, maka janji Allah kedua akan segera terrealisir, karena di manapun mereka berada selalu membuat keonaran, sebagaimana digambarkan dalam firman-Nya: ”&lt;em&gt;Setiap kali mereka menyalakan api untuk peperangan, Allah memadamkannya, dan mereka di muka bumi selalu membuat kerusakan, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan&lt;/em&gt;.” (QS. al-Maidah:12)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Akhirnya mereka pun memicu perang dunia I dan II, bahkan yang terakhir nanti (PD III)&lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/GazaMap.gif" align="left" border="0" width="109" height="196" /&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt; melalui berbagai rekayasa adu domba. Mereka pun menunggangi Inggris untuk memenangkan peperangan. Akhirnya mereka meminta balas jasa atas bantuan mereka pada PD I melalui Perdana Menteri Inggris Balfaur dengan mencetuskan Deklarasi Balfa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;ur pada 2 November 1917 untuk menyediakan tanah bagi Yahudi di Palestina. Kemudian setelah Yahudi berhasil meruntuhkan kekhilafahan Turkis Utsmani melalui anteknya, Mustafa Kemal Pasha, pada 13 Maret 1924, maka pada 14 Mei 1948 Yahudi berhasil menduduki tanah Palestina dan diproklamirkan berdirinya Negara Israel oleh David Ben Gurion. Jumlah warga Yahudi di Yerusalem pada waktu itu 649.932 jiwa, namun per 24&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt; September 2008 jumlah mereka mencapai 7.337.000 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Dalam berbagai referensi, tercatat ada beberapa tujuan berdirinya Negara Israel di bumi Palestin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;a adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Menciptakan faktor disintegrasi di wilayah sekitarnya, baik geologis, politis maupun sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Menyebarl&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;uaskan kerusakan dan kekacauan dengan menggunakan berbagai alasan, sek&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;alipun tidak masuk akal dan bahkan merupakan r&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;ekayasa mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Tidak memberi peluang sedikit pun bagi berdirinya pemerintahan yang ditegakkan atas dasar syareat Islam dan terwujudnya persatuan Arab, baik sebagian maupun &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Menciptakan pusat-pusat imperialisme di dunia Arab, dan pada saat yang sama merealisasikan kepentingan-kepentingan Zionisme Internasional yang hakiki, sebagai pijakan untuk menyebarkan kekacauan di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Mengupayakan agar raja yang akan datang bagi Zionis dan bangsa Yahudi adalah benar-benar al-Masih (sebutan ini mungkin sebagai tipuan untuk Nasrani agar bisa diajak koalisi untuk menghancurkan umat Islam).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Membasmi pemikiran kekhalifaan Islam dan terus menggoyahkan keyakinan-keyakinan kaum muslim tentang bakal munculnya al-Mahdi as. yang akan mengembalikan kejayaan masa kenabian dan Khulafaur Rasyidin, yang disertai berbagai variasi program guna menghubungkan hal yang mendukung revitalisasi pemikiran itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Bila&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berhasil membasmi pemikiran tersebut, maka mereka segera akan menang terhadap umat Islam. Umat Islam akan tetap dalam kejumudan lamanya, sehingga mereka tidak mempunyai persiapan sama sekali dalam menyambut kedatangan al-Mahdi as.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Di samping itu mereka berusaha menimbulkan kesesatan-kesesatan guna menyebarluaskan kekacauan, sehingga para pemimpin dan penguasa muslim menjadi kehilangan harapan tentang pemikiran akan datangnya al-Mahdi as. Hasil yang akan diambil adalah: kalau para pemimpinnya saja sudah seperti itu, bagaimana lagi dengan orang awamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Namun mereka tidak sadar, bahwa berkumpulnya mereka di Palestina dalam keadaan bercampur adu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:9;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;k (&lt;em&gt;lafiifa&lt;/em&gt;) setelah sebelumnya terdiaspora di seluruh penjuru dunia, adalah akan segera berlaku janji Allah swt yang terakhir untuk membinasakan mereka &lt;/span&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/LogoDajjal.gif" align="left" border="0" width="149" height="164" /&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;tanpa tersisa sedikit pun. Bahkan Raja mereka, Dajjal si “Mata Satu” pun akan dibunuh oleh Nabi Isa as. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&gt;&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:9;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Lambang Dajjal: Si Mata Satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:9;" &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Berakhirnya riwayat bangsa Yahudi atau Bani Israel juga banyak dinubuatkan di dalam al-Kitab. Diantaranya; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;, &lt;strong&gt;Israel seperti Pohon Anggur&lt;/strong&gt;. Hosea 10: 1, &lt;em&gt;“Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kedaua, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;&lt;strong&gt;Inggris induk dari berdirinya Negara Israel&lt;/strong&gt;. Yehezkil 19: 10-14, “&lt;em&gt;Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang berlimpah-limpah. Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat kerajaan, ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak. Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke bumi; angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan, cabang yang kuat menjadi layu kering, dan api menghabiskannya dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang kering dan haus akan air. Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan. Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan&lt;/em&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Ketiga, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kehancuran para pendukung Yahudi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;. Yesaya 63: 1-6, “&lt;em&gt;Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar? Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan: Mengapakah pakaianmu semerah itu dan bajumu seperti baju pengirik buah-buah anggur? Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku: Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar, sebab hari pembalasan telah Kurencanakan, dan tahun penuntutan bela telah datang. Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong. Aku tertegun, tidak ada yang membantu, lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka-Ku. Menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku, dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/Dollar1.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&gt;&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:9;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Mata uang Amerika: Ada gambar "Si Dajjal" Mata Satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:9;" &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Keempat, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Amerika akan hancur.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt; Yesaya 4: 3-7, “Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu. Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak. Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh (tanaman) putri malu dan rumput. Aku akan memerintahkan awan-awan supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah bangsa Israel dan orang Yahudi, ialah tanaman-tanaman kegemarannya. Dinantinya keadilan, tetapi hanya ada kezaliman, dinantinya kebenaran tetapi hanya ada keonaran”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Ikhtitam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Kita memang sangat prihatin dengan kondisi Gaza seperti sekarang ini. Namun keadaan mereka nampaknya sudah ditakdirkan seperti itu. Bahkan keberadaan para pemuda yang berani berperang melawa Israel pun telah dinubuatkan oleh Nabi saw sampai akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;”Akan ada sekelompok orang di antara umatku yang senantiasa membela kebenaran, akan mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang menyelisihinya tidak akan membahayakannya melainkan hanya menimpakan cobaan hingga datangnya ketentuan Allah, dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu. Mereka (para shahabat) bertanya; Wahai Rasulullah, di manakah mereka? Rasulullah menjawab; Di Baitul maqdis, dan di sekitar Baitul Maqdis.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;(HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Meski demikian, kita tak bisa diam, menunggu –apalagi—berpangku tangan, menunggu datangnya Imam Mahdi. Dengan berdoa, tenaga, pikiran, kita harus berjuang untuk membela umat Islam di Palestina dan Gaza.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Luas wilayah Palestina hasil perjanjian Sysks-Picot adalah 27.027 km2. Yang diduduki Israel th 1948= 20.770 km2 (77%). Sisa tanah Palestina (23%) juga diduduki Israel th 1967 yakni Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem (6257 km2). Kini wilayah Palestina tinggal 3.128,5 km2 (11,5%) yang terdiri dari dua wilayah, yakni Gaza (lk.400km2) dibuni sekitar 1,5 juta jiwa dan sisanya di Tepi Barat yang terpisah dengan Gaza, sehingga kedua wilayah tersebut bagaikan penjara raksasa. Sekitar 4,5 juta warga Palestina menjadi pengungsi di sejumlah Negara Arab lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Secara perhitungan fisik, nampaknya sulit bagi Hamas dan para pejuang lainnya memenangkan pertempuran melawan Israel, namun mereka tidak akan dikalahkan. Mereka memiliki daya tahan tempur yang tercatat dalam sejarah Islam. Mereka akan segera dibantu Imam Mahdi untuk menghancurkan Israel dalam waktu dekat ini, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;Menutup tulisan ini, sebaiknya kita berdoa di hadapan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;“Ya Allah, tolonglah saudara kami muslim Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Hancurkanlah Israel dan sekutunya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Segerakan Imam Mahdi turun membantu perjuangan membebaskan al-Aqsho dari cengkeraman Yahudi laknatullah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Ya Allah, aku malu, karena aku hanya bisa menulis dan berdemo.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Wahai akhi fillah, beritahu aku, kapankah kau akan marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jika milik kita yang suci dihina, dan tempat kita dihancurkan, dan kau tidak menjadi marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jika sifat ksatria kita dibunuh, dan kehormatan kita diinjak-injak, dan dunia kita berakhir,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;dan kau tidak menjadi marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jika sumberdaya kita dirampas, dan institusi kita diruntuhkan, dan masjid-masjid kita dihancurkan, dan masjid al-Aqsa dan al-Quds kita tetap dirampas, dan kau tidak menjadi marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Musuhku, atau musuhmu, menghina kehormatan, darahku dijadikan mainan oleh dia, dan kau jadi penonton permainan. Jika untuk Allah, untuk suatu yang suci, untuk Islam kau tidak marah, Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Aku melihat kengerian, Aku melihat darah mengucur. Wanita-wanita tua mengiringi anak-anak menjemput maut mereka. Aku telah melihat segala macam bentuk penindasan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Dan kau tidak menjadi marah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Dan kau duduk seperti boneka bisu, perutmu memenuhi kantor. Kau habiskan malam banggakan angka-angka, dengan uang, curahkan dirimu kepada berkas-berkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Aku melihat kematian di atas kepala-kepala kami. Dan kau tidak menjadi marah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jadi terus terang saja padaku, jangan malu-malu: kamu ada di Ummat yang mana?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jika kau juga derita, apa yang kami derita, tidak menjadikan kamu ingin membalas, maka tidak usah repot. Karena kamu bukanlah kami, maupun bagian dari kami, bahkan kamu bukan bagian dari dunia manusia.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);font-family:'Georgia','serif';font-size:10;"  &gt;Jadi hiduplah sebagai kelinci, dan matilah sebagai kelinci. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:11;"  &gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:'Georgia','serif';font-size:11;"  &gt;* Penulis adalah Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-8223346275947652035?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/8223346275947652035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/zionis-israel-dan-tanda-akhir-zaman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/8223346275947652035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/8223346275947652035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/zionis-israel-dan-tanda-akhir-zaman.html' title='Zionis-Israel dan Tanda Akhir Zaman'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3341137293164274969</id><published>2009-01-07T04:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T22:02:18.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto-foto Kebiadaban Israel terhadap Bangsa Palestina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ini adalah foto-foto kebiadaban Israel terhadap bangsa Palestina. Gambar-gambar tersebut menjelaskan kekejaman Israel yang disebut Allah dalam surat Al Fatihah sebagai Al Maghdlub (Orang yang dimurkai Allah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSdEg0N7PI/AAAAAAAAAB0/-JJ14bytwyY/s1600-h/shootingchildren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSdEg0N7PI/AAAAAAAAAB0/-JJ14bytwyY/s320/shootingchildren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288524563293793522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto seorang tentara Israel menodongkan senapannya ke anak kecil yang ketakutan di depan ayah dan ibunya. Apakah tentara Israel itu manusia atau binatang yang tidak punya hati?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSdlWFMPiI/AAAAAAAAAB8/jUCyjQPOJow/s1600-h/israelkillingchildren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 218px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSdlWFMPiI/AAAAAAAAAB8/jUCyjQPOJow/s320/israelkillingchildren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288525127347879458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto mayat anak yang dibunuh tentara Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSeB1WIDzI/AAAAAAAAACE/Zyuu5aKZHbc/s1600-h/israelkillingbabies.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 275px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSeB1WIDzI/AAAAAAAAACE/Zyuu5aKZHbc/s320/israelkillingbabies.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288525616776744754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto mayat bayi yang dibunuh tentara Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSedMo6CNI/AAAAAAAAACM/RcgZIt7qRXE/s1600-h/israelkillamericanandenglish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSedMo6CNI/AAAAAAAAACM/RcgZIt7qRXE/s320/israelkillamericanandenglish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288526086886000850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto wanita Amerika dan Inggris yang dibunuh Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSe3zCL-tI/AAAAAAAAACU/GpBqbjlbSnI/s1600-h/robbingpalestineland.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSe3zCL-tI/AAAAAAAAACU/GpBqbjlbSnI/s320/robbingpalestineland.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288526543869180626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Israel terus merampas tanah bangsa Palestina. Itulah sebabnya mengapa bangsa Palestina yang disebut “Teroris” oleh Israel dan antek-anteknya melawan balik Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSfQEiQouI/AAAAAAAAACc/P8_tAf3rUeU/s1600-h/ustaxpayers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSfQEiQouI/AAAAAAAAACc/P8_tAf3rUeU/s320/ustaxpayers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288526960883966690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Israel bisa membunuh bangsa Palestina dengan senjata illegal rudal cluster dan bom kimia yang diluncurkan dari pesawat dan helikopter tempur yang diberikan oleh pemerintah AS. Israel bisa membunuh bayi dan anak-anak Palestina sebanyak mereka mau tanpa sanksi apa pun dengan dukungan pemerintah AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemerintah AS memberikan milyaran dollar uang pembayar pajak AS ke Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemerintah AS akan memveto semua resolusi yang mengutuk kekejaman Israel sebab tidak ada seorang pun yang bisa jadi presiden AS tanpa dukungan dana jutawan dan media massa Yahudi AS (contohnya: CNN).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Israel membom sekolah PBB yang menewaskan 34 anak tanpa sanksi invasi yang dilakukan AS di Irak dan Afghanistan. Bahkan sanksi ekonomi AS seperti yang diterima Iran pun tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Siapa yang akan menolong bayi dan anak-anak Palestina dari kebiadaban Israel?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Mohon disebarkan foto-foto ini  kepada teman dan saudara anda. Jangan biarkan mereka mati tanpa ada yang tahu dan mengingatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Versi Inggris ada di:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;a tip="" href="http://www.islammyreligion.wordpress.com/"&gt;www.islammyreligion.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3341137293164274969?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3341137293164274969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/foto-foto-kebiadaban-israel-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3341137293164274969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3341137293164274969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/foto-foto-kebiadaban-israel-terhadap.html' title=''/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSdEg0N7PI/AAAAAAAAAB0/-JJ14bytwyY/s72-c/shootingchildren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-2355252515951621020</id><published>2009-01-06T06:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T02:38:04.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)'/><title type='text'>Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Times New Roman;font-size:small;"  &gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;a title="http://www.yauhui.net/qian-hongyan-gadis-puntung-yang-masih-tersenyum-menyambut-dunia/" rel="nofollow" href="http://www.yauhui.net/qian-hongyan-gadis-puntung-yang-masih-tersenyum-menyambut-dunia/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:medium;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:13;" &gt;Qian HongYan - Gadis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:medium;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:13;" &gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:medium;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:13;" &gt;untung yang masih tersenyum menyambut dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWRx6E1KqoI/AAAAAAAAAAs/CL64V2EsZwc/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWRx6E1KqoI/AAAAAAAAAAs/CL64V2EsZwc/s320/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288477104982895234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sebagai Basket Ball Girl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWR_9OgZpSI/AAAAAAAAAA0/t1ECdFHhES8/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 211px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWR_9OgZpSI/AAAAAAAAAA0/t1ECdFHhES8/s320/image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288492552282547490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSAdaAcEFI/AAAAAAAAAA8/H2LssMnt_YU/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSAdaAcEFI/AAAAAAAAAA8/H2LssMnt_YU/s320/image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288493105125527634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSA2O4XA4I/AAAAAAAAABE/yXnnRZOpezQ/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 274px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSA2O4XA4I/AAAAAAAAABE/yXnnRZOpezQ/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288493531635581826" border="0" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSBNh487II/AAAAAAAAABM/2rMeGxnHqTM/s1600-h/image005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSBNh487II/AAAAAAAAABM/2rMeGxnHqTM/s320/image005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288493931875331202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;lihatlah ia tetap tersenyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSB4qbR54I/AAAAAAAAABU/PJhM46ZABtI/s1600-h/image006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 211px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSB4qbR54I/AAAAAAAAABU/PJhM46ZABtI/s320/image006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288494672901171074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;dan.. tetap tersenyum menyambut dunia..... Subhanalloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSCYc_RPDI/AAAAAAAAABc/IAzZk_Ry-lg/s1600-h/image007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 188px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSCYc_RPDI/AAAAAAAAABc/IAzZk_Ry-lg/s320/image007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288495219049839666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSCrKcvMSI/AAAAAAAAABk/9Cz0PnCNWBs/s1600-h/image008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSCrKcvMSI/AAAAAAAAABk/9Cz0PnCNWBs/s320/image008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288495540490678562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Setelah beberapa lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSDDdVX4DI/AAAAAAAAABs/V7iPLo-xJnk/s1600-h/image009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWSDDdVX4DI/AAAAAAAAABs/V7iPLo-xJnk/s320/image009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288495957876924466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Menghibur Teman Senasib dan .. Happy aja,&lt;br /&gt;Masih Tersenyum menyambut dunia ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-2355252515951621020?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/2355252515951621020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/very-very-inspiring-bagi-yang-merasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2355252515951621020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/2355252515951621020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/very-very-inspiring-bagi-yang-merasa.html' title='Very –very Inspiring.. (bagi yang merasa sedang lemah:)'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SWRx6E1KqoI/AAAAAAAAAAs/CL64V2EsZwc/s72-c/image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-9118864415078633090</id><published>2009-01-06T06:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T04:30:16.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  class="entry" style="font-family:verdana;"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:10;" lang="IN" &gt;Episode Kekejaman Israel&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:17;color:red;"  lang="IN" &gt;“Kado Tahun Baru” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:17;" lang="IN" &gt;untuk &lt;span style="color:green;"&gt;Palestina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;img class="size-medium wp-image-297 aligncenter" title="anak-palestina-korban-israel1" src="http://pksmalang.files.wordpress.com/2009/01/anak-palestina-korban-israel1.jpg?w=300&amp;amp;h=231" alt="anak-palestina-korban-israel1" height="231" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:red;"&gt;27 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sore di Jalur Gaza, ketika mentari di ufuk barat. Anak-anak bergegas pulang ke rumah. Setelah sehari bergelut dengan pelajaran sekolah. Berlari membawa tas ransel berisi buku dan alat tulis. Hati gembira menyambut masa depan baru. Karena tahun baru segera tiba. Tahun baru hijriyah 1430 dimulai. Namun suara bising tiba-tiba hadir mengusik telinga. Jantung berdegub kencang. Masa depan serasa suram di kening. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jet-jet tempur Israel mengepakkan sayap kepongahan. Membawa puluhan misil kekejaman. Jerit tangis dan lumuran darah hadir seketika. Bangunan-bangunan luluh bersama api. Asap mengepul, terbang mengotori biru langit jalur Gaza. “Kado tahun baru”, kawan. Untuk anak-anak Islam di Palestina. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Episode kekejaman betul-betu telah dimulai. Pria-wanita, tua-muda, berlarian menyelamatkan diri. Mengusung raga tanpa nyawa. Bersimbah darah memar-luka di sekujur tubuh. Menengok jasad saudara di antara reruntuhan bangunan. Sirine ambulan berlalu lalang, membawa harapan untuk tetap hidup walau sejenak. Jantung kritis dipompa sekuat tenaga. Tim media tak putus asa. Selang-selang oksigen menelisik rongga paru-paru. Agar nafas terus mengalir. Meski kuasa tetap di tangan-Nya. Mati-hidup tak dapat diminta. Ajal tetap menjelang, penuh kehormatan. Wangi semerbak aroma surga sungguh kian dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:red;"&gt;28, 29, 30, 31 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidak penting arti tanggal itu. Tapi, benar adanya Desember menjadi kelabu. Gelap mata tentara Israel. Hati tanpa jiwa, karena iman tak pernah ada. Sesat di jalan, sejak dulu kala hingga kiamat tiba. Mengabdikan diri di tirani setan. Bergembira di atas penderitaan. Angka 375 jumlah penduduk tewas selama empat hari. Belum cukup bagi mereka, kawan. Itu baru awal saja. Sebelum rakyat Palestina serahkan Gaza ke elite pemerintah Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hujan bom di jalur Gaza belum cukup, kawan. The Dignity pun dihajar di tengah laut. Tatkala hendak menerobos blokade penjagaan Israel di Laut Tengah. Sekedar membawa bantuan medis seberat tiga setengah ton. Lautan internasional pun tak dihiraukan. Justru tembakan peringatan diberikan. &lt;em&gt;Free Gaza Movement,&lt;/em&gt; sebuah LSM peduli Gaza gagal telak menyentuh tanah Palestina. Sekedar memberi bantuan medis, tidak lebih. Kepongahan tetap kepongahan. Duri dalam telah menancap. Iblis pun lari. Karena Isarel lebih kejam dari iblis. The Dignity pulang dengan kerusakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lautan demonstrasi bergelombang di belahan dunia. Dari ujung timur sampai ujung barat. Umat Islam bersuara Lantang. Negeri-negeri kering di Afrika. Negeri-negeri padang pasir. Negeri hijau dan kaya alam. Satu suara. Bebaskan Palestina. Kutuk keras kekejaman Israel.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Obama, Mr President&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Where your promise?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Israel launches air strikes on Gaza, over 6200 dead, Where are you? Are you Scooby Doo?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;by andy krisna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-9118864415078633090?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/9118864415078633090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/episode-kekejaman-israel-kado-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/9118864415078633090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/9118864415078633090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/episode-kekejaman-israel-kado-tahun.html' title=''/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3386971320389828370</id><published>2009-01-05T03:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T22:10:08.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Dahsyatnya jihad harta</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: verdana;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Dahsyatnya Jihad Harta!   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=87%3Akajian&amp;amp;id=8339%3Adahsyatnya-jihad-harta&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=71" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=87%3Akajian&amp;amp;id=8339%3Adahsyatnya-jihad-harta&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=71" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL2hpZGF5YXR1bGxhaC5jb20vaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD04MzM5JTNBZGFoc3lhdG55YS1qaWhhZC1oYXJ0YSZvcHRpb249Y29tX2NvbnRlbnQmSXRlbWlkPTcx" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;table style="font-family: verdana;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Monday, 05 January 2009 08:02 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-unhide:no;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-style-priority:99;  mso-style-unhide:no;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Untuk mencapai cita-cita, Yahudi mendirikan lembaha dana. Tapi untuk mendukung Palestina, kita enggan mengeluarkan harta!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika &lt;/strong&gt;Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina. Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk "mengkudeta pemerintahan resmi Hamas".&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan terjadilah pertempuran berdarah antara Hamas dan Fatah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Palestina jadi terbelah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Kondisi ini memaksa masing-masing pemerintah di Tepi Barat atau Gaza untuk menghidupi wilayahnya sendiri.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Presiden Mahmud Abbas yang menguasai Tepi Barat sibuk mencari bantuan ke Amerika, Uni Eropa dan negara-negara lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Begitu juga duta-duta Hamas berkeliling ke negeri-negeri Islam untuk mencari bantuan bagi masyarakat Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Pecahnya Palestina saat ini, tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika cs dalam melakukan pemboikotan ekonomi besar-besaran saat itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Amerika yang telah mengkategorikan Hamas sebagai organisasi teroris, terus berupaya agar Hamas makin terpojok dan tidak mendapat simpati dari rakyat Palestina. Di tengah-tengah masyarakat yang lapar, tentu emosi mudah disulut dan terjadilah perpecahan Hamas dan Fatah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Setelah kunjungan Presiden Mahmud Abbas dari Fatah beberapa bulan lalu, masyarakat Indonesia kemudian mendapat kunjungan tokoh intelektual Palestina, Dr. Nawwaf Takruri.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ia juga adalah Ketua "&lt;em&gt;Rabithah Ulama Filistin&lt;/em&gt;" di Suriah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ia juga seorang penulis ternama di Timur Tengah dan beberapa bukunya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;000&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Dalam kunjungannya ke ormas-ormas dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia, 2007 lalu, Dr. Nawwaf menyampaikan contoh-contoh yang menyentuh tentang jihad harta.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam ceramah di Masjid Darussalam Depok, misalnya ia menghimbau kepada para ibu-ibu agar menghemat belanjanya sehari saja dalam seminggu. Uang hasil hemat satu hari itu, diniatkan dan ditaruh di tempat khusus untuk rakyat Palestina.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Begitu juga bapak-bapak diharapkan bila membelikan pakaian atau celana untuk anak-anaknya, sisihkanlah uang untuk satu anak Palestina.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;"Jika mempunyai anak tiga, maka tanamkanlah dalam diri kalian anda mempunyai anak empat, satu di Palestina."&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Untuk para remaja dan anak-anak, hematlah sehari saja dalam seminggu uang jajan yang diberikan orang tua.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Uang hasil penghematan itu dimasukkan dalam kaleng khusus untuk anak-anak Palestina.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;"Ini bukan masalah jumlah, tapi masalah mendidik dan menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak agar mereka turut berjihad membebaskan Palestina,"tegas laki-laki enam anak ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Salah satu bukunya yang mendapat perhatian besar pembaca, adalah bukunya yang berjudul "&lt;em&gt;Al Jihad bil mal fi sabilillah"&lt;/em&gt; (Dahsyatnya Jihad Harta –terj. GIP).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Buku ini mendapat pujian yang tinggi dari Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy'al : " Buku ini sangat berbobot...Saya sangat menghargai materi ilmiah fiqih yang termuat begitu padat dalam buku ini, apalagi semuanya merujuk kepada Al-Qur'anul Karim dan As-Sunnah yang mulia, berlandaskan kondisi nyata persoalan-persoalan umat terutama persoalan Palestina, serta tuntutan kebutuhan yang sangat mendesak akan isu "jihad harta". Sebuah isu yang terkait dengan kemurahan hati untuk menyumbangkan dan mengeluarkannya untuk mendukung jihad dan para mujahidin. Jihad harta adalah "saudara kandung" jihad nyawa dan pelengkapnya. Bahkan jihad nyawa tidak akan sempurna jika tidak disertai jihad harta."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Buku ini menceritakan tentang keutamaan jihad harta yang kini banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. Hukum jihad dengan harta adalah wajib, sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa, karena jihad kedua tidak dapat terlaksana dengan sempurna tanpa jihad pertama. Suatu perkara yang apabila sebuah kewajiban tidak akan sempurna tanpa keberadaannya, maka perkara tersebut juga menjadi wajib. Setiap Muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban ini, sebagaimana dia dituntut untuk berjihad dengan nyawa. Rasulullah saw. bersabda, "&lt;em&gt;Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, nyawa dan lisan kalian&lt;/em&gt;." (HR Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ibnul Qayyim berkata, "&lt;em&gt;Wajib berjihad dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Ahmad. Dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikit pun. Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-Qur'an, bahkan selalu disebutkan lebih dulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja. Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak ketimbang jihad dengan nyawa. Tidak diragukan lagi, jihad dengan harta adalah salah satu dari dua jihad yang ada, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi saw., "Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang&lt;/em&gt;." (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Menurut Takruri, setiap orang yang mampu secara ekonomi wajib berjihad dengan hartanya sebagaimana orang yang mampu secara fisik wajib berjihad dengan fisiknya. Jihad fisik tidak mungkin terlaksana tanpa ketersediaan dana. Kemenangan dalam perang tidak mungkin diraih tanpa pasukan dan perbekalan. Jika tidak mungkin memperbanyak jumlah pasukan maka harus memperbanyak perbekalan dan dana. Haji wajib dikerjakan. Bagi orang yang tidak sanggup mengerjakannya dengan fisik, apabila dia memiliki harta, maka kewajiban berjihad dengan harta lebih utama dan mendesak [daripada haji].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sementara itu Imam al-Juwaini menyatakan bahwa bila musuh menyerang, maka jihad nyawa lebih utama dari harta. Al-Juwaini berkata, "Apabila orang-orang kafir menyerang wilayah Islam, maka seluruh ulama sepakat, jatuhlah fardhu 'ain bagi seluruh kaum Muslimin untuk segera bangkit dan menyerbu guna mengusir mereka, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri… Ketika hal ini merupakan ajaran agama dan pandangan para ulama terkemuka, maka apa arti harta berbanding serangan gencar lawan, disaat memang sangat dibutuhkan? Seluruh kekayaan dunia ini, bila ditimbang dengan setetes darah saja, maka tidak akan sebanding atau seimbang. Ketika kondisi ini terjadi, nyawa harus direlakan menyongsong kematian. Dan, dalam upaya membela diri, harus siap dengan segala risiko yang dapat merenggut nyawa dan berhadapan musuh. Siapa yang berbeda pendapat dalam masalah ini, maka dia telah berbuat zhalim atau aniaya. Ketika darah bersimbah di ujung dan mata pedang, maka harta sama sekali tidak berharga…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ketika seorang Muslim berjihad dengan hartanya, berarti dia telah memenuhi seruan Allah SWT. untuk menunaikan kewajiban tersebut. Sebaliknya, jika malah menghindar dan kikir, berarti dia telah melanggar kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. dan tidak menjalankan kewajiban semestinya, sama seperti ketika tidak menjalankan kewajiban-kewajiban agama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Jhad dengan harta wajib dilakukan oleh semua orang sesuai batas kemampuan, kemudahan dan kesanggupan masing-masing. Jihad dengan nyawa bisa menjadi fardhu 'ain ketika musuh menyerang wilayah kaum Muslimin, seperti Palestina, Iraq, Afghanistan, Chechnya dan lain-lain. Maka hukum jihad dengan harta mengikutinya, yakni sama-sama fardhu 'ain atas setiap Muslim. Alhasil, setiap Muslim wajib menyumbangkan harta sesuai kemampuannya untuk memperkuat kedudukan para mujahidin dalam menghadapi dan menghancurkan musuh yang telah merampas kedaulatan wilayah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bagi orang miskin, meskipun kemiskinan menghambatnya untuk menyumbangkan harta dalam jumlah besar, tapi tidak dapat dijadikan alasan untuk sama sekali tidak melakukannya. Ketika orang-orang kaya dituntut dalam kapasitas yang paling besar, tapi bukan berarti tuntutan tersebut tidak berlaku sama sekali bagi orang-orang miskin, melainkan tetap wajib melakukannya selayaknya kewajiban dia memberi nafkah kepada istri, anak dan sanak keluarganya. Masing-masing dituntut sesuai kemampuannya. Kadar kewajibannya sesuai dengan yang dinyatakan Allah SWT. dalam firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;"Hendaklah orang yang mampu, memberi nafkah menurut kemampuannya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;." (Ath-Thalaq: 7). "&lt;em&gt;Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri&lt;/em&gt;." (Muhammad: 38)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT. mendahulukan jihad harta atas jihad nyawa setiap kali menyebut keduanya secara bersamaan, kecuali dalam satu ayat saja, yaitu firman Allah SWT., "&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh…"&lt;/em&gt; (At-Taubah: 111)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Selain ayat tersebut, jihad harta selalu disebut lebih dulu daripada jihad nyawa. Bukan karena kedudukan jihad harta lebih utama, melainkan karena urgensi jihad harta sebagai fasilitator jihad nyawa. Jihad harta berkedudukan sebagai persiapan awal sebelum melakukan aksi jihad nyawa, selain karena fungsinya sebagai penunjang yang ideal untuk terlaksananya jihad nyawa. Allah SWT. berfirman, "&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar&lt;/em&gt;." (Al-Hujurat: 15)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Rasulullah saw. menyetarakan kedudukan orang yang terjun langsung di medan perang dengan orang yang mendanainya, atau menggantikan posisinya untuk mengurus keperluan keluarganya. Rasulullah saw. bersabda, "&lt;em&gt;Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang. Dan siapa yang mengurusi keluarga orang yang sedang berperang dengan baik, berarti dia juga ikut berperang".&lt;/em&gt; (HR Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Dalam masalah solidaritas harta ini, kaum Yahudi sangat serius. Di antara lembaga Yahudi yang sangat giat menjalankan proyek Zionisme adalah &lt;em&gt;Jewish Agency&lt;/em&gt; (Agen Yahudi) dan &lt;em&gt;Jewish National Fund&lt;/em&gt; (Lembaga Keuangan Nasional Yahudi). Lembaga ini menerima sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Mereka mendapat dukungan penuh dari kelompok Kristen-Zionis yang saat ini lebih dikenal dalam jajaran pemeritahan Amerika Serikat dengan kelompok Konservatif Baru (&lt;em&gt;neo-conservative&lt;/em&gt;). Dan, salah satu tokoh utamanya adalah presiden Amerika sendiri, George W Bush.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Salah satu bentuk dukungan paling menonjol terhadap negara penjajah Zionis adalah sebuah program yang dikelola dan dipublikasi oleh sebuah situs internet, &lt;a href="http://www.ou.org/HelpIsraelCenter"&gt;www.ou.org/HelpIsraelCenter&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Di Amerika Serikat saja terdapat sekian banyak yayasan dan lembaga yang semuanya bertujuan memberi bantuan kepada negara penjajah itu. Salah satu lembaga yang paling berpengaruh dan kegiatan-kegiatannya sangat terarah adalah AIPAC (&lt;em&gt;American-Israeli Public Affair Commtittee&lt;/em&gt;) atau Komite Israel-Amerika untuk Urusan-urusan Publik. Para pemimpin dan pengurus organisasi ini terbilang tokoh-tokoh sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan menjabat berbagai posisi strategis dalam pemerintahan Amerika. Sebagai contoh, kita cukup dengan mengenalkan salah satu tokohnya, yaitu Danis Rose, orang yang ditunjuk sebagai delegasi Amerika untuk proses perdamaian di Timur Tengah sejak pemerintahan George Bush senior.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Organisasi-organisasi sosial juga tidak ketinggalan untuk menggalang dana dan membiayai program-programnya yang memiliki tujuan mempertahankan negara Israel –membangun dan memperluas wilayah kedaulatannya, agar tampil sebagai negara paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah Baru. Diantara organisasi-organisasi tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Hazon Yeshaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;; organisasi ini menyalurkan dananya untuk membiayai penyedian hasa' (semacam sup) di dapur-dapur umum dan pusat-pusat pelayanan publik, juga mencukupi kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya kepada warga Israel yang sedang mengalami kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ezer Mizion&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;; sebuah organisasi bantuan kesehatan. Organisasi ini memiliki 40 cabang yang tersebar di seluruh negara Israel dan 10.000 sukarelawan. Mereka siap memberi beragam pelayanan kesehatan bagi warga Israel guna mendukung sistem kesehatan yang dikembangkan negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Help Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;; kegiatan organisasi ini memberi bantuan darurat kepada warga Yahudi yang tinggal di perkemahan dan di daerah Yahuda dan Samira yang merupakan bagian dari wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Bantuan yang mereka berikan berupa pakaian, baju anti peluru dan berbagai kebutuhan darurat lainnya bagi komunitas-komunitas Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Lebih dari 60% dana kampanye Partai Demokrat Amerika yang berhasil dikumpulkan oleh Jimmy Carter dan Bill Clinton adalah berasal dari sumbangan orang-orang Yahudi. Sehingga wajar jika dari 125 anggota Dewan Keuangan Nasional Partai Demokrat pada masa pemerintahan Carter (1977-1981), 70 orang di antaranya adalah Yahudi. Orang-orang Yahudi itu juga sanggup menyumbang 60% dari seluruh dana yang dihimpun oleh Richard Nixon, calon presiden Amerika dari Partai Republik, untuk memenangkan pemilihan umum tahun 1972. Sampai kini mereka memainkan peranan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Memang jihad harta sangat dahsyat pengaruhnya! &lt;em&gt;Wallaahu ghaniyyun hamiid&lt;/em&gt;.* [dirangkum oleh &lt;strong&gt;Nuim Hidayat&lt;/strong&gt;/&lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3386971320389828370?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3386971320389828370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/dahsyatnya-jihad-harta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3386971320389828370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3386971320389828370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2009/01/dahsyatnya-jihad-harta.html' title='Dahsyatnya jihad harta'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-393114209882649825</id><published>2008-12-31T20:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T21:02:37.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf'/><title type='text'>Margaret dan putrinya, Nyssa</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: arial; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;Margaret dan Putrinya, Nyssa   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=82%3Asyamsi-ali&amp;amp;id=8302%3Amargaret-dan-putrinya-nyssa&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=59" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=82%3Asyamsi-ali&amp;amp;id=8302%3Amargaret-dan-putrinya-nyssa&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=59" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL2hpZGF5YXR1bGxhaC5jb20vaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD04MzAyJTNBbWFyZ2FyZXQtZGFuLXB1dHJpbnlhLW55c3NhJm9wdGlvbj1jb21fY29udGVudCZJdGVtaWQ9NTk=" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table style="font-family: arial; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Thursday, 01 January 2009 06:40 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="footer"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="page number"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Plain Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-unhide:no;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-style-priority:99;  mso-style-unhide:no;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: black;"&gt;Dia menemukan Islam hanya karana melihat seorang teman Muslim-nya, yang berpaikan sopan dan benar-benar punya sopan-santun &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Syamsi Ali *&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/syamsiali.jpg" align="left" border="0" width="57" height="72" /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Siang kemarin kelas di &lt;em&gt;Islamic Forum for non Muslims&lt;/em&gt; masih agak sepi. Selain memang karena memang banyak yang lagi liburan akhir tahun, juga karena beberapa kegiatan Islam lainnya di kota New York, sehingga ada beberapa murid berhalangan hadir. Tapi Margaret, seorang Ibu muda warga Amerika, dan anaknya Nyssa, berumur 11 tahun telah tiba lengkap dengan buku catatannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Ibu dan anak ini memang telah mengikuti kelas &lt;em&gt;the Islamic Forum&lt;/em&gt; sejak enam minggu berturu-turut. Terus terang, saya tidak pernah bertanya ke mereka, apakah Muslim atau tidak, sebab sejak pertama ke kelas mereka menampilkan sikap ramah, bersahabat dan seolah telah mengetahui banyak tentang agama ini. Jadi, sangkaan saya selama ini adalah bahwa Ibu ini mengantarkan anaknya belajar dasar-dasar agama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Saya masih ingat sekitar tiga minggu sebelumnya, ketika Nyssa sambil tersenyum malu menanyakan, "&lt;em&gt;When should I start pray&lt;/em&gt;?" Saya ketika itu sambil becanda menjawab "&lt;em&gt;You should have asked this before&lt;/em&gt;!". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Nyssa adalah sosok anak pendiam tapi murah senyum. Dia terkadang sibuk memperbaiki kerudung di kepalanya jika molor dan nampka rambutnya dari arah depan. "&lt;em&gt;But I mean, when I have to do it&lt;/em&gt;", tanyanya lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Setelah itu saya baru mengerti bahwa barangkali Nyssa menanyakan kapan awal seorang Muslim dianggap harus melakukan kewajiban-kewajiban agamanya? Maka saya pun jelaskan bahwa semua Muslim jika telah mencapai umur &lt;em&gt;baligh&lt;/em&gt; (puber) di pundaknya terhinggap seluruh kewajiban-kewajiban agama. Perintah sudah harus dilaksanakan, larangan sudah harus ditinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Ibunya yang menimpali kemudian. "&lt;em&gt;How should you know that a person has reached the age of puberty&lt;/em&gt;?". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Saya kemudian menjelaskan bahwa ada perbedaan indikasi pada pria dan wanita. Pada pria biasanya ditandai dengan apa yang lazim disebut "&lt;em&gt;wet dream&lt;/em&gt;" (mimpi basah), sementara pada wanita ketika mengalami haid pertamanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Nyssa nampak serius mendengarkan setiap kata dari penjelasan itu, bahkan mencatat setiap poin penting dari diskusi di kelas. Walau demikian, Nyssa nampak sangat pendiam, tapi ibunya sedikit terbuka dan banyak bertanya. "&lt;em&gt;I don't know, why she is so quite here, but at home she talks too much",&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt; kata ibunya suatu hari. Nyssa, sebagaimana biasanya hanya tersenyum ringan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Sambil menunggu shalat Zuhur Sabtu lalu, Nyssa dan ibunya (margaret), duduk di kelas dan nampak membuyka-buka buku catatannya. Saya yang kebetulan baru saja menikahkan seorang pasangan Pakistan dan gadis Amerika dari Ohio, lalu gabung di kelas sekedar untuk salam. "&lt;em&gt;I want to tell you some thing&lt;/em&gt;" Ibu Margaret memulai. "&lt;em&gt;What's that&lt;/em&gt;?", tanyaku singkat. Sambil melihat anaknya di sampingnya, dengan mata berkaca-kaca dia mengatakan "&lt;em&gt;I want to convert today&lt;/em&gt;" (saya ingi masuk Islam). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Hampir tidak percaya karena saya kira selama ini, Ibu dan anak ini adalah Muslim. Saya kemudian bertanya: "&lt;em&gt;Wait, are you non Muslims?.&lt;/em&gt; Ibu Margaret tertawa terbahak melihat anaknya, kemudian balik bertanya "&lt;em&gt;Why? Do you think we are Muslims&lt;/em&gt;?". "&lt;em&gt;Yes&lt;/em&gt;", jawabku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Saya kemudian bertanya sejak kapan dia mulai belajar Islam dan bagaimana latar belakang mereka sehingg datang ke kelas &lt;em&gt;the Islamic Forum&lt;/em&gt; itu. Margaret bercerita panjang, yang intinya sejak hampir setahun ini memang dia belajar serius Islam. Dan itu dia lakukan sejak bercerai dengan suaminya yang, menurutnya, peminum dan penjudi. Dia kemudian mencari ketenangan, terkadang dengan mimum-minum, atau bahkan menurutnya, hampir terjatuh ke jurang pemakai obat-bat terlarang. Hingga suatu ketika dia bertemu dengan seorang teman di kantornya, yang menurutnya, seorang warga Hispanic. Namun menurut Ibu Margaret, dia ini beda dengan warga Hispanic lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;"She dressed differently, and completely behave so humbly and respectful". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;(Dia berpakaian sopan, dan betul-betul bertingkah laku sangat hormat dan rendah hati) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Dia inilah yang kemudian mengenalkan Islam sejak sekitar setahun lalu. Sejak itu, dia sudah hampir tidak pernah minum dan bahkan lebih serius belajar islam. Bahkan tidak saja dirinya, tapi juga mengajak serta anaknya yang ketika itu baru berumur 10-an tahun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Sekitar tiga minggu lalu Margaret kebetulan mengambil cuti menjelang Thanksgiving dan menyempatkan diri mencari masjid atau &lt;em&gt;Islamic Center&lt;/em&gt;. Di sinilah dia memulai datang ke mesjid dan menanyakan pada orang-orang di mesjid itu jiak dia ingin belajar Islam. Diapun diarahkan untuk datang hari Sabtu dan bergabung dengan kelas &lt;em&gt;the Islamic Forum for non Muslims&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Hampir 30 menit Margaret berbincang-bincang dengan saya mengenai latar belakang dia mengenal Islam. Akhrinya tanpa ada waktu lagi menjelaskan hal-hal yang biasanya saya jelaskan kepada seseorang yang mau masuk Islam, saya minta Margaret untuk segera mengambil wudhu. Rupanya dia sudah melakukannya bersama putrinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Maka, Margaret dan Nyssa saya ajak menuju ruang shalat. Di hadapan sekitar 200-an jama'ah Margaret dengan khusyuk saya tuntun bersama putrinya mengikrarkan "&lt;em&gt;Laa ilaaha illa Allah-Muhammad Rasul Allah&lt;/em&gt;", diringi pekik takbir para jama'ah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Saya kemudian meminta kepada jama'ah wanita untuk memberikan selamat, diikuti dengan shalat dzuhur berjama'ah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Setelah shalat Nyssa dan ibunya masuk kembali ke kelas. Saya baru bertanya perihal nama Nyssa yang kedengaranmnya islami. Margaret mengatakan bahwa mantan suaminya adalah orang Greek (Yunani), dan Nyssa berarti yang pertama. Saya katakan, saya ingin nama Nyssa ditambah A di depan. Maka, sejak Sabtu lalu, Nyssa resmi menjadi Anyssa (Anisah). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Kebetulan Minggu kemarin adalah pengajian bulanan di masjid Al-Hikmah. Saya mengajak Margaret ke masjid Al-hikmah untuk mendapatkan pengalaman bersama Muslim dari Indonesia, tapi juga ingin memberikan hadiah kerudung kepada Nyssa. Nyssa selama ini serius dengan kerudungnya yang kebetulan hanya sepotong kain biasa. Terpikir kerudung buatan Indonesia, selain lebih cantik, juga sudah siap dipakai secara permanen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Rupanya Margaret sudah ada janjian dengan teman Hispanic itu, dan akhirnya menunda kunjunganna ke masjid Al-Hikmah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;Margaret, Nyssa, selamat dan semoga selalu dijaga di jalan Allah SWT. Doa kami menyertai!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;"&gt;New York, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin val="0"&gt;&lt;m:rmargin val="0"&gt;&lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-393114209882649825?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/393114209882649825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/margaret-dan-putrinya-nyssa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/393114209882649825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/393114209882649825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/margaret-dan-putrinya-nyssa.html' title='Margaret dan putrinya, Nyssa'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-4172439894740815008</id><published>2008-12-31T02:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T04:32:28.825-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>10 Cara, Anda Sudah Termasuk Membantu Yahudi-Israel</title><content type='html'>&lt;table style="font-family: verdana;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;10 Cara, Anda Sudah Termasuk Membantu Yahudi-Israel   &lt;/td&gt;       &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=67%3Ainternasional&amp;amp;id=8290%3A10-cara-anda-sudah-termasuk-membantu-yahudi-israel&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=55" title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=67%3Ainternasional&amp;amp;id=8290%3A10-cara-anda-sudah-termasuk-membantu-yahudi-israel&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=55" title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;   &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL2hpZGF5YXR1bGxhaC5jb20vaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD04MjkwJTNBMTAtY2FyYS1hbmRhLXN1ZGFoLXRlcm1hc3VrLW1lbWJhbnR1LXlhaHVkaS1pc3JhZWwmb3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50Jkl0ZW1pZD01NQ==" title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/templates/newsline/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;table style="font-family: verdana;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Wednesday, 31 December 2008 06:06 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="footer"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="page number"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Plain Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-unhide:no;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-style-priority:99;  mso-style-unhide:no;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi tak berdampak apa-apa. Padahal Yahudi sendiri mengatakan, 54 cara, Anda telah membantunya. Apa saja? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/globe02.jpg" align="left" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi, mengibarkan bendera Israel bahkan sekedar memakai kalung “Bintang David” tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Israel. Siapa bilang?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Banyak misinformasi di luaran sana. Terutama ketika sebuah insiden terjadi di Israel. Kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel (&lt;a href="http://www.mfa.gov.il/"&gt;www.mfa.gov.il&lt;/a&gt;) dan situs Pertahanan Israel (&lt;a href="http://www.idf.il/"&gt;www.idf.il&lt;/a&gt;) guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;,” demikian bunyi poin ke 33 dari “54 Cara Bagaimana Mendukung Israel”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ringan dan tidak terlalu berat. Cukup membaca berita dari sudut pandang Israel, Anda sudah dianggap “mendukung zionis”. Bahkan Anda tidak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk dikirim ke Yerusalem atau Israel, yang jelas-jelas lebih kelihatan dianggap menyumbang Zionis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Tapi tips seperti itulah yang digalakkan kalangan Zionis-Israel untuk mendapatkan simpati dunia, bahwa dirinya ada dipihak yang benar. Sekurang-kurangnya, Anda bersimpati atas tindaka&lt;/span&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/54WaysYouCanHelpIsrael.gif" align="left" border="0" height="195" width="298" /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;nnya sudah bentuk dukungan moril.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Banyak orang menilai, membeli produk Amerika dan Yahudi itu tak ada sangkut paut dengan sikap keberpihakan pada Yahudi. Bahkan ketika salah seorang pemain Extravaganza di sebuah stasiun televisi swasta kita mengenakan kalung bergambar “Bintang David” --yang nota-bene adalah lambang dan bendera Israel—atau penyanyi Ahmad Dani bangga gambar itu, seolah-olah tak ada sangkut-pautnya dengan dukungan terhadap Zionis-Israel. Siapa bilang???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Ahmad Dani dan bagi mereka yang tak paham sepak terjang Yahudi, sebaiknya bacalah baik-baik artikel ini dan beberapa pesan dari media-media Yahudi di bawah ini. Juli tahun 2006 lalu --terutama ketika Zionis-Israel banyak mendapat tekanan dunia karena menyerang Libanon-- bermunculan pesan melalui internet berupa kampanye menggalang opini Yahudi-Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sederhana. Rata-rata mengajak orang berempati dan bersimpati, syukur-syukur memberikan dukungan uang dana dan investasi ke tanah Israel. Jika uang dan investasi tak punya, cukup kiriman bunga. Jika itu tak bisa pula, dukunglah dengan do’a atau besimpatilah atas banyaknya warga Israel yang meninggal oleh bom bunuh diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Beberapa media Yahudi itu bisa Anda klik, di &lt;a href="http://www.ou.org/Israel/"&gt;http://www.ou.org/Israel/&lt;/a&gt;/ dan &lt;a href="http://www.ujc.org/"&gt;http://www.ujc.org&lt;/a&gt;. Situs ini memberikan 10 tips bagaimana harus mendukung Yahudi. Ada juga situs www.25waystohelpisrael.com, yang memberikan 25 tips bagaimana seharusnya Anda bisa membantu Yahudi. Yang paling banyak adalah situs &lt;a href="http://www.aish.com/"&gt;http://www.aish.com&lt;/a&gt;. Karena tidak tanggung-tanggung, mengeluarkan petunjuk “&lt;strong&gt;54 Ways You Can Help Israel&lt;/strong&gt;” [&lt;em&gt;54 cara Anda bisa mendukung Israel&lt;/em&gt;]. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Lantas apa saja yang dianggap mendukung kaum Zionis itu? Diantaranya; membeli produk Yahudi, unjuk rasa mendukung Yahudi atau Israel, melakukan perjalanan ke Israel, menulis surat dukungan terhadap berdirinya Negara Israel Raya baik ke pihak terkait (termasuk ke Gedung Putih) dan mengibarkan bendera atau simbol-simbol Israel (Yahudi). Sekurang-kurangnya bersimpati denganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Di bawah ini adalah 10 cara, yang kemungkinan sering kita lakukan secara tidak terasa.&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;1. Membeli produk serta jasa AS/Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/ASdanIsrael.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bagi Yahudi &amp;amp; Israel, peran ini sangat vital. Situs Yahudi, &lt;a href="http://www.aish.com/"&gt;http://www.aish.com&lt;/a&gt; menulis, dengan penderitaan ekonomi yang Kami (Israel) alami, membeli produk Yahudi sama halnya meningkatkan ekspor Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;2. Berkunjung ke Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Kunjungi Israel untuk berlibur, sekolah, atau menjumpai keluarga. Dorong organisasi-organisasi lokal Anda untuk mensponsori kunjungan in, dalam bentuk study tour, religious tour, Bar/Bat Mitzvah tour-- bisa untukk 3-10 hari. Habiskan sebanyak mungkin uang Anda untuk membantu ekonomi Israel. “Hotel, toko, restoran di Israel kekurangan turis,” demikian tulis media Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;"Mengunjungi Israel akan menunjukkan kepada orang-orang Israel bahwa Anda peduli, dan akan membuat perbedaan yang hebat. Buatlah motto; “Turisme melawan Terorisme!"," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;3. Mengibarkan bendera atau lambang Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Bagi Israel, dukungan tak harus uang atau dana. Cukup mengibarkan bendera atau simbol-simbol Yahudi lain, Anda sudah ikut memberikan harapan dan &lt;em&gt;support.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Banyak orang tak menyangka, sekedar memakai kalung “Bintang David” saja adalah sebuah dukungan. “Kibarkan bendera Israel di depan rumah Anda, gereja dll. Biarkan semua orang tahu bahwa Anda bangga terhadap Israel. Pasang sebuah stiker bertuliskan “Saya Mendukung Israel” di belakang mobil. Pakailah pin gambar bendera kombinasi Amerika/Israel. Jika Anda tidak dapat menemukan bendera Israel, buatlah sendiri, atau suruh anak-anak kecil menggambarnya, lalu pasang di jendela atau kantor,” demikian dikutip dari &lt;a href="http://www.aish.com/"&gt;http://www.aish.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;4. Meyakini Holocaust&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Holocaust adalah istilah yang sering dikutip kalangan Yahudi tentang adanya pembantaian massa puluhan juta penganutnya oleh Nazi di kamp Treblinka II di Polandia. Namun penelitian membuktikan tak ada pembantaian kaum Yahudi di kamar gas. Istilah itu dimunculkan guna mencari simpati dunia. Jika yakin, Anda telah mendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;em&gt;“Belajarlah tentang holocaust untuk membantu kita mengerti dalamnya anti-Yahudi (anti-Semit) dan akar penyebabnya. Bungkamlah seluruh bahasa anti-Semit dimanapun Anda berada. Bersiaplah melawan kebencian mereka, apapun konsekuensinya,&lt;/em&gt;” tulis media Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;5. Tidak Berpihak pada Palestina&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Meski di pihak terdzalimi dan dijajah, media Barat (bahkan pers Indonesia) kerap memposisikan Palestina sebagai kelompok radikal. Sebalinya, Israel (meski penjajah) di pihak yang benar (dalam posisi menumpas terorisme). Jika Anda yakini itu, Anda telah membantu Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;6. Bersimpati pada Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Cukup bersimpati saja, sudah dukungan. Kata kaum Yahudi,"Banyak misinformasi di luar sana. Ketika sebuah insiden terjadi di Israel, kunjungi situs Kementerian Luar Negeri Israel www.mfa.gov.il dan Kekuatan Pertahanan Israel www.idf.il/english/news/main.stm guna memperoleh cerita dari sudut pandang Israel.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;7. Belajar bahasa Yahudi &amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;8. Mempelajari Taurat (Tora)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Untuk poit 7 &amp;amp; 8, jika dimaksudkan untuk semakin mendakatkan hati Anda dengan bangsa Yahudi dan Israel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;9. Berinvestasi ke Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;10. Mendukung berdirinya Negara Israel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-size:11;" &gt;Apapun alasanya, mengakui berdirinya Negeri Israel sama halnya membenarkan Zionisme-Israel atas tindakannya menjajah dan menyerobot tanah sah rakyat Palestina. Nah, apakah Anda termasuk di antara 10 hal yang telah disebutkan? [ &lt;strong&gt;kartika, cholis akbar&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;diolah dari &lt;a href="http://www.aish.com/"&gt;www.aish.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.ou.org/"&gt;www.ou.org&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.ujc.org/"&gt;www.ujc.org&lt;/a&gt;, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;a href="http://www.25waystohelpisrael.com/"&gt;www.25waystohelpisrael.com&lt;/a&gt;. Tulisan ini pertama kali diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt; dan dimuat tahun 2006&lt;/em&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;Ilustrasi diambil dari situs Israel: &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;www.aish.com.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;Artikel ini dapat diprint dan ditempel di masjid-masjid atau di kantor Anda!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-4172439894740815008?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/4172439894740815008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/10-cara-anda-sudah-termasuk-membantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4172439894740815008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/4172439894740815008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/10-cara-anda-sudah-termasuk-membantu.html' title='10 Cara, Anda Sudah Termasuk Membantu Yahudi-Israel'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-6688165839220742414</id><published>2008-12-29T05:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T05:50:20.513-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUpEgprhI/AAAAAAAAAAk/5KU-8tzTo7Y/s1600-h/kartu-tahun-baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUpEgprhI/AAAAAAAAAAk/5KU-8tzTo7Y/s320/kartu-tahun-baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285207964769693202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika hari berganti, banyak yang telah kita tinggalkan, yang senang maupun yang susah, yang baik maupun yang buruk, tetapi masa depan - akhirat - itulah hidup kita yang sebenarnya dan apa yang kita pilih hari ini menentukan masa depan kita. Selamat tahun baru 1 Muharrom 1430 H, mudah-mudahan Alloh SWT selalu menunjukkan kita ke jalan yang lurus. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-6688165839220742414?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/6688165839220742414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/ketika-hari-berganti-banyak-yang-telah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/6688165839220742414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/6688165839220742414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/ketika-hari-berganti-banyak-yang-telah.html' title=''/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUpEgprhI/AAAAAAAAAAk/5KU-8tzTo7Y/s72-c/kartu-tahun-baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3260169660719858917</id><published>2008-12-29T04:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T05:36:24.508-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><title type='text'></title><content type='html'>Doa Awal Tahun &amp;amp; Doa Akhir Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang membaca doa awal tahun ini, insya Allah dirinya akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang tahun tersebut.&lt;br /&gt;Doa Awal Tahun:&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NURULA%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjOsk2L5CI/AAAAAAAAAAM/xPSqEQo5lRo/s1600-h/awal-tahun.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjOsk2L5CI/AAAAAAAAAAM/xPSqEQo5lRo/s320/awal-tahun.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285201427919791138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maksudny&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NURULA%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NURULA%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;WT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang membaca doa akhir tahun ini, maka syaitan akan berkata:&lt;br /&gt;“Hampalah kami di sepanjang tahun ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Akhir Tahun:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjQGuADvmI/AAAAAAAAAAU/ppl7iS6yi94/s1600-h/akhir-tahun.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjQGuADvmI/AAAAAAAAAAU/ppl7iS6yi94/s320/akhir-tahun.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285202976565345890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3260169660719858917?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3260169660719858917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3260169660719858917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3260169660719858917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun.html' title=''/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjOsk2L5CI/AAAAAAAAAAM/xPSqEQo5lRo/s72-c/awal-tahun.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-552488626173240970</id><published>2008-12-29T04:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T06:08:30.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Nice Story</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUARtOReI/AAAAAAAAAAc/pR6A66FZbRM/s1600-h/23575333491.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUARtOReI/AAAAAAAAAAc/pR6A66FZbRM/s320/23575333491.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285207263937447394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://pksmalang.wordpress.com/2008/09/03/nice-story-kisah-annisa/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Nice Story : “Kisah Annisa”"&gt;Nice Story : “Kisah Annisa”&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;p style="text-align: justify;"&gt;By: Wie&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pksmalang.files.wordpress.com/2008/09/23575333491.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;ni cerita tentang Annisa, gadis kecil berusia lima tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Suatu sore, Annisa menemani Bundanya berbelanja di suatu supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Annisa melihat sebentuk kalung mutiara putih berkialuan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Annisa sangat ingin memilikinya.&lt;br /&gt;Tapi, dia tahu, pasti Bundanya sangat keberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Bundanya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yg cantik.&lt;br /&gt;Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya untuk bertanya Bunda bolehkah Annisa memiliki kalung ini? Bunda boleh mengembalikan kaos kaki yang tadi… Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari Annisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000,-. Dilihatnya mata Annisa yg memandangnya dengan penuh harap dan cemas.&lt;br /&gt;Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tidak mau bersikap tidak konsisten. Oke…Annisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yg kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Bunda akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju?&lt;br /&gt;Annisa mengangguk lega dan segera berlari girang mengembalikan kaos kaki ke raknya.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-89"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; Terimakasih. ..Bunda. Annisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Bundanya. Kalung itu tidak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepaskannya jika mandi atau berenang. Sebab, kata Bundanya, jika basah kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau.&lt;br /&gt;Setiap malam sebelum tidur, Ayah Annisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya: Annisa, Annisa sayang nggak sama Ayah?&lt;br /&gt;Tentu dong Ayah pasti tahu kalau Annisa sayang Ayah!&lt;br /&gt;Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu.&lt;br /&gt;Yah, jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil Si Ratu boneka kuda dari nenek! Itu kesayanganku juga.&lt;br /&gt;Ya sudahlah sayang nggak apa-apa!&lt;br /&gt;Ayah mencium pipi Annisa sebelum keluar dari kamar Annisa.&lt;br /&gt;Kira-kira semingu berikutnya setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi:&lt;br /&gt;Annisa, Annisa sayang nggak sama Ayah?&lt;br /&gt;Ayah, Ayah tahu bukan kalau Annisa sayang banget sama Ayah?&lt;br /&gt;Kalau begitu berikan pada Ayah kalung mutiaramu.&lt;br /&gt;Jangan Ayah, tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.&lt;br /&gt;Annisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.&lt;br /&gt;Beberapa malam kemudian, ketika Ayah memasuki kamarnya, Annisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Annisa rupanya menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya.&lt;br /&gt;Ada apa Annisa, kenapa Annisa?&lt;br /&gt;Tanpa berucap sepatah kata pun, Annisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya.&lt;br /&gt;Kalau Ayah mau ambillah kalung Annisa.&lt;br /&gt;Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Annisa. Kalung itu di masukkan kedalam kantong celana. Dan dari kantong satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Annisa.&lt;br /&gt;Annisa, ini untuk Annisa. Sama bukan?&lt;br /&gt;Memang begitu nampaknya tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau.&lt;br /&gt;Ya, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Annisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;_____________________________________&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Sahabat, demikian pula halnya dengan Allah. Terkadang Dia meminta sesuatu kepada kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau lebih naïf dari Annisa: menggenggam erat sesuatu yang kita amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;******&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:small;"  &gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Finally,&lt;br /&gt;Jangan terlalu gembira atas apa yang diberikan padamu &amp;amp; jangan terlalu bersedih atas apa yang di ambil darimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-552488626173240970?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/552488626173240970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/nice-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/552488626173240970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/552488626173240970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/nice-story.html' title='Nice Story'/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SVjUARtOReI/AAAAAAAAAAc/pR6A66FZbRM/s72-c/23575333491.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5739210549566017561.post-3552291225492702942</id><published>2008-12-29T04:31:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T05:39:29.028-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;AIR MATA RASULULLAH&lt;/h3&gt; &lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini…untuk mengingatkan kita…&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan  salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah  tidak mengizinkannya  masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata  Fatimah yang membalikkan  badan dan menutup pintu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata  sudah membuka mata dan  bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”  “Tak tahulah ayahku,  orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan  pandangan yang menggetarkan.  Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan  sementara, dialah yang  memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul  maut,” kata Rasulullah,  Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut  datang menghampiri,  tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut  bersama menyertainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia  ini. “Jibril,  jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara  yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata  Jibril.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah&lt;br /&gt;mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.  “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum  - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan,  sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan  telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.  “Ummatii, ummatii,  ummatiii!” - “Umatku, umatku, umatku”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi  sinaran itu. Kini,  mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa  Muhammad wa baarik wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah  kepada kita.&lt;br /&gt;——————–*******———————-&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;NB:&lt;br /&gt;Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah  fana belaka. Amin…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diambil dari blog:  &lt;a href="http://adamp1.wordpress.com/" target="_self"&gt;Simply Mind&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: normal; widows: 2; orphans: 2;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;“Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: normal; widows: 2; orphans: 2;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5739210549566017561-3552291225492702942?l=almira-bestari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almira-bestari.blogspot.com/feeds/3552291225492702942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/air-mata-rasulullah-sepertinya-nggak_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3552291225492702942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5739210549566017561/posts/default/3552291225492702942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almira-bestari.blogspot.com/2008/12/air-mata-rasulullah-sepertinya-nggak_29.html' title=''/><author><name>Nurul Amanati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07606053042908778215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_QfD6xn8XYRQ/SmRxPaeGwyI/AAAAAAAAAJY/3clytIrrgfo/S220/IMG_0652.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
